"Hah??!!!" Teriak heny di kursi pengemudinya dengan mobil yang masih menyala
Kenz menatap heny dengan tatapan dingin.
"Kalau tidak mau menyetir ,biar kita ganti mobil. Pakai mobil ku saja" kata kenz dengan suara yang rendah,membuat heny merinding
"Ka.kka..kenz.. ini sudah malam. Heny harus pulang.. mommy dan daddy pasti sudah tanyain heny nanti" balas heny takut takut
Kenz menatap heny dengan muka datar yang sangat dingin
Dalam batin heny "anj*r nyeremin bener tuh muka. Jadi lebih tampan victor dah kalau suasananya mencekam begini"
Kenz mengeluarkan suaranya dengan datar "jadi tahu ini sudah malam?"
"Hah?" Beo heny
"Kalau sudah tahu ini sudah malam. Kenapa baru pulang jam segini? Kemana saja? Ketemu siapa saja? Ke mall kan? Apa ada kenalan baru?" Sambar kenz dengan pertanyaan beruntun
Batin heny "jir.. dia nebak yah.. kok nebak aja nakutin gini..tenang.dia kan ga lihat gue ngapain aja di mall"
"Aku cuman ke mall sama cizta. Jalan jalan. Makan ,nonton di bioskop sama main doang kok..kalau ga percaya nanya aja sama cizta" balas heny menenangkan detak jantungnya yang seperti siap melompat keluar
Kenz menyeringai..
"Main basket ya?"
Heny langsung membelalakkan matanya dan membatin :"gila gila gila sih ini. Kok dia bisa tahu .. eh tunggu tapi kan emang kalo maen bisa aja dia nebak basket. Normal dong" heny masih mencoba positiv thinking
Tapi setelah mendengar perkataan selanjutnya dari kenz.. jantung heny langsung beneran seolah melompat keluar dari tempatnya
"Oh.. trus abis maen basket makan sama dua pria tampan yang jago maen basket ya?" Kata kenz dengan suara yang sangat sangat membuat bulu kuduk heny berdiri
Heny langsung mengumpat dalam hati "anjaassss.. nih orang punya ilmu ya. Kok bisa tahu semua?!"
Heny langsung terbata
"Ehh. Itu.. itu.. cuman kenalan doang kok kak.. baru kenal doang kok"
Tanpa aba aba kenz langsung mengambil ponsel heny.. dan mencari kontak yang baru saja disimpan. Nama asing yang selama ini kenz selalu tahu semua daftar kontak heny
"Oh jadi namanya victor?!" Balas kenz dan menghapus kontaknya
Heny mulai kesal.. apa apaan sih..
Secara mereka cuma pacaran dan juga lagi di hubungan ga jelas.
Baru begini aja udah ngekang heny.
Dengan sedikit kesal heny merebut ponselnya
"Ih apaan sih kak kenz.
Itu hak heny dong mau kenalan sama siapa. Lagian kita itu baru pacaran belum ada status lebih dari itu. Jadi heny masih berhak memilih yang lain. Heny ga suka deh kak kenz terlalu posesif kaya gini. Yang kejadian kemarin aja kak kenz ga minta maaf sudah main pukul orang lain!" Kesal heny. Sedangkan kenz hanya menatap heny dengan menggelap. Suasana lebih mencekam dari sebelumnya.
Lalu tanpa aba aba..
Kenz melumat bibir heny yang berusaha memberontak dari rengkuhan kenz.. sampai heny kehabisan oksigen. Kenz melepaskannya dan berkata dengan tenang
"Kalau begitu kita buat anak aja sekarang" kata kenz
Tanpa menunggu kenz keluar dari kursi penumpang dan membuka pintu pengemudi. Kenz menggendong heny dengan mudah walau heny memberontak dan berteriak. Tapi kenz langsung mengatakan sesuatu yang membuat heny diam seketika.
"Teriak sayang.. biar mereka tahu apa yang kita lakukan tengah malam ini. Kita akan langsung dinikahkan bahkan lebih cepat daripada bestie mu itu"
Heny langsung meneguk salivanya dan memohon
"Kak.. tolong jangan gini.. gue takut sama lo.. turunin gue. Gue mau pulang."
Kenz menaruh heny ke kursi penumpang di mobil heny sendiri. Lalu kenz masuk ke kursi pengemudi. Kenz melajukan mobilnya heny dalam kecepatan maksimal. Heny sampai ketakutan.
Kenz sudah meminta ijin pada kedua orang tua heny.. agar heny menginap dirumah cizta. Tadi saat kenz menghapus kontak victor.. kenz sempat mengirimkan chat ke daddy nya heny melalui ponsel heny. Dan daddy nya menjawab ok..
Kenz langsung menjalankan aksinya
"Kaaak.. gue masih mau hidupp.. jangan ngebut dong!!" Takut heny
Dalam hitungan menit mereka sampai di hotel bintang lima.
Tanpa aba aba kenz keluar dan menggendong heny ala bridal.
Kenz langsung ke lantai paling atas hotel. Kenz selama ini adalah anak orang terkaya kedua setelah bisnis zen. Tapi kenz tidak pernah ter publish.
"Kakk.. turunin gue!!" Teriak heny
Tapi kenz seperti tuli. Setelah sampai di kamar. Kenz langsung melempar heny ke ranjang besar yang empuk.
"Kak.. jangan macam macam ya. Atau gue bakal benci lo seumur hidup!!"
Tanpa menunggu kenz menerjang heny.. kenz melumat bibir heny.. mengukung tubuh heny.
"Mmm.." heny menggeleng geleng. Karena tangannya seperti terikat. Kenz memegang tangan heny di kedua sisi. Saat heny mulai menangis ketakutan dan kekurangan oksigen.. kenz menyudahi lumatannya
"Sudah kubilang.. jangan berbuat hal yang membuatku lepas kendali ,sayang"
"Kakak gila!!! Kita putus!!!" Teriak heny
"Kalau begitu kita buat baby dulu ya?" Kenz menyeringai tajam
"Enggaak.. heny ga mau" heny berusaha dengan cepat turun dari ranjang
Tapi dengan cepat kenz menarik kaki heny untuk kembali terlentang
"Kalau gak mau.. jangan buat aku hilang kendali!!" Teriak kenz.
Heny menangis ketakutan melihat kegilaan kenz untuk pertama kalinya
Kenz melanjutkan "kamu kira aku enggak tahu kamu ngapain aja walau aku sibuk dengan skripsi dan sidang sialan itu? Kamu penasaran kenapa aku bisa tahu? Ahh..bukan hanya aku.. tapi zen juga tahu.."
Seketika heny membeku.. nasib sahabatnya bakalan kayak apa?
"Kamu khawatir sama nasib cizta? Mereka sih sudah mau merid ya.. jadi hamilin cizta dulu juga gak masalah buat zen. Tapi kalau kamu.." kenz membelai pipi heny dengan sayang
"Are you ready baby girl?!" Bisik kenz ke telinga heny
"Enggak!! Kak kenz.. ampun..jangan!!!"
Raung heny.
"Aku janji ga akan dekat lagi sama cowok manapun. Please jangan begini" heny begitu putus asa.
Kenz mengusap lembut air mata heny. Hatinya sedih melihat pujaan hatinya menangis didepannya. Lalu kenz mendekap heny dengan erat.
"Janji? Jangan hanya dimulut sayang. Buktikan. Aku hanya mau kamu membuktikannya. Ini kali aku maafin. Tapi next nya. Aku pastikan hari itu akan menjadi malam pertama kita!" Ancam kenz.
Malam itu heny tidur dipeluk kenz dengan erat dikamar hotel. Heny tertidur karena terlalu lelah dengan mentalnya. Sedangkan kenz berusaha waras ditengah malam yang sunyi..
*masih bagus bisa waras ya dalam kondisi on begitu. Hahaha
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsesi Sahabatku
RomanceZen Lion seperti namanya.. dia pria yang berdarah dingin.. siapapun yang menghalanginya akan berakhir mengenaskan Cizta Queen sahabat baik Zen.. selama ini hanya mengganggap Zen sebagai sahabat tidak lebih.. siapa yang menyangka kalau Zen Lion te...
