Starla turun dari taxi kemudian berjalan masuk kedalam sebuah gedung apartement. Gadis itu memasuki lift dengan menenteng satu goodie bag besar yang ia bawa dari rumah. Saat pintu lift akan menutup, Starla melihat dua wanita berjalan ke arahnya, satu wanita duduk di kursi roda dan satunya lagi seorang gadis mendorong kursi rodanya. Cepat-cepat Starla menahan pintu lift agar kembali terbuka, dua orang itu tersenyum seraya memasuki lift.
Pintu lift terbuka dilantai yang menjadi tujuan Starla, namun ternyata dua wanita itupun keluar mengekor dibelakang Starla. Ketika Starla akan menekan Bell sebuah pintu.
"Permisi," tiba-tiba terdengar sapaan lembut wanita yang duduk di kursi roda. Lantas Starla mengurungkan niatnya sementara.
Starla membalikan badan, "iya? Saya?" sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Terima kasih," ucap wanita yang duduk dikursi roda, meski sebagian wajahnya tertutup masker namun Starla masih bisa melihat senyum cantik wanita itu di matanya.
"Sama-sama," balas Starla sembari melirik gadis yang juga sedang tersenyum ramah kepadanya.
"Kenapa?" tanya gadis itu pada Starla yang bengong menatap gadis yang mengenakan gardigan putih dan rok abu selutut dengan rambut yang digerai indah.
"Apa kita pernah ketemu?" tanya Starla.
Gadis itu menggeleng.
"Ah apa karena cantik banget ya," ucap Starla cengengesan.
Gadis itu tertawa kecil lalu pamit pada Starla untuk masik lebih dulu kedalam pintu apartement yang berhadapan dengan Starla berdiri.
"Tetangga rupanya," monolog Starla.
Starla memejamkan mata sesaat sebelum akhirnya menekan tombol bell.
"Huh, Starla sudah gila," ucap Starla pada dirinya sendiri.
Tidak lama kemudian pintu apartement terbuka menampilkan Bara yang menggunakan pakaian santai seperti baru bangun dari tidur, namun tidak menghilangkan ketampanannya meski rambutnya sedikit berantakan.
Bara melipat tangan di dada dan menaikan satu alisnya melihat Starla berdiri kikuk di depannya.
"Setelah apa yang terjadi di sekolah, gue malah ke sini. Bukannya nyamperin Arsen karena dia juga pasti terlula, memang Starla mulai gila," batin Starla.
"Masuk," titah Bara namun Starla masih diam di tempat.
"Lo mau bediri di situ sampe kapan?" tanya Bara.
"Gue kesini cuma mau nganterin ini di suruh mama. Gue terpaksa karena mama maksa dan ngancem gak ngasih gue uang jajan selama seminggu. Jadi terima aja, ini makanan yang akan awet kalo disimpen di kulkas. Kalo lo mau makan tinggal di hangatkan," jawab Starla panjang lebar, "kata mama," lanjutnya.
"Gue gak nanya, buruan masuk." kata Bara.
"Aduh gue gak ada niat buat lama-lama disini, cuma mau nganterin suruhan mama dengan sangat terpaksa," Starla berucap sembari melangkahkan kakinya masuk ke dalam apatement, hal itu membuat Bara hampir saja tertawa namun sudah pasti ditahan.
Starla menaruh empat kotak makanan kedalam kulkas, lalu dengan teliti melihat-lihat makanan cepat saji yang ada di kulkas.
"Ini jangan di makan tiap hari," kata Starla. "kata mama itu gak sehat," ucapnya lagi ketika melihat Bara sedang memperhatikan dibelakangnya.
"Ayo makan." Bara berjalan ke arah ruang tv yang tak jauh dari dapur.
"Apa?" tanya Starla mengrkor dibelakang Bara.
KAMU SEDANG MEMBACA
STELLARSHIP
Ficção AdolescenteStarla. Seperti namamu yang berarti bintang, kamu adalah setitik cahaya dalam kegelapan. -Bara ___ Aldebaran Leander atau Bara adalah ketua geng bernama Arixon yang di segani di SMA Antariksa bahkan di sekolah lain. Dunianya yang gelap membuat Bara...
