23

104 11 0
                                        


Langit menunjukkan kegelapan pada dini hari. Mendung katanya, namun seonggok cahaya dari pria yang mengayun kaki nya secepat mungkin, terlihat sangat terburu-buru. Ia terlambat hari ini, karena tadi malam memikirkan dua orang tersayangnya tersenyum satu sama lain.

rintik rintik hujan berdatangan dengan perlahan, untungnya ia sudah berada dikelasnya. Dengan nafas yang tak tertatur dan pelipis yang berkeringat deras. Ia melihat Nalendra yang tengah mengerjakan tugas rumahnya.

Leon tertawa kala mengingat peristiwa semalam, mengingatnya kembali membuat dirinya kembali bersemangat. Semalam, Nalen habis di marahi kakanya sendiri, di depan teman temannya.

Nalen hanya bersikap lembut dan seperti biasa hanya mengangguk angguk saja. Mengerti apa kata sang kaka, Galen terlihat sangat kesal, tapi wajahnya menunjukkan ekspresi bahwa ia bahagia, Seperti melihat kenangan masa lalu.

Nalen menyapa Leon, paras nya terlihat sempurna kala menunjukkan senyumnya. Kelas baru saja akan di mulai, guru itu meminta tugas seminggu lalu yang telah ia berikan.

Nalen menggaruk tengkuknya, saat guru menanyakan tugas miliknya, ia hanya tersenyum kikuk dan menjawab "saya lupa.." jawab nya.

Leon membulatkan matanya lucu, sambil menolehkan wajah nya ke arah Nalen ia berseru terkejut, "terus yang lo buat tadi apaan?" dengan berbisik mencondongkan tubuh nya.

Nalen menggeleng, kemudian melangkahkan kaki nya munju pintu keluar dan mengerjakan hukuman yang diberikan kepadanya.

Leon tak habis pikir hanya menggelengkan kepalanya, ia sambil berbangga hati karena sudah mengerjakan pr tersebut jauh hari.

Saat tangannya meraih sebuah buku, pergerakannya terhenti. Wajahnya memerah, telapak tangannya yang besar mendarat pada jidatnya. Mata nya kemudian membelalak.

"LAH KETINGGALAN- ... eh gajadi ada ding"

Bell istirahat berbunyi, sedari tadi ia sudah duduk bersantai di bawah pohon sembari meneguk sebotol air dingin yang segar.

Hari ini terasa sangat amat menyenangkan baginya, ia menghabiskan waktu dengan bersantai dan tak mengerjakan hukumannya. Tak satu pun yang tahu bahwa ia hanya berdiam diri saja menghabiskan waktunya sia sia.

Nalen akan mengerjai sahabat baiknya menggunakan orang terkasih sahabatnya. Ia tahu bahwa perempuan itu menjadi salah satu semangat hidup temannya sampai saat ini.

Senyum nya terlihat tak berminat turun, ia terus saja bergumam tidak sabar senantiasa menunggu waktu hingga jam itu tiba. Mata nya membulat besar, melihat seseorang berlari menuju nya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 28 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Lian & Leon. || sunoo, jungwon. Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang