33 - / Honeymoon vs Sidang /

76 7 3
                                        

Radito dan Salma kini telah sampai di halaman parkir sebuah rumah cukup mewah. Desain modern minimalis dengan sentuhan warna white dan grey menambah kesan menenangkan.  Selain itu, beberapa mobil listrik dan SUV terlihat terparkir di garasi yang cukup luas. 

Seorang perempuan paruh baya terlihat sudah siap menyambut Salma dan Radito di teras rumah. Hari ini ia memakai tunik panjang bewarna peach. Meskipun usia nya tahun ini sudah menginjak 60 tahun, namun tubuhnya masih sangat bugar. Tidak bisa disangkal, bahwa gaya hidup dan olahraga memang kunci sehat di usia lanjut. Radito dan Salma bergegas turun dari mobil dan langsung menghampiri perempuan paruh baya itu dengan seulas senyuman di bibirnya. 

"Akhirnya anak-anak Mama datang juga." Sapa Mama Radito dengan riang. 

"Sehat, sayang?" Ucapnya pada Salma, ia langsung memeluk menantu kesayangannya. Salma mengangguk. 

"Mama sehat?" Tanya balik Salma dengan senyuman khas nya. 

"Harus sehat dong, kan nanti Mama mau gendong cucu." Goda Mama Radito seraya tertawa. 

Radito melirik kearah Salma dengan ekspresi tahan tawa nya. 

"Ayo masuk, Mama udah siapin makan siang." Ajak Mama Radito.

Mereka bertiga kini sudah ada di meja makan untuk menyantap makan siang. Pemandangan beberapa menu diatas meja sangat menggugah selera! 

"Sal, dulu tuh Radit jarang bangeeet ada di rumah. Apalagi siang bolong kaya gini." Curhat Mama Radito. "Pulang ke rumah paling cepet itu jam 11 malam. Mama sampe bosen nunggu nya. Pantes dia susah cari pasangan." Keluhnya. 

Salma sedikit tertawa, "Mas Radito emang separah itu sih Ma kalo lagi kerja." Tambah Salma semakin menguatkan. 

"Kamu awas aja kalau masih gitu Mama cubit ya. Inget sekarang kamu udah punya istri." Ancam Mama Radito. 

"Aman Ma, tenang aja." Jawab Radito 

"Kalian masih cuti?" Tanya sang Mama. 

"Iya, besok hari terakhir Radit dan Salma ambil cuti Ma. Di kantor udah banyak kerjaan, Salma juga sama, dia harus persiapan sidang tesis nya untuk minggu depan." Papar Radito menjelaskan. 

"Alhamdulillah, Mama ikut seneng dengernya."

"Kamu harus jaga kesehatan, Salma. Apalagi mau sidang tesis. Kalau kalian mau tinggal dulu disini biar ke kantor dan kampus lebih dekat, Mama pasti akan senang sekali." Tawar Mama Radito. 

Salma dan Radito saling melirik. Ya, mereka sempat berdiskusi bahwa setelah menikah, mereka memutuskan untuk mencoba hidup mandiri. 

"Terimakasih ya Ma, tapi sepertinya untuk saat ini Radit sama Salma mau belajar mandiri dulu." Sahut Radito sambil tersenyum. 

"Ya sudah kalau itu keputusan kalian, Mama hanya bisa mendukung. Tapi ingat, kalau nanti Salma hamil, kamu jangan tinggalin dia sendiri, Dit. Lebih baik tinggal dulu disini bareng Mama ya." Pesan Mama Radito. 

"Iya Ma."

Setelah selesai menyantap makan siang, Radito dan Salma memutuskan untuk mengemas beberapa barang Radito yang masih ada di kamarnya. Termasuk buku, baju, dan lain sebagainya. 

"Mas, kayanya gak perlu dibawa semua deh. Kasian juga Mama kalau langsung dibawa semuanya." Saran Salma. 

"Iya juga."

"Abis ini kita pamit ke Mama ya, aku mau ajak kamu ke rumah yang di kompleks." Ucap Radito. Ya, Radito akan mengajak Salma untuk mengecheck kondisi rumah pribadi nya. 2 tahun lalu, ia membeli sebuah rumah yang cukup mewah di sebuah kompleks. Jaraknya cenderung lebih dekat ke kantor Radito. Lucunya, setelah ia membeli rumah tersebut, sang Mama malah tidak mengizinkan untuk tinggal sendiri, kecuali kalau sudah memiliki istri, ujarnya. 

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 19 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Workholic LecturerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang