Chapter 2 First Day

1.9K 81 0
                                        

Kylie'spov

Pagi pertama di Sucksreed kuisi dengan jalan-jalan disekitar rumah. Walaupun aku membenci kota ini dan merindukan London, aku harus tau tempat-tempat bagus yang bisa dijadikan persembunyian untuk merenung. Seperti rumah pohon mungkin.

Aku terus berjalan dan melihat bahwa ada danau di belakang rumahku lengkap dengan 1 boat yang tersedia. Pemandangan di danau sangat cantik dan kurasa aku mulai sedikit menyukai Sucksreed. Beralih dari danau aku berjalan ke kiri menyusuri sungai kecil yang berada disana. Sungai ini berhubungan langsung dengan danau tadi. Dari kejauhan aku melihat jembatan tua. Jembatan itu menghubungkan daratan dengan hutan. Jembatan itu-- .

Terdengar geraman di belakangku dan itu membuat bulu kudukku merinding. Dengan sangat perlahan kuberanikan diriku untuk berbalik dan...

Anjing hutan. Anjing itu berada tepat 100 meter di belakangku. Anjing itu terlihat sangat buas dengan liur yang menetes-netes. Mata kuningnya menatapku tajam dan aku pun memutuskan untuk berlari. Anjing itu tetap dibelakangku, mengejarku dengan cepat dan tak sabar untuk mengigitku. Aku terus berlari tanpa tau arah tujuan. Berada sejauh mungkin dari anjing tersebut mungkin satu-satunya pilihan yang tersisa.

##

Aku berhenti berlari saat menyadari langit berubah warna. Matahari pagi yang tadi bersinar menghilang seketika tergantikan oleh kumpulan awan berwarna abu-abu pekat. Aku tau apa artinya ini.

Akan segera turun hujan.

Rasa panik menderaku ketika menyadari bahwa aku berada jauh dari rumah baruku dan payahnya aku tak tau dimana ini . Tapi yang jelas aku berada di dalam hutan. Aku tadi hanya berlari menjauh tanpa memperhatikan jalan. Hingga ada yang menepuk bahuku dengan keras dan aku langsung terlonjak kaget sembari membalik badanku.

"Hei ini aku." Harry berdiri tepat dibelakangku katanya sambil memberikan cengiran ramahnya.

Aku menghembuskan nafas lega karena tadi kupikir ada mahluk halus yang menggangguku.

Ia tersenyum kecil, "Aku mengagetkanmu ya?". Aku tidak menjawab pertanyaanya. Aku hanya mengangguk.

"Kau mengangguk apa itu artinya 'ya'?" tanyanya cepat.

"Ya, ya kau mengagetkan aku Harry"

"Maaf karena mengagetkanmu. Ayo kita pulang sebentar lagi akan turun hujan" katanya lembut sambil melihat ke atas, melihat kumpulan awan yang semakin pekat.

"Kau.. kau tau darimana aku disini?"

Harry tertawa seakan-akan ada yang lucu, "Tentu saja aku tau. Ini wilayahku"

'Ini wilayahku'. Caranya bicara seperti itu membuatku berfikir bahwa ia penguasa disini.

"Maksudnya?" tanyaku.

"Maksud apa?" ia balik bertanya padaku.

Aku memutar mata kesal. "Sudahlah, lupakan saja."

UnbelievableTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang