Matahari bersinar menerangi kamar Hoonie yang sedang merapikan dan mengecek barang bawaannya. Perasaan sangat gembira hari ini, karena ia telah menanti hari ini tiba, hari dimana ia dengan sang ayah dan papa akan pergi untuk berlibur
Dengan senyum lebarnya dan langkahnya yang begitu bersemangat, Hoonie segera membawa barang barangnya turun dan bergegar menghampiri sang ayah yang sedang memasukan barang yang harus dibawa.
"Ayah!" Panggil Hoonie dengan semangat.
Heeseung langsung menoleh saat mendengar suara anaknya. Heeseung tersenyum, lalu segera membantu sang anak untuk memasukan barangnya ke mobil, setelah selesai ia pun mengusak kepala sang anak.
"Sudah semuanya?" Tanya Heeseung.
Hoonie menggangguk dengan mantap. "Yap, sudah semua."
Tak lama, Jake pun datang dengan tas yang berisi beberapa cemilan untuk dibawa, ia tersenyum melihat sang suami dan anaknya.
"Sudah siap semua? let's go kita berangkat." Jake langsung menyerahkan tasnya kepada Heeseung untuk diletakan dibagasi.
Saat semua sudah siap, mereka pun naik ke dalam mobil. Hoonie sangat semangat dan tak sabar, karena sang ayah bilang mereka nanti juga akan berjalan-jalan ke pantai, Hoonie sangat senang dan segera ingin bermain dipantai.
"Nanti hoonie mau langsung ke pantai ya yaaa?" Tanya Hoonie sangat antusias.
Heeseung terkekeh, lalu sedikit mengangguk. "Boleh, tapi kita cari makan siang dulu yaa lalu ke hotel, agak sorean kita ke pantai, oke? biar gak panas"
Jake menggangguk setuju dengan ucapan sang suami. "Bener, jangan panas-panas, nant pusing."
Hoonie yang mendengar itu hanya mengangguk menurut, lagi pula benar juga kata papanya, panas itu bikin pusing.
setelah beberapa jam perjalanan dan sempat berhenti untuk mengisi tenaga, akhirnya mereka pun sampai di hotel tempat mereka akan menginap untuk beberapa hari.
"Hufh. . . Akhinya sampai." Ucap Hoonie lega, karena ia sangat bosen saat diperjalanan.
Jake mengusap lembut surai hitam sang anak. "nanti bobo dulu yaa, nak, kalau sudah jam kita ke pantai, okay?"
Hoonie mengangguk. Ia menggenggam erat tangan sang papa dan ikut masuk ke dalam hotel.
Setelah melakukan reservasi, merekapun bergegas menuju kamar. Hoonie mendapatkan kamarnya sendiri atas permintaannya dan tentu saja disetujui oleh sang ayah.
Di kamar Heeseung dan Jake. mereka kini punya banyak waktu untuk berdua, hal yang sangat jarang mereka dapat, karena sibuk dengan tanggung jawab masing-masing.
Jake memeluk tubuh Heeseung, sangat erat. "Aku bahagia bisa habiskan banyak waktu sana kamu sekarang."
Heeseung membalas pelukan tersebut. Senyumnya mekar saat mendengar penuturan dari suami kecilnya. "Aku juga, maaf yaa karena aku terlalu sibuk, tapi sekarang kakak bisa nikmati waktu berduan sama kamu, lagi pula Hoonie sudah gak mau sekamar sama kita."
Jake merengut. "Aish, Anak kita udah besar ya sekarang, sampai sampai gak mau sekamar lagi."
"Biarin, biar kamu punya kakak aja, gak ada yang rebut," ucap Heeseung dengan tawa kecil diakhir kalimat.
"Kakak ini, dasar yaa," Dengus Jake. "Padahal baru kemarin dia masih minta ditemani tidur, gak mau kemana-mana sendiri, cepat banget dia tumbuh"
Heeseung tersenyum dengan lembut sambil menatap hangat wajah sang suami. "Iya dong, karena papanya ini merawat Hoonie dengan baik."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sayang Hoonie
Fanfiction. Cerita tentang keluarga kecil Lee Heeseung yang berisi dengan canda tawa. Keluarga kecil yang sangat harmonis dan penuh dengan kehangatan di dalamnya. "Sayang hoonie banyak banyak." "Hoonie juga sayang ayah sama papa banyak banyak." [heejake x sun...
