Ada maling ikan teri woi.........
Ada maling ikan teri woi.........
Ada maling ikan teri woi.........
Tuyul udah bangun yuk~~~
Tak.....
Sebuah tangan muncul dari balik selimut meraih hp untuk mematikan alarm tersebut. Mahluk mungil dibalik selimut itu kemudian menggeliat bak cacing kepanasan karena tidurnya sudah terganggu.
"Hoam.........jam berapa ini" mata tertutup anak itu mulai terbuka. Ia merenggangkan badannya dan melemaskan otot-ototnya.
Anak itu kemudian melihat jam yang ada di hp dan terlonjak kaget.
"Argh....sial, udah jam 7, pasti aku telat, si Bastian sama orang rumah kok pada nggak bangunin aku sih" ucap kesal anak itu mengacak-acak rambutnya.
"Kalau mandi dulu pasti nggak keburu juga, ya udah deh langsung pakai seragam aja"
Anak itu kemudian berlari ke walk in closet untuk mengambil bajunya kemudian ia cepat-cepat mengenakan seragam itu.
Setelah selesai ia kemudian berlari turun kebawah tanpa menggunakan lift, maklum akibat panik sih.
Ketika ia berlari menuju ruang tamu, kebetulan ia berpapasan dengan kak Clara.
"Van mau kemana? Buru-buru amat" ucap Clara bingung dengan keadaan Stevan.
Iyap, anak yang sedari tadi kita bicarakan adalah Stevan bin Jubaedah.
Stevan : Thor...nggak usah ganti-ganti nama deh, nanti aku bilangin ke ayah sama papah nih.
Author : lah...sapa berani....✌️😅
Author : lagian kamu sih Van, pasang alarm yang estetik dikit, malah alarm monyet dipasang.
Stevan : ini estetok buanget Loch tor....〜(꒪꒳꒪)〜
Author : oke, mulai lebay..... Pokoknya kamu itu di season ini harus mulai dewasa dan serius dong, jangan kayak bocil SD lagi......
Stevan : lah...kacang.....kan yang nyiptain aku ya kamu juga kan Thor... berarti itu ide kamu sendiri yang jadiin aku kaya bocil.....
Author : oh iya...oke" author bakal kurangi tingkah random kamu.....(Tapi boong, ya kali nggak ada kerandoman mahluk astral, nanti nggak seru deh ceritanya mwehehehehehe......
Stevan : seterah kamu tor, seterah....
Back to story
"Ini mau ke sekolah kak, Stevan udah telat banget, kenapa nggak ada yang bangunin Stevan sih" jawab Stevan yang berhenti sejenak dari acara lari paginya itu.
Clara kemudian menahan tawa di bibirnya. Ia mengamati Stevan dari atas sampai bawah. Keadaan Stevan saat ini sungguh kacau, celana belum di resleting, masih pakai sandal rumah, kancing baju yang berantakan, rambut masih seperti sarang burung dan jangan lupakan wajah tanpa mandi itu.
Sungguh dibuat geleng-geleng kepala melihat kelakuanku Stevan saat ini. Akhirnya Clara tidak bisa menahan tawanya dan ia mulai tertawa lepas.
"Ha....ha....ha...ha....ha.." Clara melepaskan tawanya hingga keluar air mata.
"Kenapa kak Clara tertawa sih....Stevan serius nih, udah telat banget.....ya udah Stevan pergi dulu ya kak" kesal Stevan tapi ia ingat bahwa ia akan terlambat dan buru-buru ingin pergi.
Namun sebelum mengambil langkah, tangannya dicekal oleh Clara.
"Tunggu Stevan...ha...ha...ha..."
"Apalagi kak, aku beneran udah telat ini"
"Kamu lupa hari ini hari apa?"
"Hah? Emang hari apa kak?" Tanya balik Stevan yang sangat kebingungan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stevan B. [END]
Ficção AdolescenteBagaimana rasanya jika seorang Devan Indra Herlambang anak sulung dari keluarga Herlambang dinyatakan koma dan ternyata meninggal saat usianya genap 17 tahun? Hal ini sontak membuat keluarga Devan yang selama ini telah menjaga dan merawat devan sela...
![Stevan B. [END]](https://img.wattpad.com/cover/352502937-64-k19031.jpg)