William'spov
Aku tidak tau harus berbuat apa. Berlari ke arahnya dan memeluknya? Itu terlalu menyakitkan. Ia mengingatkanku dengan ayahnya. Ayahnya yang telah membunuh ayahku.
Ia berjalan mendekat kearahku dan Zacharry. Aku mundur beberapa langkah membuatnya berhenti melangkah dan aku dapat melihat kilatan kekecewaan dimatanya. "Kenapa?" ia berbisik tapi kemudian ia kembali menjadi Kylie yang ku kenal. "Darimana saja kau bajingan! Mengapa kau dan kaummu tak memberi kabar secuilpun padaku!" teriaknya. Aku tak tau harus bereaksi seperti apa. "Dan ya ampun! Apa kalian baru saja saling berusaha membunuh satu sama lain?!"
Aku terdiam. Dia benar-benar marah.
"Kylie," Zacharry bergerak kea rah Kylie. Menutupi pandangannya ke arahku. "Kau sebaiknya kembali ke rumahmu."
"Tidak." ia menyentakkan tangan Zacharry yang entah mengapa membuatku puas. "Ada apa denganmu dan Will? Kenapa kalian berusaha untuk saling membunuh?!" teriaknya pada Zacharry.
"Kylie, aku-"
Kylie mendorong tubuh Zacharry menjauh kemudian bergerak maju ke arahku.
Sial.
Apa yang harus kulakukan.
"William! Kenapa kau malah mematung seperti itu!" teriaknya.
Aku harus melakukan sesuatu.
"Menjauh." Matanya melebar terkejut. Ia seakan tidak percaya dengan apa yang kukatakan. "Menjauhlah dariku." Tegasku.
"Kenapa? Ada apa Will?"
"Aku tidak mau melihatmu." Kataku lagi. "Menjauhlah. Jangan pernah berbicara denganku lagi dan jangan coba-coba untuk mencariku."
Kemudian aku pergi meninggalkan kediaman Zacharry dengan kecepatan shadowhunterku sebelum ia sempat mengatakan sesuatu lagi.
##
Kylie'spov
Tadi itu apa?
Apa William baru saja memintaku untuk menjauh darinya?
Ya tuhan drama macam apalagi ini. Aku benar-benar sudah muak. "Mau menjelaskan sesuatu?" aku berbalik pada Zacharry dan memandangnya dengan tatapan mengancam.
"Hmm apa yang mesti kujelaskan?"
Sabar, Kei. Sabar. Aku menarik napas dalam-dalam sementara Zacharry menatapku dengan cengiran di wajahnya. "Kalau kau pikir lucu ini kau salah!" Aku mendorong dadanya kemudian berbalik hendak meninggalkannya.
Ia menahanku, meraih tanganku kemudian membalikkan tubuhku. "Oke tadi aku memang saling memukul dengan William tapi tadi itu biasa," Ia mengendikkan bahunya. "Cowok biasa saling memukul."
"Bukan itu maksudku." Aku menatapnya kesal. "Aku tau kau kuat, aku juga tau Will kuat jadi kalian seimbang. Aku tak terlalu mempermasalahkan. Yang ku permasalahkan adalah," Aku menarik napas dalam-dalam." Kenapa kau menjauhkan Will dariku? Kau tau kan tadi dia ke rumahku dan kau lebih memilih menyingkirkanku dengan menyuruhku beristirahat daripada memberitahuku bahwa dia di sini!"
Zacharry menghembuskan napas keras-keras. "Aku tadi harus memastikan itu benar-benar dia, Kei. For your safety."
"Lalu kenapa tadi Will bersikap seperti itu padaku?"
"Mana kutau." Ia mengangkat kedua bahunya acuh. "Aku tadi belum sempat bicara apa-apa dengannya, kami langsung saling memukul." Bohong. Alarm kebohongan berbunyi di kepalaku.
"Bohong. Kau tau sesuatu, Harry."
"Aku tidak tau apa-apa, Kei. I swear!"
"Dia terlihat membenciku Harry sedangkan aku sendiri tak tau apa salahku padanya! Jangan membuat ini semakin sulit!" teriakku frustasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unbelievable
VampireVampire dan Pemburu Iblis alias Shadowhunters, tiba-tiba saja masuk ke dalam kehidupanku. Merusaknya sekaligus mewarnainya. Tapi yang kutahu pasti hanya satu hal : Aku jatuh cinta dengan mahluk bertaring sialan itu.
