Happy Reading!
“Dam, mending lu ambil selimut deh kasian Adek lu kedinginan tuh.” Tutur Fahri melihat Diandra menggosok tangannya.
Adam mengangguk ia memindahkan Diandra ke sofa bantal pelan lalu beralih mengambil selimut dan setelahnya dipakaikan kepada Diandra.
Diandra mengeratkan diri pada selimut yang sudah ada di tubuhnya ia mencari posisi nyaman untuk bisa tidur tapi tetap saja tidak bisa alhasil dirinya bangun.
“Kok bangun?gak nyaman ya?sama Abang yuk di kamar, Abang temenin.” Ucap Adam menatap Diandra tangannya menutup mulut Adiknya yang menguap.
Diandra diam sebentar, pilek terus mengganggu ia juga sedikit pusing.
“Dra, lu sakit ya?di kamar aja mending.” Tutur Gibran memberi tisu kepada Diandra, ia pilek.
Diandra mengernyit tetap mengambil tisu itu,
“Iya pilek kayanya,” Jawab Diandra tenang tapi suaranya bindeng.
Adam bangkit mencari minyak kayu putih agar Diandra bisa mendingan dan membuat pileknya sedikit membaik.
“Makasih,” Diandra menerima minyak kayu putih itu dan mulai menghirupnya.
Diandra duduk sembari memejamkan mata,
“Dra, istirahat aja ini udah malem banget,” Pungkas Elang ia kasian melihat wajah Diandra yang sedikit pucat dan terus pilek.
Diandra menggeleng, ia masih menghirup kuat aroma minyak kayu putih dirinya juga mengeluarkan nafas sedikit demi sedikit lewat mulutnya karna jika lewat hidung menyumbat pileknya sangat mengganggu.
“Ouh iya, emang sekarang jam berapa?” Tanya Diandra dirinya mengeratkan selimutnya.
Rega menatap arlojinya,
“Jam setengah 1.” Beritahu Rega.
“Tidur aja lagi Dek,” Titah Adam lagi.
“Gak mau gak bisa.” Geleng Diandra.
Diandra membunyikan jari - jarinya yang pegal lalu menekan - nekan hidungnya begitu berulang - ulang.
Mereka yang melihat sangat gemas, ekspresi yang Diandra berikan saat ini sangat lucu bagi mereka.
“Gemes banget deh Adeknya Adam.” Ungkap Fahri melihat apa yang Diandra lakukan.
“Hah?gemes kenapa?” Bingung Diandra kali ini ia menyatukan tangannya dan menggosoknya pelan tak lupa kakinya ia mainkan dirinya tak merasa melakukan sesuatu.
“Gimana ya jelasinnya?ya pokoknya gemes dah,” Lanjut Fahri benar - benar masih menatap Diandra dengan pandangan gemas ingin mencubit.
“Oh iya - iya,” Diandra menjawab seadanya sembari mengangguk.
Mereka yang melihat tersenyum sangat gemas dengan jawaban yang Diandra berikan.
“Besok bukannya Sekolah ya?kok pada gak pulang.” Tanya Diandra ia tak berniat mengusir hanya bertanya.
“Sekolah?besok hari minggu.” Sahut Putra.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELANG
Teen Fiction_________________________ //__________________________ {DON'T COPY MY STORY!!!CERITA INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA!!!} {WARNING!!!TULISAN MASIH ACAK DAN BELUM RAPI!!!} _________________________ // __________________________ Prolog Elang Arta Sa...
