Bagian 25

6 1 0
                                        

Happy Reading!

Beberapa menit semua membeku diam mendengar ucapan Rega, Dirinya yang masih memeluk Diandra kini berkata pada Adam.

“Diandra akan gue bawa sementara,” Tegas Rega menatap mereka satu - persatu.

Mendengar itu Adam tak terima, dirinya menatap Rega dengan emosi. Apa - apaan ini?

“Maksud lu apa?dia Adek gue!lu gak berhak sekalipun membawa dia dari rumah ini!” Seru Adam dengan penuh amarah.

“Oh ya?jangan lupa gue juga Abangnya dan apa lu pikir gue bakal biarin lu berdua di rumah?lu tuh emang udah Gila!Bagaimana bisa Seorang Abang tega merenggut Kesuciaan Adik Kandungnya sendiri?” Desis Rega sinis.

Adam terdiam kali ini dirinya kalah telak. apa yang Rega ucapkan semua benar tapi bagaimanapun Diandra Adik Kandungnya. Dirinya punya Tanggung Jawab untuk Menjaganya tetapi justru dia yang Merusak.

“Ayo!” Ajak Rega langsung menarik tangan Diandra.

Rega membawa Diandra keluar Rumah dan mulai menjalankan Mobilnya menuju Apartemen miliknya.

Tak ada yang bersuara di dalam hanya saja isak tangis Diandra yang belum berhenti, ia tak menyangka akan terbongkar secepat ini...

“Minum.” Ujarnya lembut.

Diandra menerima dan meneguknya perlahan,

“Makasih.” Bisiknya Lirih.

Rega menghela nafas, hari ini begitu lelah rasanya.

Beberapa menit mereka sampai, karna masih pagi jadi jalanan cukup sepi. Rega berjalan lebih dulu diikuti Diandra yang menatap kosong ke bawah,

“Masuk.” Rega menahan pintu Apartemennya, memberi isyarat agar Diandra melangkah lebih dulu.

Ia melenggang masuk ke dalam Apartemen milik Rega yang memang terbilang mewah, Rega memang orang berada walau dirinya jarang di perhatikan.

“Kamu tidur sini.” Titah Rega mengusap lembut Surai Diandra.

Diandra menatap Kamar nya, Kamar milik Rega berwarna Gelap memang tapi memiliki kesan yang nyaman itu menurut Pandangan Diandra dan tak sepenuhnya gelap karna Sinar Matahari pagi masuk dalam celah - celah Kamar.

“Bang Rega?” Panggil Diandra ragu.

“Di luar.” Jawabnya singkat.

“Tapi—

“Gapapa, masuk istirahat.” Potong Rega kali ini lebih lembut.

Tak ada bantahan Diandra masuk dan mengistirahatkan Tubuhnya di Kasur, seraya menatap langit Kamar Diandra merenung tak menyangka akan Terbongkar secepat ini dan lebih Syoknya lagi bukan Orang Tuanya yang mengetahui ini lebih dulu melainkan Teman - Temannya dan Teman Abangnya.

***

Gibran melenggang pergi begitu saja meninggalkan Kesunyiaan yang Hampa, begitu pun yang lain perlahan mereka meninggalkan Adam tanpa mengucapkan satu kalimatpun dan hanya tersisa Faqih dan Aa.

“Dam, jujur gue gak nyangka kalo citra lu seburuk ini.” Desis Faqih Kecewa, Setelah mengucapkan itu ia melenggang pergi bersama Aa.

Adam duduk dengan lemas tak menyangka akan terbongkar secepat ini, dirinya terpaksa jujur walau kenyataannya ini menyakitkan.

“Maafin Abang, Dek...” Isaknya Pecah dalam Kesunyian.

Ia menangis sendirian tak ada rangkulan, tak ada penyemangat, tak ada yang menemani, dirinya benar - benar sendiri sekarang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 06 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ELANG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang