Happy Reading!
Pagi hari tiba tapi cuaca sangat dingin, rintik hujan mulai turun perlahan yang lama - lama menjadi deras, Diandra mengeratkan selimutnya saking dinginnya ia tak ada niat untuk bangun,
“Dingin banget astaga,” Gumamnya masih menutup mata.
***
Sedangkan di bawah Adam menyiapkan sarapan hal itu membuat Amar bertanya,
“Weh, Seorang Adam masak?gile baru tau gue,” Amar meledek melihat apa yang di lakukan Adam.
“Why?gak harus Cewe selagi lo bisa kenapa gak masak?” Jawab Adam mulai mengambil beberapa piring.
“Iye Adam,”
Adam mulai menuangkan nasi goreng pada 2 piring dan di taro pada meja makan.
“Kok dua doang?kite kaga lo kasih makan nih?” Tanya Farrel melihat Adam hanya menyiapkan 2.
“Ck, ambil sendiri lah lu kira gue babu lu!” Ketusnya.
“Lah, terus?itu buat sape?” Tanya Fahri.
“Buat gue sm Adek gue,” Jawabnya Adam.
“Hm,”
“Makan lo pada, gue ke atas dulu liatin Adek gue.” Kata Adam langsung ke atas ia takut jika Adiknya itu sakit karna semalam ia bertkata pusing dan juga pilek.
Ceklek,
Adam langsung masuk ia melihat Diandra masih bersama selimutnya, Adam mulai melangkah dirinya mematikan AC lalu mulai membangunkan Adiknya pelan,
“Dek, bangun.” Tutur Adam mengelus rambut Diandra lembut.
“Eemmm,” Diandra hanya bergumam.
“Bangun, udah jam 7 kamu makan dulu. Abang takut kamu sakit karna Semalam kamu katanya pusing.” Pinta Adam melihat Adiknya yang belum membuka mata.
“Gak kok udah gak papa.” Jawab Diandra ia mulai duduk lalu meregangkan ototnya yang pegal.
“Mau mandi dulu apa makan dulu?” Tanya Adam melihat Diandra sudah duduk.
“Kalo mandi dingin banget deh pasti,” Lirihnya.
“Yaudah makan dulu aja nanti kalo mau mandi Abang siapin Air Hangat buat kamu deh.” Ucap Adam ia mulai bangkit.
“Yaudah,”
“Abang duluan turun aku cuci muka dulu,” Kata Diandra membuat Adam mengangguk lalu keluar dari kamar.
Diandra terpaksa bangun dan betapa dinginnya ketika kaki telanjangnya menyentuh lantai,
“Ais dingin,” Gumamnya.
Diandra langsung masuk ke dalam kamar mandi sebelum cuci muka ia menguncir rambutnya menggunakan jepitan lalu segera mencuci muka setelahnya ia ke bawah untuk sarapan.
“Pagi Diandra,” Sapa Gibran melihat Diandra.
“Pagi juga,” Jawab Diandra.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELANG
Teen Fiction_________________________ //__________________________ {DON'T COPY MY STORY!!!CERITA INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA!!!} {WARNING!!!TULISAN MASIH ACAK DAN BELUM RAPI!!!} _________________________ // __________________________ Prolog Elang Arta Sa...
