Happy Reading!
Entah kenapa Alingka ingin buang air kecil tapi dirinya tetap menahan karna malas untuk ke kamar mandi, menghela nafas Alingka diam tapi sial!keinginannya untuk pipis tak bisa di tahan mau tak mau ia kebelakang,
"Mau kemana, Beb?" Tanya Faqih melihat Alingka berjalan menjauh.
"Kamar Mandi," Jawab Alingka tak ingin debat.
"Ikut!!" Faqih berteriak.
"Apa sih!dasar mesum!" Dengus Alingka ketika Faqih mengikuti, tetapi tidak sampai dalam hanya di luar dan itu pun agak jauh.
Alingka mendesah ketika dugannya benar jika dirinya dapat, ck.
"Duh, gimana nih?gak keliatan sih, tapi gimana bilangnya?mereka masih main." Tutur Alingka lesu.
"Kok lu di sini, Qih?ngapain?" Tanya Diandra dirinya haus makanya ke belakang.
"Nungguin Alingka, di dalem ada dia," Beritahunya.
"Ouh gitu,"
Diandra mencuci tangannya dan mengambil air minum.
Ceklek,
"Udah, Beb?" Tanya Faqih ketika melihat Alingka keluar.
"Hm," Jawabnya cemberut.
"Kenapa Ling?" Tanya Diandra menyadari Mood Sahabatnya ini sangat tidak baik.
"Diandra!!huwaaa!!gue dapet!!gimana nih?gak bawa Pembalut." Ungkapnya langsung menangis.
"Eh, astaga Bebep dapet ternyata?cup, cup..." Faqih menenangkan.
"Ouh lu dapet, pantes marah lu gak biasa."
"Yaudah gue ke kamar dulu ambil Pembalut sama buat lu ganti pakaian, okey?" Seru Diandra membuat Alingka langsung mengangguk.
"Jaga Alingka dulu ya," Ucap Diandra pada Faqih membuat Pria itu langsung mengangguk.
Diandra berjalan ke atas, matanya sempat melirik mereka yang masih asik bermain.
Tak perlu waktu lama Diandra sudah kembali dan menyerahkan apa yang di butuhkan,
"Makasih banyak Diandra Sayang!!" Ucap Alingka langsung memeluk Diandra.
"Santai aja," Diandra membalas pelukan itu.
Alingka melepaskan pelukan itu lalu dengan segera mengganti dan keluar ketika sudah selesai,
"Ada plastik atau yang lain?buat naro ini," Tanya Alingka sedikit malu mengungkapkan karna dirinya masih menyadari ada Faqih.
Diandra langsung menyerahkan tas tenteng berwarna hitam itu pada Alingka dan Alingka langsung memasukkan semuanya,
"Makasih banyak!!" Ucap Alingka Tersenyum.
"Taro kamar mandi lagi aja dulu gantung, Ling." Seru Diandra kepada Alingka.
"Ouh iya ya," Alingka langsung meletakkan di gantungan yang tersedia.
"Mau ke depan?" Tanya Diandra setelah selesai.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELANG
Teen Fiction_________________________ //__________________________ {DON'T COPY MY STORY!!!CERITA INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA!!!} {WARNING!!!TULISAN MASIH ACAK DAN BELUM RAPI!!!} _________________________ // __________________________ Prolog Elang Arta Sa...
