Pilot Business

3.4K 144 44
                                        

🔞

🐺🐮





Jeongwoo pikir, ada satu mimpi besar yang tidak akan pernah terjadi dihidupnya. Menjadi seorang pilot seperti sang ayah? itu mustahil. Keluarga barunya carut marut bahkan soal membiayai sekolah kedua adik adiknya setelah ayah tiada, namun lihat apa yang terjadi berkat kerja keras Jeongwoo selama ini. Ia berdiri dengan gagah memakai baju biru tua kebanggaannya, sebagai seorang co-pilot dengan masa bekerjanya yang baru satu bulan.

"pak Jeongwoo!"

Seorang pramugari cantik menghampiri, menyodorkan tas hitam milik Jeongwoo yang rupanya tertinggal di lounge. "ini tas bapak, tadi ketinggalan di kursi"

"ah, iya! haduh kok bisa saya lupa ya, makasih banyak dek"

"iya pak, naiknya bisa nanti aja karena penerbangan bapak masih 1 jam lagi kok. mending ikut kita kita ngeteh dulu di lounge"

"walaupun masih sejam saya mau liat liat dulu, gugup banget karena baru pertama kali ngendarain pesawat segede itu hahaha see u diatas ya"

Mendengarnya, pramugari itu terpaksa senyum dan tak ada pilihan lain mempersilakan Jeongwoo keluar dari ruangan. Tentu saja belum ada siapapun didalam pesawat, hanya beberapa cleaning service khusus yang memakai masker, sibuk membersihkan dan melengkapi kenyamanan setiap kursi.

Jeongwoo berjalan dari belakang di tengah lorong pesawat yang besar itu sambil sedikit terharu, karena ini adalah maskapai pesawat yang sama seperti yang ayahnya dulu kendarai 10 tahun yang lalu. Sungguh sebuah kehormatan besar bagi Jeongwoo, tak sabar rasanya hingga ia sedikit berlari cepat kearah kokpit untuk melihat bagaimana bayangan pemandangan yang akan ia kendalikan selama 11 jam lebih kali ini diatas udara.

"halo, selamat sore. saya Park Jeongwoo, co-pilot yang─J-JUNGHWAN????"

Seorang dengan seragam pilot dengan empat strip yang duduk di sisi kiri menoleh kearah Jeongwoo, butuh beberapa detik hingga ia sama terbelalaknya dengan pria itu. Ia adalah So Junghwan, captain pilot maskapai Korean Air, maskapai yang sama dengan Jeongwoo.

"l-lo ngapain disini?!! jangan jangan lo officer gue??!"

Jeongwoo mengendus kesal tak menjawab, duduk di kursi sebelah Junghwan dan bergegas berbalik badan menyibukkan diri. Lebih baik ia fokus menyiapkan ruang kendali daripada bertatap lama dengan Junghwan, tetapi Junghwan malah menggeser kursinya agar mereka berhadapan.

"jir, ini bener Park Jeongwoo kan??? lo tuh bener bener obses ya dari dulu, bahkan sampe sekarang pun tetep berusaha ketemu? sayang banget udah kerja pun, lo tetep dibawah gue pfftt"

"gak usah belagu, ayah gue udah jauh lebih dulu ada di pesawat ini daripada lo"

Junghwan menggulirkan mata tak mau dengar. "who cares? intinya lo bakal jadi babu buat beberapa penerbangan kedepan, jadi baik baik ya sama gue as ur boss dan mudah mudahan aja cepet naik pangkat strip. itu juga kalo lo mampu sih sehebat gue, haha!"

Jeongwoo segera menepis tepukan basa basi Junghwan didada kirinya, kembali membalikkan punggung. Gawat, benar benar gawat. Junghwan adalah teman, ah bukan teman, tetapi saingan semasa sekolahnya dulu yang kerap kali membalap dalam hal prestasi. Pada saat itu satu angkatan dan guru guru pun tau bagaimana keduanya sangat berambisi mengalahkan satu sama lain, tak disangka keduanya menempati posisi akan satu bidang pekerjaan sekarang─bahkan berada di satu ruangan yang sama. Jeongwoo pusing memikirkannya.

Tak terasa 45 menit berjalan hingga menuju jadwal keberangkatan, pintu segera dibuka dan para penumpang pesawat dengan tertib masuk kedalam, mencari kursinya masing masing. Dada Jeongwoo berdebar tak karuan, padahal ia tentunya sudah beberapa kali menjadi officer sebelum hari ini dan perjalanan lancar lancar saja. Namun sekarang rasanya begitu berbeda, membayangkan posisi sang ayah yang juga dulu duduk ditempat ini. Ah, andai beliau melihat Jeongwoo sekarang, pasti bangga sekali..

Vehement [WooHwan]Stories to obsess over. Discover now