Happy Reading!
Diandra sudah selesai dan mereka bertiga berjalan ke bawah lalu duduk di Sofa, Rega menghampiri di ikuti yang lain,
“Mau main apa nih?” Tanya Alingka tak sabar.
“Susun Gelas, lu tadi gak denger?” Jawab Faqih menatap Alingka.
“Lu bisa gak sih kagak buat gue kesel?!” Pekik Alingka Moodnya hari ini hancur karna Faqih.
“Mulai lagi,” Amar memejamkan mata melihat mereka mulai bertengkar.
“Dia duluan kok yang mulai!” Tunjuk Alingka langsung.
“Ck, udah anjay damai - damai.” Rangga menengahkan mereka sembari menggerakan tangannya.
“Istighfar Nak,” Ucap Rangga mengusap lembut pundak Alingka agar Perempuan itu tenang.
Sebelum menjawab, Alingka menghembuskan nafas dan langsung tenang.
“Iya,” Kata Alingka.
Kemudian barulah Arka mulai bersuara tapi Alingka yang teringat sesuatu langsung menyuruh Cowok itu diam dulu,
“Kenapa lagi?” Tanya Arka bingung.
“Sebentar deh,”
Alingka teringat sesuatu ia mulai bisik - bisik pada kedua Sahabatnya agar tak terdengar,
“Sebelum main ini kesempatan kita buat kasih tau Elang sama Gibran,” Bisik Alingka pada kedua sahabatnya.
“Kasih tau apa?” Diandra dan Alesha bingung.
“Kalo Diandra waktu itu gak mau ikut campur nah berarti kita berdua aja, Lesh.” Tuturnya pelan agar tak terdengar Anak Cowok.
“Diandra lu kesana ya kita berdua doang.” Alingka menjauhkan Diandra pelan.
Diandra heran, apa yang mereka rencanakan?
“Buset Cewek - Cewek ribet banget njiirrr,” Kesal Rangga melihat mereka bisik - bisik.
“Diem dulu ih!” Ketus Alingka mendengar apa yang Rangga ucapkan.
“Buset!!” Cowok itu mengelus dadanya kaget mendengar suara nyaring Alingka.
“Diem!” Katanya lagi membuat Cowok itu mendengus.
“Itu loh, yang kita mau ngasih tau ke Gibran dan Elang tentang Faqih yang mesum, inget gak?” Tanya Alingka pelan mencoba mengingat jika Sahabatnya ini seperti lupa.
Otak Alesha langsung terhubung ke mana arah pembicaraan ini,
“Tau, tau!” Angguknya.
“Nah ini waktu yang tepat buat kita bocorin ke Elang dan Gibran.” Ujarnya lagi.
“Bener!!” Alesha mengangguk tak lama mereka bertos.
“Ngapain sih?” Heran Faqih melihat mereka.
“Udah,” Alingka tersenyum menaikan alisnya menatap Alesha.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELANG
Ficção Adolescente_________________________ //__________________________ {DON'T COPY MY STORY!!!CERITA INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA!!!} {WARNING!!!TULISAN MASIH ACAK DAN BELUM RAPI!!!} _________________________ // __________________________ Prolog Elang Arta Sa...
