Happy Reading!
“Mereka jadi dateng apa kaga?lama bener,” Ujar Faqih sudah lama menunggu.
“Sabar lah, lu kira rumah mereka deket kali.” Sahut Gibran menatap Faqih.
“Itu Bu Morin Bahasa Inggris bukan sih?” Tanya Adam melihat Guru itu sedang kebingungan.
“Iya Bu Morin.” Angguk Elang.
Adam hanya mengangguk tidak berniat untuk menghampiri, entahlah tidak ada niatan sama sekali memang untuk sekedar mengobrol atau bercengkrama dengan Guru yang berada di sini seperti sekarang tidak ada niat menghampiri Bu Morin selaku Wali Kelasnya dulu.
“Kalian!” Panggil Bu Morin ketika melihat Elang dan yang lain masih berada di kantin.
“Ck, pasti mau di hukum.” Ujar Faqih dirinya sudah siap jika Bu Morin akan memberi hukuman.
“Dosa bet lu Qih, suuzon sama Guru,” Cetus Elang mendengar ucapan Faqih.
Faqih hanya menyengir tak lama Bu Morin sudah berada di hadapan mereka,
“Kalian ngapain di sini?udah bel dari tadi juga!” Tanya nya dengan nada ketus.
“Kita biasa bolos sih Bu, jadi gak bakal masuk.” Balas Faqih membuat Gibran dan Elang yang mendengar berdecak.
“Bego, udah tau bolos ngapain jujur coba.” Batin Adam tak abis pikir.
“Kalian ini bolos mulu, beruntung hari ini kalian tidak akan Ibu hukum,” Kata Bu Morin yang mendapat tatapan heran oleh mereka, tumben bet.
“Kalian—
“Loh?ada Adam?tumben kamu kesini?” Kalimat Bu Morin terhenti ketika melihat adanya Adam.
“Nganter Diandra Bu,” Jawab Adam berdiri dan mencium punggung tangan Bu Morin.
“Udah berapa tahun kamu gak kesini?huh kangen Ibu sama kamu.” Ujar Bu Morin menatap Adam dengan tangan betengger di pinggang.
“Apa kabar?” Tanya Bu Morin kemudian.
“Baik Bu,” Ucap Adam singkat.
Bu Morin mengangguk sebelum berbicara Beliau menghela nafas pelan lalu berucap,
“Karna ada kamu di sini, Ibu tidak akan menghukum mereka,” Ucap Bu Morin menggerakan dagu ke arah Elang, Gibran dan Faqih.
“Yes!!gitu kek Bu, sekali - kali baik.” Ujar Faqih langsung mendapat jitakan oleh Adam.
“Sakit anjir!” Ringis Faqih mengusap kepalanya pelan.
“Yang Sopan, Beliau lebih tua.” Seru Adam membuat Faqih mengangguk.
“Iya,”
“Maaf ya Bu,” Ucap Faqih kepada Bu Morin.
“Iya, tapi kalian tolong bantu Ibu,” Pinta Bu Morin menatap mereka bergantian.
“Bantuin apa Bu?” Tanya Elang langsung.
“Gini, kalian tolong jaga kelas Diandra mereka sedang ulangan dan tidak ada yang jaga, seharusnya Ibu yang menjaga tapi tidak bisa karna sebentar lagi ada rapat mereka tetap harus menyelesaikan ulangan hariannya,” Bu Morin menjelaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELANG
Fiksyen Remaja_________________________ //__________________________ {DON'T COPY MY STORY!!!CERITA INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA!!!} {WARNING!!!TULISAN MASIH ACAK DAN BELUM RAPI!!!} _________________________ // __________________________ Prolog Elang Arta Sa...
