Bagian 20

21 3 3
                                        

Happy Reading!

Mereka semua memesan bakso lalu mulai menyantapnya dengan lahap dan untuk penutup tersedia minuman es teh, es jeruk tak lupa jajanan lainnya,

“Sekali - kali gini kan enak,” Faqih bersiul karna sekarang dirinya senang tak mengeluarkan uang untuk jajan.

Ck!”

Mereka yang kalah berdecak mendengar perkataan Faqih.

“Kita Makasih juga ya udah di traktir,” Ucap Diandra pada mereka.

“Sama - Sama!”

Di tengah asiknya obrolan tak sengaja Diandra terkena tumpahan air dari seseorang,

“Eh, Maaf Ka gak sengaja tumpah.” Ucap orang itu, Diandra berdiri dan mengangguk karna melihat siapa yang menumpahkannya.

“Sekali lagi Maaf Ka.” Tambahnya dengan berpura - pura.

“Gapapa,”

Di sela - sela ingin membantu, sengaja lengan Adik Kelasnya ini menyentuh leher putih Diandra, Diandra tersentak kaget di buatnya tetapi tidak dengan Adam yang langsung naik pitam,

BUG!

BUG!

Akh!

Semua berdiri dan terkejut melihat Adam menonjok Adik Kelasnya ini berulang kali,

“Woy Adam, anjir lu kenapa sih?!” Mereka semua berusaha melerai.

“Anjir Dam, gila lu ngapa gini dah?udah!” Rega dan yang lainnya mencoba menjauhkan Adam.

Diandra, Alingka, Alesha, Liza dan Dea terpaku, shock melihat semua yang terjadi,

Ck!” Adam berdecak kasar, meenatap Adik Kelasnya yang sudah terkulai lemas.

“Lu ngapa sih Dam?” Tanya Gibran di lihatnya Adam sangat murka.

“Uhuk!” Adik Kelasnya memuntahkan darah segar.

“Eh anjir, lu gapapa?” Faqih, Alip dan Aa mencoba mendudukannya dan bersandar pada tembok.

“A–anu, ini–

Alingka tidak bisa berkata - kata,

Glek,” Alesha menelan ludah.

“Gi—la.” Liza dan Dea sangat kaget.

Sedangkan Diandra mematung.

“Dam, lu kenapa?dia ngelakuin apa emang sih?kan gak sengaja nih anak numpahin air ke Adek lo.” Tegur Rega menatap Adam.

Adam berdecih mendengarnya, “Dia sengaja ngelakuin itu!tadi gue liat nih anak nyentuh leher Adik gue!” Pekiknya tajam.

Semua kaget mendengar penuturan Adam, masa sih?

“Lu salah liat kali—

“I—ya ta—di dia nyentuh leher gue,” Diandra menyela dengan suara bergetar.

ELANG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang