Setelah seharian belajar di sekolah, kini waktunya pulang dan bersantai dirumah.
Kebetulan hari ini supir yang biasa menjemput Stevan dan Bastian sedikit terlambat karena tiba-tiba bannya bocor, jadilah mereka menunggu.
"Bang, kamu haus nggak?" Tanya Stevan yang sebenarnya bosan menunggu.
"Nggak Van, kalau kamu haus beli aja minum di kantin"
"Enggak deh bang, malas ke kantin, gimana kalau kita ke warung depan sekolah bang, disana juga ada makanan enak" ucap Stevan antusias.
"Nanti kalau supir nyariin kita gimana van?"
"Kan bisa tinggal kabari lewat hp bang, sharelok kalau nggak paham atuh" Stevan mulai kesal dengan Bastian yang lemot.
"Oh iya iya...Abang lupa" ucap Bastian sambil nyengir.
"Ya udah ayok kalau gitu, itung-itung sambil nunggu " ajak Bastian kembali dan menarik tangan Stevan.
Mereka berjalan keluar sekolah, sebenarnya warung yang dimaksud Stevan itu lumayan agak jauh sih dari sekolah, sekitar 500 meteran dari sekolah.
Setelah berjalan sekitar 10 menit mereka akhirnya sampai. Suasana warung lumayan ramai hari ini, banyak juga anak sekolah yang baru pulang dan makan ditempat ini. Selain karena murah disini makananmya enak-enak semua, jadi banyak langganan deh.
"Buk ada es Mambo" tanya Stevan
"Nggak ada den, adanya es cekek, es teh, es jeruk aja" jawab ibunya sambil mewadahkan nasi ke piring.
"Yah...., nggak ada bang, Abang mau Nutrisari? Atau pop ice?"
"Terserah kamu aja Van, kalau bisa samain aja"
"Oke bang... Kalau gitu Bu mau beli pop ice coklat sama blueberrynya ya "
"Oke den, bentar ya...ibu masih ngelayani yang lain, duduk dulu.."
"Makan sekalian nggak bang, lumayan udah laper nih Stevan"
Bastian mengamati Stevan sebentar dan dengan pasrah mengangguk. Alamat pulang terlambat ini.
Setelah memesan makan mereka duduk dimeja dekat food court. Di sebelah meja mereka juga kebetulan ada anak SMA yang lagi ngumpul, keknya kaya anak-anak dari sekolah elit.
Mereka sepertinya membahas tentang sesuatu, karena Stevan orangnya kepo jadilah ia fokus ngikutin obrolan mereka. Kalau Bastian, dia udah sibuk sama HPnya, mungkin lagi ngobrol sama temen sekelas tentang pekerjaan rumah.
"Woi....Lo tau nggak, kemarin si pandu sama si dewa berantem, katanya sih gara-gara si Elis jalan sama dewa di mall" seru salah satu pemuda SMA itu.
"Lo tau dari mana berita itu" tanya anak lain yang ada disebrangnya.
"Itu udah heboh di forum kelas, masa Lo nggak buka sih, kalau penyebabnya gue tanya sama si Dani temenya dewa" sambungnya.
"Wih...kok bisa sih, si pandu ngapain dah cari gara-gara sama si dewa, lagian dewa nggak mungkin mau jalan sama si Elis cewek pikme gitu" sahut lainnya.
"Katanya, dewa nggak sengaja ketemu Elis di mall, terus Elis ngikut dewa terus, dewa aja sampai bentak Elis gara-gara dia nempel-nempel pas di mall" lanjutnya lagi.
"Terus abis berantem si pandu gimana?" Sahut Stevan penasaran.
"Katanya, si pandu kalah dari dewa, jelas sih, si dewa kan ketua geng di bandingkan si pandu jelas jago dewa" jawab pemuda itu.
"Eh bentar......"
Tiba-tiba mereka semua menoleh ke arah asal suara yang mereka tidak kenal, dan ya si Stevan ikut nimbrung dimeja mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stevan B. [END]
Fiksi RemajaBagaimana rasanya jika seorang Devan Indra Herlambang anak sulung dari keluarga Herlambang dinyatakan koma dan ternyata meninggal saat usianya genap 17 tahun? Hal ini sontak membuat keluarga Devan yang selama ini telah menjaga dan merawat devan sela...
![Stevan B. [END]](https://img.wattpad.com/cover/352502937-64-k19031.jpg)