Chapter 16.2

9.6K 522 10
                                        

"Lepas!"

"Tidak!"

"Kubilang lepas!"

Harrolds menghempaskan tubuh Quill ke atas kasur. Menahan kedua pergelangan tangan istrinya dengan tubuhnya di atas.

"Kau boleh memilihnya! Tapi jangan harap aku akan membiarkan kalian bahagia!"

Harrolds semakin mengencangkan genggamannya. Membiarkan Quill menormalkan nafasnya yang naik turun karena amarah.

Pria itu memejamkan matanya, dan menghembuskan nafasnya kasar.

"Kau salah paham, Quill."

"Kalau begitu, jelaskan! Aku meminta mu sedari tadi untuk menjelaskan. Tapi kau, hanya membiarkanku dengan segala spekulasiku!"

"Aku akan menjelaskan, tapi tenangkan dirimu!" Harrolds mulai kehilangan kendali.

Quill diam, tapi tetap menatap tajam ke dalam bola mata Harrolds.

"Dia dokterku."

Merasa Quill semakin menajamkan tatapannya, Harrolds tahu. Quill hanya ingin diam sampai penjelasannya berakhir.

"Aku tidak berbohong, Quill. Aku.. memang berencana meninggalkanmu. Ke San Fransisco, untuk pengobatanku. Dengan Wendy." Harrolds menghela nafas.

"Aku tidak yakin, aku akan kembali atau tidak. Karena, jika pengobatan itu tidak berhasil, aku tidak mau kembali dan terus membahayakan dirimu. Dan soal baju Wendy, aku tahu kau pasti berfikiran negatif. Tapi sungguh, Quill. Kami tidak melakukan apa-apa. Dia hanya terjebak hujan saat menuju ke sini. Dan aku meminjamkan kemejaku itu untuknya. Hanya itu."

Quill tersenyum miring. "Apa yang membuatku harus percaya pada semua penjelasanmu?"

"Kau mencintaiku. Dan kau selalu percaya padaku." Dengan yakin, pria itu juga menyunggingkan senyum miring khas miliknya.

"Kalau kau ingin tahu, kau telah menghancurkan segala rencanaku." lanjutnya.

"Jadi?"

"Kau harus bertanggung jawab. Ikut aku ke San Fransisco." Harrolds mengendus setiap inci leher istrinya. Lalu mencoba membuat tanda kepemilikan di sana.

Namun dengan cepat, Quill mendorong tubuh suaminya. Membuat Harrolds mengerutkan kening tanda tak suka.

"Tidak!"

"Apa?"

"Kau tetap pergi dengan Wendy. Dan aku, akan pergi jauh darimu."

Harrolds membelalakkan matanya.

Kenapa jadi seperti ini? Kenapa malah dia yang harus di tinggalkan? Harrolds mendesah frustasi. Bukannya, rencana awalnya adalah, dia yang akan meninggalkan Quill?

"Aku ingin mengikuti kegiatan tahunan Service Civil International (SCI) di Belgia dan Jerman."

"Apa?"

"SCI Incoming Program. SCI akan mengundang negara-negara selatan atau negara berkembang untuk melakukan kegiatan kerelawanan di Belgia dan Jerman. Peserta tahun ini berasal dari Nigeria, Uganda, Indonesia, Mongolia, Kamboja, Togo, Afrika Selatan, Ghana, India, Meksiko, dan Ekuador. Kegiatan ini dibiayai oleh Pemerintah Uni Eropa."

Quill berdehem sebentar. "Untuk kegiatan di Natoye, Belgia ini, aku akan berpartisipasi di kemah kerja sebuah pusat bagi para pencari suaka yang diorganisir oleh Palang Merah Belgia."

"Quill, kau.. sungguh-sungguh?"

Dia mengangguk. "Melihat tiket penerbanganmu, kau akan pergi besok, kan?"

My Freak HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang