Bagian 24

18 1 0
                                        

Happy Reading!

“Ter—bongkar?ma—maksudnya apa?”

Alingka dan Alesha menatap Diandra seakan menuntut jawaban.

“Dam, jelasin!” Rega menatap Tajam Adam membuat semua Mata kini tertuju padanya, menunggu Jawaban yang selama ini di sembunyikan.

Gibran merasakan remasan di bajunya, ia menatap Diandra yang menunduk dalam.

“Pada intinya—Fakta yang harus kalian dengar sekarang adalah Kepahitan.” Adam menekankan setiap kalimat yang harus mereka dengar.

“Gue Adam Abang Kandung Diandra...” Adam menggantung setiap Kalimatnya, memecahkan keheningan yang terasa menyiksa. “Gue Jatuh Cinta pada Diandra dan—sudah melakukan pelecehan—pada Adik Kandung gue sendiri.” Akunya dengan suara parau, mereka yang mendengar membeku...tak menyangka dengan apa yang di dengarnya.

***

Elang, Sebagai Seseorang yang menyukai Diandra secara tidak langsung harus menelan kenyataan pahit ini.

Alingka membekam mulutnya menahan tangis mendengar Fakta menyakitkan ini dan Alesha menatap Diandra dengan mata berkaca - kaca.

Rega...mengepalkan jari - jari tangannya, dirinya berusaha mati - matian menahan apa yang baru di dengarnya.

Dan yang lain masih diam menatap tak Percaya Adam dengan tatapan kosong.

“D—dam...ini lu bohong, kan?” Faqih bergetar mendengar semuanya, berharap ini hanya lelucon murahan.

“Enggak...kalian gak salah dengar.” Lirihnya dengan suara yang nyaris hilang ditelan keheningan.

Tidak ada yang bersuara. Mereka semua seolah Remuk mendengar kalimat terakhir dari mulut Adam.

Diandra sendiri menunduk menatap lantai dengan pandangan kosong.

“Ja—jadi ini alasan lu selalu diam, Dra?” Dengan Gugup, Alingka menatap Diandra seolah meminta jawaban atas sikap diamnya selama ini.

Air Mata Diandra menetes kembali sambil menatap nanar, ia dengan pelan memberi anggukan kecil.

***

Alingka sangat kaget mendengar kebenaran ini, dirinya benar - benar tak menyangka bahwa Sahabatnya memendam ketakutan dan kepahitan ini seorang diri.

“Dra—jangan—bilang yang di UKS waktu itu—

“UKS?maksud lu apa?” Potong Elang cepat menatap Alingka.

“Gu—gue wa—waktu itu pernah nganter Diandra...Dra lu inget?waktu—

“Iya...setelah lu anter gue ke UKS dan gue sempat bangun lalu cerita gue selalu takut untuk pulang?ingat?Elang dan lu berdua tau, itu alasan gue takut pulang karna Abang.” Ungkapnya lemah tak sanggup mengingatnya.

Bugh!

Bogeman mentah mendarat di pipi Adam, Rega tak tahan mendengar semuanya...

Bugh!

“BANGUN DAM!” Teriak Rega Lantang di hadapan Adam yang sudah tak berdaya.

ELANG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang