Cizta dengan cepat menelepon heny..
"Tutt. Tuutt.."
Dih kemana nih sih bestie gue.. lama bener angkatnya udah jam 10 pagi juga. Masa masih jadi kebo.
Tidak lama kemudian suara heny terdengar
"Halooww"
"Halooww kebo udah bangun?"
"Dih sia*l ya lo ciz. Emang gue kaya lo.. molor doang selama masa libur. Gue malah lagi asik nonton film korea nih" jawab heny.
"Henn.. lo siap siap.. kita hangout go to mall. Gue free today. Please nemenin ya bestiee.. eh tapi lo ga lagi di rantai kan sama kak kenz? Hahah"
"Dih nih orang ngajak ribut ya.. suruh maen siap siap terus ngatain gue.. lo pikir gue apaan di rantai. Lo tuh yang bentar lagi ter rantai sama kak zen"
"Ahh udahlah. Jangan ingetin napa. Yaudah cepetan ya. Terus jemput aku ,bebee"
Cizta langsung menutup panggilannya dan bersiap untuk pergi ke mall.
Girls timee.. kata cizta dengan santai memakai baju crop top violet dan celana highwaist diatas paha.. cizta sengaja merias dirinya tipis terakhir memakai liptint.
Sip.. sekarang tinggal nungguin sih bestie dah.
Heny pun bersiap dengan pakaian cantik nya.. mirip dengan cizta hanya warnanya beda.
Heny langsung menjemput bestienya.
Cizta turun dan pamit dengan mommy nya
"Mom.. cizta pamit ya.. mau hangout. Girls time mom sama heny"
"Loh.. sudah ijin sama zen?"
"Sudah mommy.. kak zen sibuk dikantor. Jadi cizta ijin deh. Dikasih deh"
"Oke deh. Hati hati ya sayang"
Cizta langsung berlari kecil ke mobil heny. Pas masuk ke kursi penumpang melihat baju yang modelnya sama dengan cizta
"Wah.. kita sih jangan jangan saudara kembar siam nih soal baju.. kok bisa sehati dong. Cuman warna aja yang bedain.haha"
"Iya ya ciz. Kita punya telepati kali ya?"
Dijalan mereka mengobrol santai
Heny membuka suara pertama "jadi gimana persiapan hati lo soal merid sama kak zen?"
"Duh kaga tahu nih hen.. kemarin gue sempat ngobrol sama nyokap. Eh sih kak zen dateng. Dia kayaknya denger apa yang gue obrolin deh. Eh dia narik gue ke kamar. Dia ngomong hal yang bikin jantung gue kaya ketinggalan pas naek roller coaster"
"Hahaha.. emangnya sih kak zen bilang apaan? Dan apa yang lo obrolin ke nyokap lo?" Tanya heny
"Yah soal gue merid sama kak zen. Kayak berasa terkurung gue. Nyokap gue nasehatin gue..terus lo tahu sendiri nyokap gue kan. Dia bilang kalo gue merasa ga nyaman sama merid ini. Gue bisa bilang ke nyokap bokap gue. Eh tahu tahu kak zen dateng. Gue ditarik ke kamar. Trus lo tau.. dia bilang gini"
Cizta bersiap meniru perkataan mengerikan zen.
"Aku bisa saja membuatmu hamil lebih dulu. Tapi aku mau kita menikah sah dengan sakral"
"Intinya gitu lah ,hen.. ih pusing gue"
Seketika heny terdiam. Heny juga teringat kak kenz ngomong seperti itu padanya.
"Eh ciz. Gue juga takut nih.. sih kak kenz ngomong gitu juga kemarin pas kita selesai cari baju bridesmaid"
"Hah serius lo??"
Heny memarkir mobilnya di area parkir mall.
"Iya ciz.. terus sejak itu sih kak kenz tuh cuman telepon dan chat gue. Kayak sekarang"
Heny menunjukkan ponselnya.. banyak chat masuk dari kenz.
"Katanya sih dia lagi sibuk skripsi. Yaudahlah ya.. gue males balesnya. Yuk ah.gue jadi laper."
Akhirnya kedua bestie itu berjalan jalan ke mall. Menonton di bioskop.. makan cemilan sampai makan kenyang.
Saat sedang asik bermain basket di timzon.. heny dan cizta menarik perhatian 2 orang pria.. pria tampan. Tapi mereka tidak berteman. Mereka hanya ikut bermain basket. Seperti bertanding 4 tempat basket. Saking serunya cizta menepuk cowok disampingnya.
"Gila.. jago juga ya lo."
Cowok itu melihat cizta yang menepuknya lalu menjulurkan tangannya..
Cizta kaget tapi dengan sopan mengambil juluran tangan itu
"Diego.." dengan kerennya diego memperkenalkan dirinya pada cizta
"Cizta.." cizta mengatakan dengan sopan.
Sedangkan heny.. melihat hal itu dan merangkul cizta..
"Ehem.." sok batuk sih heny
Cizta langsung menarik tangannya
Tapi pria yang disamping heny ikut bermain basket tadi menepuk bahu heny. Saat heny berbalik.. pria itu menjulurkan tangannya
Heny mengambil juluran tangan itu
"Victor"
"Heny" respon heny sambil tersenyum. Gantian cezti yang berdeham.
"Eheemm"
Akhirnya diego duluan yang membuka suara
"Cizta.. kalian hanya berdua? Bagaimana kalau kita jalan bersama. Kalian seru.. dan jarang wanita bisa sejago ini di basket"
Cizta dan heny saling berpandangan lalu tersenyum..
Pikiran mereka sama.
"Its free time girls."
"Ehem..boleh aja.. lagian juga abis olahraga basket lapar."
Diego dan victor berpandangan seolah saling menyapa. Lalu mereka berempat ke foodcourt bersama.
Mereka mengobrol dan tertawa.
Akhirnya mereka bertukar nomor handphone. Cizta sempat ragu tapi cizta menyimpannya dengan nama diana. Hahaha biarin ah pikir cizta. Daripada kak zen tahu. Habis sudah. Bisa bisa ponsel cizta disita.
Diego mengatakan bolehkah jalan jalan lagi bersama. Cizta hanya mengatakan lihat keadaan.
Begitu juga dengan heny. Heny bahkan sudah bertukar nomor dengan victor. Bagaimanapun heny kan tidak ada ikatan pernikahan. Beda sama cizta.
Mereka pulang jam sebelas malam.
Kalau mall belum tutup masih di mall kali mereka. Itu aja mau keluar mall harus mengantri.
Didalam mobil heny dan cizta saling mengatakan perihal diego dan victor
"Ciee jadi ada yang kesemsem nih sama victor?" Tanya cizta
"Ih apaan sih. Baru kenal juga. Gue sih yang penting ketemunya sama yang normal deh. Kalo modelan kak kenz serem juga ih. Trus lo sendiri ciz.. gila ya lo tukeran nomor ponsel..kalau calon suami lo tahu..habis sehabis habisnya lo" kata heny
"Eits tenang bestiee.. gue simpan nya pakai nama diana. Hahahaha" kata cezti
"Ihhh gila kali lo.. nama anak orang lo ganti ganti kelamin. Hahahah"
Mereka tertawa dijalan selama pulang
"Udah deh. Gue juga kan butuh teman ngobrol lawan jenis kali. Lagian kak zen lagi sibuk sibuknya juga sama skripsi sidang dan kerjaan kok" santai cezti
"Ah gue sih ga mau terlibat yeh kalau sampai kak zen ngamuk" balas heny
Cizta hanya meneguk salivanya.
"Yah jangan dikasih tahu. Dia juga ga bakal tahu kan🤓" kata cizta
"Terserah deh..udah sampai nih dirumah lo.. see you bestiee" kata heny.
Setelah cizta turun dari mobil heny. Heny langsung menancap gas ke rumahnya.
Sampai didepan rumah heny..heny melihat mobil terparkir dalam posisi mati
Heny mengenali mobil itu milik kak kenz.
Tanpa berlama lama ,kenz turun dari mobil nya dan masuk ke mobil heny.
"Jalan" kata kenz dengan nada dingin
"Kemana?" Polos heny
"Ke hotel" ketus kenz
"Hah????!!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsesi Sahabatku
RomanceZen Lion seperti namanya.. dia pria yang berdarah dingin.. siapapun yang menghalanginya akan berakhir mengenaskan Cizta Queen sahabat baik Zen.. selama ini hanya mengganggap Zen sebagai sahabat tidak lebih.. siapa yang menyangka kalau Zen Lion te...
