Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

32 - / Day 1 Menjadi Suami Istri /

67 3 3
                                        


Pandangan dua insan yang telah mengucapkan janji suci sehidup semati itu akhirnya bertemu. Seulas senyuman terlihat begitu tulus terukir di bibir Radito dan Salma. Niat baik yang sudah dari dulu mereka upayakan, hari ini akhirnya diikrarkan. 

Prosesi akad nikah telah selesai, kini dilanjutkan dengan ramah tamah. Ya, untungnya area halaman rumah Salma cukup luas sehingga tidak perlu menyewa venue untuk hari bahagia nya. 

"Pak Radito, Bu Salma, selamat ya. Semoga Allah selalu menjaga pernikahan kalian." Ucap Prof. Hadi dengan tulus seraya bersalaman dengan Radito. 

"Terimakasih Prof, semoga Prof Hadi juga selalu sehat." Jawab Radito seraya tersenyum. 

"Kami tunggu launching Pak Radito Junior nya." Imbuh Prof. Hermawan seraya menggoda Salma dan Radito dan mengundang gelak tawa dari mereka. 

Meskipun baru akad nikah, tapi beberapa rekan dan kolega Salma dan Radito terlihat kompak menghadiri acara. Tak terkecuali beberapa mitra corporate Radito dan Salma diluar kota. 

"Ah, saya sungguh tidak menyangka ternyata Bu Salma bersanding sampai ke pelaminan dengan Pak Radito." Ucap Ibu Suci, salah satu pemilik perusahaan retail di Bali. Matanya berbinar, siapa sangka ternyata dua orang yang selalu ia temui di Rapat Umum Pemegang Saham akhirnya berlabuh di pelaminan. 

"Hehe, terimakasih ya Ibu sudah menyempatkan hadir dari Bali ke Bandung." Sahut Salma dengan senyuman manis nya. 

Dengan konsep intimate akad nikah, sang pengantin tidak harus selalu berdiri di depan, justru dipersilahkan untuk menghampiri tamu dan kerabat satu per satu yang tengah menikmati jamuan. 

"Dit!!!" Ucap Dava antusias seraya menepuk-nepuk bahu Radito. "Congrats bro! Gue percaya sih Salma bisa mengurus suami nya dengan baik." Lanjutnya. 

"Thanks. Gue juga harus bisa kali ngurusin istri gue." Imbuh Radito.

"Anjaaaay istri." Goda Rio. 

"Lo tenang aja nanti jadwal lo biar gue sama Dava yang urus. Lo abis ini cuti aja." Lanjut Rio. 

Radito tertawa, "Soal itu nanti gue pikirin, gue mau ngobrol dulu sama Salma." Jawab Radito.

"Salma mana?" Tanya Dava. 

"Lagi foto-foto sama Rara." Jawab Radito. 

.

Waktu sudah menunjukan pukul 16.00 WIB, menuju sore, dan langit masih tampak cerah. Mungkin ikut berbahagia atas dua insan yang telah melabuhkan cintanya. 

"Mas, kamu habis ini langsung mandi ya. Aku udah siapin air hangat." Ucap Salma tanpa menoleh kearah Radito, ia tengah sibuk menata kembali beberapa cinderamata di rak nya yang tadi sempat ia amankan, takut tersenggol oleh tamu. 

Radito tersenyum, "Langsung on the job training sesuai job desk masing-masing suami istri nih ceritanya?" Goda Radito seraya tertawa. 

Dikira karyawan baru apa ya?!

"Hahahaha, bukan gitu. Aku baru beberapa jam jadi istri nih, jadi harus semangat." Sahut Salma. 

"Kamu udah bawa baju kan Mas?" Tanya Salma, curiga kalau-kalau Radito belum persiapan kalau mulai hari ini untuk sementara waktu ia akan menempati rumah Salma. 

"Udah, itu ada di mobil."

"Oh iya, tadi Mama udah siapin beberapa frozen food di kulkas. Terus yang siap saji juga, biar kamu gak repot masak dulu katanya." Tambah Radito. 

"Lah aku malah jadi ngerepotin mama mertua atuh ya." Jawab Salma seraya tertawa. 

Radito menghampiri Salma yang masih sibuk dengan aktifitasnya, ditatapnya sang istri nya tersebut. "Gapapa, sayang." Ia tersenyum. 

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 7 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Workholic LecturerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang