BAB11 - Benci kuadrat

7.6K 481 4
                                        

Gue mengerjapkan mata perlahan, melihat sekeliling dan dugaan gue benar pasti sekarang sedang berada dirumah sakit, Gue menghela nafas pelan menormalkan sistem pernafasan lalu berniat mengambil minum

Tetapi, tidak sengaja gue menyenggol sesuatu yang keras,.

"Aduh, sakit" gue menoleh diiringi suara ringisan seseorang yanga berada tidak jauh dari tempat gue berada dan ternyata dia Anna

"Anna, ngapain lo disini? cepet pulang" Gue tersentak kenapa bisa-bisanya gue mengusir Anna

"Lah kak aku kan ngejagain kakak, tadi aku cuma ketiduran sebentar soalnya kepala aku sakit" Ujarnya sambil menguap, gue berusaha duduk

"Ambilin gue minum" Anna mengangguk sambil mengambilkan air putih, gue melihat penampilannya sangat acak-acakan tetapi natural. Sungguh dia keliatan cantik memang tapi gak seharusnya lo kayak gini Fal!

"Nih kak" Gue meraih air putih itu lalu meminumnya

"Kamu kenapa sih kak, suka aja bikin hidup aku uring-uringan" Gue melirik Anna yang tengah mengikat rambutnya demi apapun dia sangat menarik untuk saat ini

"Siapa suruh masukin gue ke kehidupan lo"

"Ini kan takdir kak, aku ketemu kakak itu udah direncanain Allah dan Aku seneng banget bisa ketemu sama kakak"

"Jangan curhat"

Mendengar kata-kata Anna membuat gue tambah pusing, hati gue kerasa bergetar tapi ada sesuatu yang menentang dalam diri gue jika sesuatu hal terjadi lo tau? pasti ini penyakit gue

"Kak? kakak kenapa?" Terlihat Anna mendekat

"Jangan deketin gue, lo deketin gue sama aja bikin gue tambah sakit sana pergi jauh-jauh dari hidup gue"

"Aku gak akan menjauh dari kakak! aku mau kakak sembuh!"

"Gue akan sembuh kalo lo pergi dari hidup gue"

"KENAPA SI KAK? AKU CANTIK! AKU PINTAR, SUKA NGAJI SHOLAT APAPUN ITU TAPI KAKAK APA? KAKAK GAK PERNAH NGEHARGAIN ITU SEMUA, AKU TUH SAYANG SAMA KAKAK TAU GAK SIII KAK LIHAT AKU DISINI!"

Gue meringis pelan mendengarnya, Anna memang sempurna tapi apa? cinta gak bisa dipaksain kan?

"Kalo lo ngelakuin itu semua lo salah"

"Persetan dengan salah atau enggaknya! pokoknya aku punya hati kak! kalo aku pergi bisa bikin kakak jatuh cinta sama aku, yaudah aku pergi sekarang juga!"

Anna mencak-mencak sambil menangis dan pergi begitu saja, sebenarnya gue gak mau ini terjadi tapi gimana lagi gue lelah sama penyakit gue yang aneh ini. Maafin gue Anna,.

Beberapa saat kemudian, Bara datang sambil membawa kantung plastik yang lumayan banyak membuat gue bingung

"Bawa apaan banyak banget"

"Lo ngapain Anna si? ini udah malem dan lo--"

"Bukan urusan lo dan berhenti bahas ini gue pusing, lo gak mau gue mati sekarang kan?"

***

Aku tak habis fikir! Hati kak Naufal itu kok dingin banget si, padahal cintaku sederas hujan tapi kenapa kak Naufal malah pake payung. Mayungin orang lain lagi, Aku menghapus air mata yang mengalir deras ini. Apaan si air matanya manja banget pengen keluar membuat wajahku lengket saja.

Aku menelepon Bara atau Amber, ini sudah malam dan pasti jarang ada taksi yang lewat

Setelah nada sambung berbunyi aku langsung berteriak

"DARREN JEMPUT DI R.S LAZUARDI SEKARANG PLIS"

Aku mengedarkan pandanganku dan disebrang jalan ada yang jualan jagung bakar membuatku yang sedang lapar luar biasa ini melangkahkan kaki kesana sambil menunggu Darren datang, sebenarnya tadi pas di lorong ketemu kak Bara dan dia mengajak makan bareng tapi Aku gak mau. Aku kan mau pergi dari kehidupan kak Naufal, biar dia bisa cinta sama aku

***

He's My SeniorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang