Sex Service

1K 107 53
                                        

🔞

🐺🐮





"saya.. bisa ngandelin kamu kan?"

Yang terdengar hanya dengusan yang ditanya, ruangan yang semakin dingin, dan suara jarum jam sesaat. Konyol juga, but nothings ridiculous kalo udah menyangkut duit, batinnya menatap pria berkemeja biru tersebut.

"yaaa kalo lo setuju sma fee gue sih bisa langsung deal─"

Sebuah amplop cokelat tebal sedikit dibanting ke meja, membuat Jeongwoo langsung menegakkan duduknya yang semula malas malasan. Tidak mungkin isinya mengecewakan untuk ukuran orang sebesar Gunwook, dan juga lihatlah muka putus asa itu takkan berbohong, kan?

"lo tau ini gak normal kan?"

"yeah. thats why I need ur help."

"I mean, yang harus gue lakuin cuma having sex sama istri lo doang, tapi bayarannnya sebesar ini"

"bangkitin gairah lebih tepatnya" potong Gunwook lagi. "ah, sebenernya saya gak mau gini, tapi gak ada jalan lain. saya harap jasa kamu bisa bermanfaat, dan sisanya bakal saya transfer kalo udah selesai"

"you've come to the right person."

Jeongwoo langsung memasukkan amplop itu kedalam tas, lalu pamit cepat cepat. Bahkan sampai ujung pertemuan kesepakatan hari ini, Gunwook masih terlihat bimbang. Jeongwoo mengulurkan tangan, berharap uluran yang hangat ini bisa sedikit menyentuh kepercayaan Gunwook.

Semua berawal dari masalah yang lumayan penting.

🐺🐮

"nah, tinggal ini sama ini yang udah mau abis. bilang sama mbak dibawah deh ntar suruh nyetok"

Junghwan menutup kulkas, lalu melepas apron dan bergegas mandi. Hari sudah gelap, Gunwook sebentar lagi pasti sampai dirumah dan tak mungkin ia menyajikan penampilannya yang berkeringat sesorean mondar mandir didapur pada sang suami. Walaupun punya belasan maid, tetapi memang pada dasarnya Junghwan tak pernah tahan berdiam dirumah, jadi Gunwook membuatkan dapur baru di lantai 2 supaya Junghwan bisa menyalurkan hobi memasaknya.

Senang sekali bukan rasanya menjadi istri presdir?

"oh? tumben dah sampe jam segini, biasa jam 8 baru sampe rumah"

Junghwan melempar senyum tipis, menerima pelukan Gunwook sambil mengancingkan piyama yang baru saja hendak dikenakan selepas mandi. Rupanya sang suami pulang lebih awal satu jam dari biasanya.

"rambut kamu masih basah ini, baru mandi?"

"huum"

Belum melepas kemeja, Gunwook sudah mengambil hair dryer di laci dan menyuruh Junghwan duduk didepan kaca rias. Membantu istrinya mengeringkan rambut dengan telaten, sambil senyum senyum melihat pantulan istri gemasnya itu dari cermin.

"sayang"

"ya?"

"tadi aku liat saldo kartu yang semalem aku kasih masih penuh, emang gak jadi beli baju yang waktu itu kamu bilang ke aku?"

"jadi kok, belinya terlanjur pake kartuku"

Gunwook mengernyit. "kan kamu tetep bisa pake kartunya buat beli barang lain, emang cuma itu yang kamu pengenin sekarang?"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: 5 days ago ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Vehement [WooHwan]Stories to obsess over. Discover now