Bagian 22

15 1 0
                                        

Happy Reading!

Empat bulan yang lalu...

Aknel yang sudah selesai mengganti baju Olahraga berniat untuk kembali ke kelas tapi ketika ingin berjalan ke kelas ia urungkan karna tak sengaja mendengar isakan tangis dari Seseorang yang ia kenal—Diandra Kakak Kelas nya yang ia Kagumi, Aknel menempelkan punggungnya ke tembok dirinya tidak ingin menguping namun entah kenapa jika berkaitan dengan Diandra ia tak bisa berpaling, diam begitu saja.

"Gua takut buat pulang." Ucap Diandra dengan lirih.

"Kenapa lu takut?cerita aja." Paksa Alingka.

Diandra kembali menggeleng kan kepala nya, itu membuat Alingka capek untuk memahami.

"Yaudah, sekarang lu tidur, nanti pas bel pulang sekolah bunyi gua bangunin." Kata Alingka.

Diandra mengangguk, setelah nya tertidur.

Namun selang beberapa menit Alingka kebelet pipis, Alingka terpaksa meninggalkan Diandra sendirian karna Diandra tertidur ia segera keluar dan menuju Kamar Mandi sekalian ia berniat mengambil Tas mereka karna sebentar lagi jam pulang tiba.

Diandra terbangun, dirinya tidur tetapi hanya sebentar Aknel hanya memperhatikan dari luar tak ada niat untuk masuk ke dalam,

"Kenapa bisa?kenapa Abang Kandung gue bisa ngelakuin itu?" Bisik Diandra mengingat memori yang membuat dirinya takut.

"Udah kotor...Kenapa bisa Abang Kandung melakukan hal-bukan melakukan lagi tapi sudah merampas Kesucian yang gua punya."

"Gua udah dipake...udah gak suci..."

Diandra menangis dalam diam tak lama tertidur barulah Alingka kembali dengan membawa Tas miliknya dan Diandra sedangkan Aknel membeku mendengar Perkataan Kakak Kelasnya.

Kaget dan terdiam, seakan tak percaya bahwa dirinya akan mendengar ini semua...

"Jadi ini yang membuat Ka Diandra selalu diam?dan Abangnya?Selama ini-Ka Diandra udah gak Perawan?dan Adam-begitu...Sepertinya gue bisa menghancurkan lu dengan ini." Desisnya pelan tetapi tajam.

Karna bel pulang sudah berbunyi sejak tadi, Aknel segera melangkahkan kaki menuju Kelasnya dan mengambil Tas lalu pulang ke Rumah.

"Rekaman yang baru gua dapet ini bakal gua copy ke kaset pita, Barang Digital itu rawan ilang atau kehapus, beda kalau udah ada fisiknya. ini bakal jadi kartu as yang akan gua simpen dengan baik." Gumamnya dengan nada rendah.

Ya, tadi Aknel memang sengaja merekam semua perkataan Diandra dirinya penasaran dan sekarang bukti itu sudah ia dapat.

"Dengan adanya bukti ini gue akan buat diri lu hancur Adam!" Ucapnya Tajam.

Aknel Tersenyum penuh kepuasan karna sebentar lagi dirinya akan melihat kehancuran Adam.

***

Adam mengacak rambutnya hingga awut - awutan, tak mempedulikan penampilannya yang sudah berantakan. Sekarang, Adam berada di sebuah Bar. Suara denting gelas di bar seakan mengejek Adam betapa berantakannya ia saat ini.

ELANG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang