"Morning" sapa Langit ketika Raina membuka kedua matanya.
"Yahhh"
Mendengar lenguhan Raina, Kedua alis Langit naik keatas pertanda jika cowok itu sedang bingung.
"Why?"
"Film nya kemarin belum selesai" rengek Raina menatap melas
mendengar hal tersebut Langit segera menangkup tubuh Raina untuk berada diatasnya.
"Gue kira kenapa" gemas Langit
Raina yang masih setengah mengantuk pun mendaratkan kepalanya ke dada bidang milik Langit.
"Raina masih ngantuk banget"
"Yaudah tidur aja, siang lanjut nonton film kemarin" ujar Langit dengan mengelus lembut rambut milik Raina.
Raina mengangguk pelan dan mulai memejamkan matanya kembali.
Tingg! bunyi hp milik Raina yang tergeletak di nakas. Langit yang merasa penasaran pun mengulurkan tangannya ke nakas mengambil hp yang sudah membuatnya penasaran siapa yang menghubungi Raina di pagi hari buta.
Dengan hati sedikit geram Langit membuka hp milik Raina yang notifikasinya sudah ia baca. pesan dari cowok yang mengajak Raina berkenalan kemarin malam.
pun handphone milik Raina ditaruh diatas kasur dengan sedikit kasar, lalu mengambil hpnya untuk menghubungi sahabatnya dan membenarkan posisi Raina agar lebih nyaman
***
"Sudah selesai?"
Raina mengangguk, dengan membawa beberapa snack yang dibelinya tadi sore. Raina mengambil posisi duduk di depan Langit.
"Raina kesel banget hari ini, m-banking Raina gak bisa ternyata saldonya kosong Raina lupa kemarin pindahin semua uang di bank satunya" ujar cewek tersebut dengan membuka beberapa snack.
Langit yang cukup terkejut mendengar saldo Raina yang kosong pun meraih handphonenya.
"Kenapa dikosongi?" tanya Langit dengan alis terangkat.
"Gatau disuruh mama" jawab Raina sambil mencari film yang belum selesai ia tonton.
Langit mengangguk paham lalu langit mengarahkan hpnya ke Raina.
"Buat jajan"
"NO!" tolak Raina dengan tampang yang garang
"Raina masih punya banyak uang, cuman belum ada m-banking nya aja Langit!"
"Masih banyakan duit gue" jawab Langit santai
Langit pun membawa tubuh Raina untuk dipeluk dari belakang. kepalanya pun Ia taruh di bahu Raina yang kini asik menonton film sambil memakan snack.
"Usaha Langit aman?"
"hm" jawab Langit yang tengah memejamkan mata.
Namun kini pikiran Langit sekelebat mengarah ke cewek yang ditemuinya di supermarket depan sekolahan. Nara nama yang kini cukup mengganggu pikirannya,
"Langit!"
Langit pun terjengkat,
"Langit lagi mikirin apa? Raina panggil dari tadi gak nyaut"
"Sorry"
"Kenapa minta maaf?"
Langit pun tak menjawab Ia kembali memeluk Raina dan menaruh kepalanya di bahu Raina Kembali.
ting!
dering handphone milik Raina terdengar dengan cepat Raina pun meraih handphonenya.
"Siapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
LANGIT RAINA
Teen FictionWarning 18 (+) Langit dan Raina telah bersahabat sendari kecil. Namun benar jika tidak ada sahabat antara laki-laki dan perempuan, pasti salah satu atau bahkan keduanya saling tertarik entah itu si lelaki atau si perempuan. Begitu pula yang terjadi...
