Bagian 10

49 8 0
                                        

Happy Reading!

“Seperti Bulan yang memerlukan malam.”

Unknown

_________________ ׂׂૢ་༘࿐__________________

Orang yang kita sayang sekalipun bisa merasakan sakit karna sesuatu yang dapat melukai dirinya melalui kata - kata atau pikirannya, seperti bulan yang memerlukan malam. maknanya, Dalam hidup ini kita membutuhkan seseorang yang istimewa di dalam hati kita. 

“Tugas anak sma banyak banget ya huh capek gua,” Ujar Diandra merenggangkan seluruh tubuhnya.

Dirinya sedang mengerjakan beberapa tugas dikamarnya,

“Fisika susah banget deh mending lebih milih kimia gua mah dari pada fisika.” Diandra mendesah karna tangannya yang pegal sedari tadi.

Diandra meregangkan otot - otonya yang pegal, menjauhkan semua bukunya dan mulai memejamkan matanya, lelah.

“Kenapa Mama sama Ayah belum juga pulang sih?kesel deh kalo gini, lama banget.” Decak Diandra memikirkan Orang Tuanya yang tidak pulang - pulang.

“Kebawah aja deh, ini biar nanti dilanjut.” Ujarnya lalu berjalan kebawah.

***

Diandra mulai membuka kulkas mencari sesuatu yang dingin untuk diminum ada segelas susu coklat entah punya siapa Diandra langsung membuka dan duduk lalu meminumnya.

Dari arah belakang ada seseorang, orang itu menyentuh pundak Diandra dan

Puk

Diandra yang kaget langsung berdiri dari duduknya dan melihat siapa yang menepuk pundaknya,

“ABANG?” Pekik Diandra menatap siapa orang yang membuatnya kaget.

“Maaf Dek, Abang cuma iseng aja.” Adam hanya menyengir dan mulai duduk dekat Diandra.

Huff...

Diandra duduk kembali meminum susu coklatnya yang tinggal sedikit.

“Mama sama Ayah kapan pulang?” Tanya Diandra menatap Abangnya yang sudah melepaskan salah satu kancing kemeja atasnya mengekspos sedikit bagian dadanya membuat Diandra menatap kearah lain.

“Nanti Abang coba telfon, soalnya dari kemaren gak ada satupun pesan dari mereka.” Jawab Adam menatap Diandra yang kini memalingkan wajahnya.

“Ih, masa sih aku tidur nanti sendiri?kan temenku udah pulang, belum tentu mereka mau nginep lagi karna ada kerjaan lain dirumahnya.” Seru Diandra lesu.

Adam yang mendengar ucapan Diandra mengerti dan berkata,

“Yaudah lah, kan ada Abang.” Ucap Adam.

Diandra terdiam, ah sepertinya dia salah berucap jika seperti ini Diandra takut Abangnya - Diandra langsung menepiskan pikiran itu dan berusaha mencari cara agar tidak berdua dirumah.

“Kenapa?kok bengong?” Tanya Adam melihat Diandra melamun.

“Ah?ga-gapapa Bang,” Jawab Diandra sedikit gugup.

ELANG Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang