hehe hay
eh iya klo ini ada yg bingung, ini scene lanjutan flashback (Name) dari part 41
*
"Penawaran yang menarik sekali, sayang."
Aku bersidekap, menatap mata biru tanpa putih itu dengan tatapan datar.
"Apakah ini artinya iya?"
"Akan jauh lebih menguntungkan diriku ini apabila kau langsung menyerahkan penguasaan tubuh ini dengan sukarela."
Auranya lebih mencekam daripada sebelumnya.
Aku menghela napas. Negosiasi ini susah, apalagi lawannya bukan manusia. Manusia aja ngeyelnya setengah mampus apalagi yang bukan manusia. Logikanya begitu yakan. Jadi karena aku merasa bakal kalah debat (ril), aku memutuskan mengganti topik secara tiba-tiba.
"Quirk apa saja yang sudah pernah kau serap dari pemilik sebelumnya?"
Hening. Aku sedikit menahan napas. Selama ini nyaris tak pernah aku menanyakan hal serius ke sosok kutukan ini. Biasanya mah ngumpatin doang ya ges ya. Jadi agak tegang aja takut si adek tersinggung gitu.
Wujud itu bergerak-gerak ringan, sebelum kemudian berputar mengelilingku pelan. "Wadah pertama sayangku yang amat menyukai langit. Seorang mass total control..., pengendalian fantastis, pengendalian massa dalam jumlah besar.. saat di mana Dewiku yang kukasihi masih dipercaya oleh banyak orang. Kami dipuja dan dianggap reinkarnasi, ah masa yang indah,"
"Wadah kedua, manis lesung pipi, Gyrokinesis. Seperti laki-laki dengan surai seperti kayu mahoni yang kau temui saat bulan menyapa. Ah~ sayangku si lesung pipi, kami hampir berhasil mematahkan kutukan saat kemudian ia menemukan akhir di pelukan sang kekasih."
Aku bergumam pelan, langsung bisa menarik kesimpulan. Dia mungkin berusaha berkorban untuk kekasihnya tapi sepertinya gagal karena serangannya murni diarahkan kepada pewaris kedua. Makanya kutukannya kaga kelar. Mungkin ya mungkin.
"Tiga.., sebuah tarikan waktu., Duhai Lautan, gadis itu mengingatkanku dengan Selena."
"Apa maksudnya Tarikan Waktu?"
Aliran lembut air mengelus pipiku. Gausah minta narasi soalnya kalau digambarin nanti langsung ganti genre dikit awkwkwk.
"Lantas selanjutnya adalah sang anak Selena yang mampu menarik waktu dan ruang, berpindah ke sana kemari, menghentikan detik. Bahkan dengan kuasa Dewi Lautan, gelombang pasang terbesarpun mampu ia tarik."
Aku bergumam pelan, sekilas mengingat bahwa aku memakai jurus ini saat di pulau Nabu. 50% tahap pertama, ah- emang sih aku ingetnya itu jurus di mana aku berposisi seperti bulan yang dapat menarik pasang air laut tapi anjay juga si tiga ni mampu menarik ruang waktu KEK ANJAY OVERPOWER BANGET COI.
"Huhuhu... sayangku sang anak Rembulan hanya tidak mampu menarik kekasihnya. Tenggelam dalam diam, memandang dari kejauhan. Sedihnya wahai anak Selena yang tak mampu memberanikan diri meminta perhatian sang matahari. Mati dalam kesepian yang mendalam. Mati di tengah lautan gelap dengan mataharinya yang memilih menyelamatkan belahan jiwanya yang lain."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐑𝐄𝐀𝐒𝐎𝐍 𝐈𝐈
Teen Fiction[Book II REASON] * °Apa sebenarnya alasanku hidup selama ini° * Berjuang untuk hidup dengan terus menerus mencoba mempertahankan alur asli cerita, (Name) tidak sadar bahwa kehadirannya sendiri sudah...
