"Gue suka sama lo. Gak, gue cinta sama lo, Ver."
"Ap-Apa??" Alvero tergagap. "Tapikan kita selama ini..."
"Gue gak butuh jawabannya sekarang." Potong Rere cepat. "Lusa, setelah kelulusan lo, gue akan dengan lapang dada menerima jawaban lo. Apapun itu."
"Tapi, Re..."
"Alvero. Gue dan lo, masih akan bertemu besok dan sepanjang sisa hari ini. Gue gak mau membuat ini semua jadi canggung nantinya." Ujar Rebecca.
Alvero terdiam. Sepanjang sisa hari ini memang mereka akan menghabiskan waktu bersama teman seangkatan Alvero lainnya untuk merayakan kelulusan yang akan diadakan besok. Dan Rebecca, menjadi tamu yang diundang oleh Alvero.
"Maaf, tapi gue gak bisa nahan diri gue buat ungkapin perasaan ini sama lo lebih lama lagi. Gue malah membuat lo jadi kepikiran gini." Ujar Rebecca sambil menunduk.
"Gak apa-apa Re." Ujar Alvero sambil menepuk kepala Rebecca pelan.
Rebecca tersenyum dan mengangguk. Setengah bebannya menghilang, dan setengahnya lagi, adalah menunggu jawaban dari laki-laki yang dia cintai sejak dua tahun lalu.
*
Alvero terus memperhatikan perempuan yang kini sedang berbincang dengan teman perempuan seangkatannya. Pikirannya terus melayang ke siang tadi, disaat Rebecca secara tiba-tiba menyatakan perasaannya.
Jujur saja, Alvero tidak tahu harus berkata atau menjawab apa. Rebecca yang selama ini bersama dengannya, keluar bersama, makan, tertawa, menonton, berbalut dalam kata sahabat, tiba-tiba mengatakan kalau Rebecca mencintai dirinya.
Ada rasa tidak percaya, tapi ada rasa hmm... entahlah, lega? Antusias?
"She's so Pretty." Komentar satu suara yang entah sejak kapan duduk di sebelah Alvero.
Alvero terlonjak dan mendapati laki-laki yang belakangan ini dekat dengannya. Ruben Augustine.
Matanya melihat lurus kearah pandangan mata Alvero tadi. Lurus menuju Rebecca yang sedang menyelipkan rambut hitam panjangnya ke telinga sambil tertawa.
"Ya.." komentar Alvero. Tidak sadar Alvero ikut tersenyum begitu melihat tawa Rebecca dan kontan mata mereka bertemu beberapa detik sebelum Alvero mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Dia liat kesini!" Seru Ruben sambil mengguncang bahu Alvero.
Alvero tahu, makanya dia tidak mau melihat kedepan. Alvero masih bimbang mengenai jawaban apa yang harus dia berikan pada Rebecca lusa. Apakah dia harus menerima cintanya? Atau malah menolaknya?
Karena jujur sana, Alvero tidak pernah berpikir untuk menjadi sepasang kekasih dengan Rebecca. Tapi setelah pernyataan cinta Rebecca, jantungnya seakan berdebar antusias.
"Hey, Al." Panggil Ruben mengalihkan perhatian dari Alvero. "Lo ingat, mengenai cerita tentang Jackson yang pernah gue ceritain ke lo?"
Alvero mengernyit dan berpikir. "Tentang Jackson sahabat lo yang merebut Alena dari lo?"
Ruben mengangguk. "Kemarin gue ketemu sama Jackson."
Alvero terdiam. Alvero tahu kalau dulu Ruben cinta mati sama Alena dan nyaris setengah gila begitu Jackson, sahabatnya merebut Alena dari sisinya. Dan Alverolah yang membangkitkan semangat Ruben lagi dan membimbing Ruben menjauh dari jalan kegilaan.
Ruben, sebelum bertemu dengan Alvero adalah sosok yang sadis. Tapi Alvero tahu itu semua hanya pengaruh alkohol yang diteguknya.
Dia bermain dengan banyak perempuan panggilan, dan membuat keributan di klub malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fated! [#DMS 2]
Romance(TELAH DI BUKUKAN. BISA DI TEMUKAN DI TOKO BUKU KESAYANGAN KALIAN 😊) Sequel Dirty Marriage - Anindana Orang bilang, Pertemuan PERTAMA adalah kebetulan, Pertemuan KEDUA adalah kepastian, dan pertemuan KETIGA adalah TAKDIR. "Aku hanya bisa bertanya k...
![Fated! [#DMS 2]](https://img.wattpad.com/cover/60875545-64-k703282.jpg)