wakwaw
*
Hawks berhenti sejenak di depan pintu itu. Merenung sesaat.
Sejenak rasa ragu kembali menghinggap di benaknya.
Lelaki itu menarik napas panjang, lantas menghembuskannya.
Rasanya sudah tak karuan.
Hawks benar-benar buntu ide. Buntu jalan. Ia pernah berpikir bahwa yang terjadi sekarang adalah azab dari kelakuan nista mempermainkan hati seorang google maps tapi sungguh sekarang Hawks sedang buntu arah.
Dia masih manusia biasa. Memang terlihat seperti tidak ada beban, tidak ada masalah dalam penyelidikan walau timnya sudah ditarik oleh kepolisian agar fokus ke kelompok mafia besar yang sudah mengakar di Jepang. Tapi jujur aja, di benak lelaki itu seperti apa yang sedang ia lakukan tidak ada yang mendukung. Bantuan yang datang hanyalah sekedar lintas info tanpa membuahkan hasil yang berarti.
bagi Hawks, maju terus pantang mundur walau kondisi mentalnya sudah ancur.
Tapi kalo gada jalan ya.., dia kebingungan nyari petunjuk lagi.
Hawks memang brengsek tapi yang akan ia lakukan setelah ini mungkin benar-benar brengsek bagi beberapa orang.
Karna baginya.
Ayo manfaatkan segala sumber daya yang ada.
Hawks meneguhkan hati. Dan membuka pintu putih itu.
"Permisi."
*
"Aku mendapat tawaran magang dari Endeavor."
Aizawa mengetuk laporannya, "Untuk kalian bertiga."
Nezu duduk di kursi kepala sekolah hanya memperhatikan Aizawa berbicara kepada tiga muridnya yang kini tengah berdiri bak disetrap.
"Sepertinya ada sedikit konspirasi dalam tawaran magang kali ini."Aizawa menghela napas, "Benarkah begitu, Todoroki?"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐑𝐄𝐀𝐒𝐎𝐍 𝐈𝐈
Подростковая литература[Book II REASON] * °Apa sebenarnya alasanku hidup selama ini° * Berjuang untuk hidup dengan terus menerus mencoba mempertahankan alur asli cerita, (Name) tidak sadar bahwa kehadirannya sendiri sudah...
