Aku berlari keluar dengan cepat sambil kutuntun Smith yang berjalan agak pincang. "Huffft" kami berlima pun berada di luar. Lalu tiba-tiba "DUUM!" pesawat itu meledak di belakang kami, aku pun jatuh tersungkur bersama Smith. "Aaahh" kataku, karena telingaku masih agak sakit mendengar ledakan itu. Aku pun terbangun.
Ketua dan Steve datang mendekati ku, "Cepat kita lari ke pesawat yang kecil" Ketua menuntunku dan Smith dituntun Steve. Aku pun sampai di dalam pesawat yang didalamnya Sudah ada Hana yang berada di kursi sebelah pilot dan Frank di kursi penumpang. "Eratkan sabuk pengaman kalian, karena perjalanan kita akan lebih cepat.
'Grrrrrnnnngggg!' mesin pesawat aktif, lalu naik. Monster-monster yang berada di atas pun ikut turun, dan "Hiyaaaa!!" teriak ketua ketika menembaki makhluk-makhluk itu dengan senjata dari pesawat. Mereka berguguran satu persatu. "Aku rasa ini bukan pesawat biasa" kata Frank "Ya, ini mirip seperti pesawat tempur pada perang dunia ke 2" jawab Steve sambil mengusap keringat di dahinya.
'Vvwung!' kami sampai di atas tanah. "Hei, atap kubah itu masih tertutup, bagaimana bisa kita keluar?" tanya Frank "Kita akan melakukannya, lakukan atau mati" jawab Ketua yang langsung menembaki atap kubah itu.
'Crakk!.' Sesuatu menghentikan kami. Aku menoleh ke belakang dan kulihat makhluk itu menahan pesawat kami dengan kedua capitnya. "GRAAAA!" Sementara ketua menambah kecepatan pesawat ini. "Ayolah, lepaskan makhluk bodoh!" gumam Ketua sambil terus menambah kecepatan.
'Crakkk!' lalu kaca disebelahku pecah "Aaah!" teriakku sambil mengambil pecahan kaca yang melukai pipiku yang masih berada di wajahku. 'Crangg!' bagian belakang kaca pesawat kami ikut pecah terkena capit makhluk yang lain. Angin masuk dan seperti menyeret kami ke belakang.
Ketua lalu mengambil pistol "Hana, pegang kemudinya" "Apa!?" jawab Hana. "Pegang kemudinyaa!" kata Ketua yang langsung memecahkan kaca dan melompat keluar. 'Dup!' Ketua berada di tanah. "Kesinilah kau, lawanlah aku!" teriak ketua pada makhluk itu. Perlahan makhluk itu melepas capitnya, lalu semua, semua dari makhluk itu mengelilingi Ketua.
'Crraasshhhh!' "Akhirnya atas kubah terbuka lagi" kata Hana gembira setelah terus menembaki bagian atas itu. Tapi kami berhenti sebentar "Ketuaaa!" teriak Frank ke bawah dari jendela. "Naiklah ke sini, kita sudah akan berhasil!" lanjut Steve. "Ayo, ikutlah kemari." Lalu tali yang panjang pun di panjangkan ke bawah tepat di depan Ketua.
"Grrrrrrr" semua makhluk itu sepertinya kelaparan dan ingin memakan Ketua. 'Srakk!' tetapi Ketua melompat tinggi dan memotong tali yang kami bentangkan. "Larilah! Ini kesempatan kalian!" Ketua langsung menembaki semua makhluk itu dengan kedua pistol di tangan dengan gaya berputar. "Ikutlah dengan kamii!!" kata Smith. "Tidak aku akan disini!!" "Ikutlah! Naiklah, tali itu masih sampai!" lanjutku "Cepatlah lari sebelum mereka kesitu!!!" teriak Ketua.
Tetapi Hana masih berhenti dan memandangi ke bawah. "CEPAAAT!" teriak ketua lagi. "Baiklah" kata Hana pelan sambil menitikkan air mata. 'Vrrrrmmmm!' pesawat kami naik. "Temui aku di dunia yang lain anak-anak" kata Ketua dalam hati sambil tersenyum.
Dan,'Jlebb!' salah satu makhluk itu menusuk ketua dengan capitnya. "TIDAAKKK!"teriak kami bersamaan. Aku pun tertunduk dan air mata ku mengalir deras. Akumelihat ketua masih tersenyum saat ditusuk. "Temui aku... Di.... Dunia yang lain"kata Ketua yang langsung tersungkur "Brakk!."
CONTINUE TO PART 15 (LAST PART)....
DON'T FORGET TO COMMENT & VOTE :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Dome
Bilim KurguDi sinilah tempat hidupku, di kota yang di kenal dengan sebutan "Isolated", dengan kubah yang menutupi seluruh kota kami dan jurang di sekeliling kota yang membuat kami kebingungan untuk keluar dari situ. Apakah kami bisa? Don't forget to Comment...
