41. flashback masa sekolah

1K 73 3
                                        

Happy reading
-
-
-
-
-

"Woi" teriak haikal yang membuat dua temannya kaget bukan main.

"ANJINGGG, WOI HAIKAL ASU BISA JANGAN TERIAK BISA GA TAI" teriak jemi tanpa henti.

"Mohon maaf nih pak jemi, suara lu lebih gede anj" sahut cakra.

Sementara haikal hanya tertawa ngeliat temennya berantem gara-gara kejahilan dia.

"Lagian napa alay bat dah kalian berdua" ucap haikal yang masih tertawa.

"Eh monyet, suara lu kek toa" sahut cakra kesel.

"Chill man, makanya jangan gosip mulu"
-haikal

"Ah bacot lu chil chal chil, Inggris lu tuh remed" -jemi

"HAHAHA ANJING, REMED" -cakra

Haikal melihat kedua temennya dengan tatapan sinis, habislah haikal kalo kedua temennya kompak pasti dia akan kalah.

"Btw kal" panggil jemi.

"Apaan" jawab haikal sinis.

"Santai napa sih njir, gua ada gosip" -jemi.

"Hot ga? kalo ga hot, gua males denger" -haikal

"Gaya bat anj, biasa juga lu dengerin semua gosip" -cakra

"Kali ini engga" -haikal

"Hadeh, lu kan kemarin langsung pulang ya? terus gua sama cakra liat Malvin jalan sama kakak kelas" ucap jemi panjang lebar.

"Terus?" tanya haikal cuek.

"Lah ini hot anj masa lu cuma nanya gitu doang" ucap jemi kesal.

"Ya urusan sama gua apa anj, mau dia jalan sama janda samping sekolah kita juga, gua bodoamat. Gua ga ngurusin hal yang dia lakuin" -haikal

Jemi dan cakra saling melemparkan pandangan seperti berbicara lewat batin.

"Fiks cemburu" ucap mereka berdua pelan.

"GUA GA CEMBURU" teriak haikal kesal.

Mereka berdua kaget karena suara haikal yang tiba-tiba teriak.

"Santai sat, kaget anjir gua" protes jemi.

"BODOAMAT!!!"

°°°°

Sekarang haikal udah berada di parkiran, kedua sahabatnya sudah pulang duluan, tinggallah dia sendiri saat mau memakai helm tiba-tiba ada yang memegang pundak haikal.

"Habis ini ke cafe ya" ucapnya.

Haikal mendengar suara tersebut langsung membalikan badan, setelah mengetahui siapa orangnya, haikal langsung mau pergi dari tempat itu.

"Lu ngapain ngehindar dari gua" -malvin

"Bukan urusan lu" -haikal

"Kita ngobrol di cafe nanti" ucap malvin.

"Gua gamau"

"Tapi gua mau, haikal samudera"

"Lu bolot ya sat? gua gamau anjing, stop ganggu gua" ucap haikal tegas.

"Fine, tapi lu harus jawab pertanyaan gua"

"Gada guna nya vin, bisa minggir ga lu"

"Gua gamau, gua mau nanya sama lu"

"Nanya apa anjing, buru dah waktu gua ga banyak buat ngeladenin orang kayak lu" -haikal

"Kenapa lu ngejauh dari gua?" pertanyaan yang sama membuat haikal males untuk menjawab.

"Ini pertanyaan lu gada yang lain kah? apa lu habis topik di kepala kecil lu itu"

"Anjing, sorry aja kal. Menurut gua ya, pala lu lebih kecil"

"DIEM ANJING" -haikal

"Udah buru jawab, jangan bahas yang lain lu"

"Lu duluan anj ngeselin bat, bisa ga jangan ganggu gua mulu"

"Gua ga ganggu lu ya sat" malvin

"INI APA ANJENG KAU MALVIN" teriak haikal, untung saja sekolah udah sepi jadi ga mendatangkan banyak orang.

"Woi santai, lu kayak mau di perkosa aja teriak begitu"

Haikal menarik nafas sedikit kasar "Udah kan? energi gua udah habis buat ladenin orang stres kayak lu"

"Berarti lu stres, kok bisa nyambung dah" sahut malvin yang sedikit ngeledek haikal.

"Malvin, gua berusaha kontrol emosi ya. Jangan kayak bangsat, lama lama gua cekik lu" ucap haikal dengan senyuman paksa.

Malvin tertawa kecil "Oke oke, besok bareng gua" ucapnya, lalu langsung meninggalkan haikal tanpa menunggu jawaban haikal.

"GUA GAMAU ANJING, AWAS AJA LU BESOK JEMPUT GUA. GUA BAKAR RUMAH LU SEKALIAN LU NYA ANJING"

"OKE SAYANG, DI TUNGGU BESOK" sahut malvin dengan teriakan.

"Najis bat gua liat malvin, pengen gua bakar"

ini mau mengenang masa pdktan mereka, pada suka ga? biar gua up masa pdkt an nya. komen dan vote ya guys. terimakasih



MALHAI (MARKHYUCK) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang