Chell: Karena yg bagian Malfoy sudah ke publish aku hapus yg disini
Draco Malfoy tengah bergelung di sudut sel. Ia kelihatan sangat tua, mata abu-abunya gelap seperti awan badai yang tak pergi-pergi. Makanan yang diantarkan para penjaga tidak juga disentuhnya.
Pikirannya sedang kembali ke hari kemarin. Ia menyaksikan sendiri ayahnya dihukum mati. Lucius Malfoy dihadiahi Kecupan Dementor atas apa yang telah ia lakukan. Malfoy masih ingat bagaimana teriakan ayahnya sebelum ia mati. Semuanya terulang terus di kepalanya. Ia rasa ia akan gila sebelum keluar dari sini.
"Mr. Malfoy," kata seseorang. Malfoy mengangkat kepalanya, dihadapnnya berdiri sosok Menteri Sihir, Kingsley Shacklebolt. "Aku menyesal akan apa yang dialami ayahmu kemarin. Aku tahu itu tidak mudah bagimu," katanya sabar. Malfoy tidak repot-repot menanggapi, kepalanya terlalu sakit.
"Besok kau akan berangkat ke Hogwarts, jadi hari ini kau boleh kembali ke Malfoy Manor. Semua kebutuhanmu sudah disediakan. Aku yakin kau tak akan kabur, tetapi aku tetap akan menempatkan Auror untuk berjaga-jaga, kuharap kau tidak keberatan," kata Kingsley. Malfoy mengangguk perlahan.
"Ini surat dari Hogwarts, Mr. Malfoy, aku rasa kau ingin membacanya." Ia mengulurkan surat itu. Malfoy mengambilnya dengan enggan.
"Satu lagi, makanlah Mr. Malfoy, kau seperti mayat hidup" Lalu ia beranjak pergi. Malfoy ingin membuang surat itu, tetapi ia mengambil dan membukanya. Ia berharap membaca akan mengurangi bebannya.
Kepada
Mr. Draco Malfoy
Sekolah Sihir Hogwarts mengundang anda kembali untuk...
Jika anda bersedia kembali, anda akan diangkat menjadi Pengawas Ketua Murid Laki-Laki....
Pengawas Ketua Murid? Ia menemukan lencana berkilauan di dalam amplop tersebut. Draco Malfoy, Pelahap Maut bodoh yang sekarang tahanan Azkaban menjadi ketua murid? Pasti ada sesuatu yang mereka rencanakan...
Setelah makan siang, dua penjaga membawanya diikuti dengan dua Auror. Auror itu adalah Harry Potter dan teman bodohnya, Ron Weasley.
"Bagaimana rasanya Azkaban sobat?" tanya Ron mengejek. Ia diam seribu bahasa. "Sudahlah, Ron. Tidakkah kau lihat? Tubuhnya sudah seperti mayat. Kasihanilah dia sedikit," Harry menambahkan. Malfoy menerjang ke arah mereka dan merogoh sakunya. Ia lupa bahwa tongkatnya tidak ada di tempatnya.
"Mencari tongkatmu? Ayolah, apa kau ingin melawan kami dengan cara seperti Muggle?" kata Ron mengejek.
"Sudahlah, Ron. Jangan mencari masalah di misi pertama kita," Harry menengahi. "Petrificus Totalus!" ucap Harry. Seketika tubuhnya menjadi kaku. Harry dan Ron membawanya ke luar dan ber-appearate ke halaman Malfoy Manor.
"Finite" giliran Ron menghilangkan mantranya. "Pergilah sesukamu, Malfoy asal tidak kabur saja, kami sudah memasang mantra anti-disappearating di seluruh rumah ini asal kau tahu. Kami akan berjaga di sini" kata Ron.
Malfoy melangkah masuk ke kamarnya, koper yang berisi keperluannya untuk besok telah disiapkan. Ia menyematkan lencana Pengawas Ketua Murid di jubah yang sudah disiapkan. Ia melangkah ke kamar mandinya yang mewah. Ia berendam di air panas untuk menenangkan diri. Setelah itu, ia naik ke tempat tidurnya dan berharap esok tidak pernah datang.
____________________________
Hermione tengah melintasi jalan setapak menuju gerbang Hogwarts. Tadi pagi ia mendapat surat dari Prof. McGonnagal untuk menemuinya lebih pagi.
Gerbang Hogwarts terbuka menyambut kedatangannya. Ia langsung menuju ke ruang Kepala Sekolah. "Elevato Restro" katanya. Begitu kata sandinya diucapkan, tangga berbentuk griffin membuka.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Simple Spell
FanfictionIt's only one simple spell but why it's to hard to say? ~ ••• "Bagaimana hasil NEWT-mu?" tanya Hermione. "Semua memuaskan kecuali Mantra, aku gagal," jawab Malfoy. "Ada apa?" "Aku tidak bisa mengucapkan satu mantra sederhana, satu mantra yang seharu...
