Author : Hai guys!! Apa kabarnya nih? Siapa yang setia sama cerita ceritaku? Kalau kalian setia, pasti tau dong cerita Livia yang aku buat? Hahahaha. Yaudah langsung aja^^ part yang ini lebih singkat dibandingkan part yang lain lho wkwkwk. Maafin, karena ini edisi minta maafnya Jennifer wkwkwk.
Tringgg
Alarm jam beker yang berada di nakas sebelah tempat tidur berukuran single size Kylie berbunyi dengan nyaringnya. Kylie bangkit dari tidurnya dengan setengah tersadar. Dia mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi.
Butuh waktu selama 20 menit bagi Kylie untuk membersihkan dirinya di kamar mandi. Kemudian, dia memakai seragam sekolahnya lalu duduk di meja rias kos-nya. Dia mengoleskan bedak baby di wajahnya lalu memakai pelembab bibir di bibir pink mungilnya.
Setelah itu, dia hanya mencepol rambutnya dan mengambil tasnya lalu berjalan menuju pintu keluar kosnya. Saat dia membuka pintu tersebut, alangkah terkejutnya saat dia mendapatkan seorang pria tengah berdiri di balik pintu tersebut dengan senyuman yang sanggup membuat siapapun-kaum hawa berteriak histeris.
"Lo?!".
"Hai".
Kylie sungguh panik. Mau ngapain Aga datang sepagi ini ke kosnya?
"H-hai..".
"Gausah kaku gitu. Yuk berangkat bareng gue".
Mata Kylie sukses melotot. Benarkah Aga mengajaknya untuk berangkat ke sekolah bersama? Jika iya, ini adalah kejadian yang sangat langka. Akan tetapi, Kylie sedikit merasa takut. Bagaimana jika nantinya fans Aga mengetahui bahwa Aga berangkat ke sekolah bersama dengan dirinya? Bisa bisa, dia dapat bullyan lagi deh.
Kylie menggeleng membuat Aga menaikkan sebelah alisnya. "Gue gak mau ya dapat bully-an ntar dari fans lo".
Aga terkekeh pelan membuat Kylie tidak berkedip memandang Aga yang sangat tampan itu.
"Lo takut mereka bully lo lagi?".
"Ya iyalah!".
"Masa? Bukannya lo itu galak banget ya? Buktinya semalam lo malah ngejitak sama mukul mukul gue gak jelas gitu".sindir Aga membuat Kylie menundukkan kepalanya menyembunyikan kedua pipinya yang telah memerah.
Aga sadar bahwa wanita yang ada di depannya ini tengah blushing. "Lucu ah kalau lagi blushing gitu".goda Aga membuat kedua pipi Kylie semakin memerah.
Tiba tiba saja Aga tertawa terbahak bahak membuat Kylie mendongakkan kepalanya. Rona merah masih terlihat dari kedua pipi Kylie tanpa ia menyadarinya. Kylie menatap Aga kesal.
"Gak lucu tau".
"Lucu lah, lo kalau lagi blushing gemesin tau gak".
"Aw!".rintih Kylie saat Aga mencubit kedua pipi chubby-nya lalu menatap Aga kesal.
Di pagi hari seperti ini, Aga malah mengusiknya. Membuat Kylie harus menahan rasa kesalnya terhadap pria itu dengan mati matian. Akan tetapi, Kylie tidak mempermasalahkan hal itu karena Aga lah penyebab dia kesal. Jarang baginya melihat Aga terlihat menyebalkan seperti ini. Apalagi saat Kylie mengetahui Aga type cowok yang dingin ke semua kaum hawa. Itu yang dia ketahui dari teman teman perempuan sekelasnya yang doyan sekali membicarakan soal Aga.
"Gue gak mau ah terlambat cuma karena gangguin lo, yuk".gerutu Aga lalu tanpa ada rasa malu, dia merangkul Kylie membuat gadis itu lagi lagi menundukkan kepalanya blushing.
Aga melirik Kylie sekilas yang sedang menundukkan kepalanya menahan blushing.
Type wanita idaman banget sih lo kyl. Udah cantik, pinter, gak banyak ngomong, pemilik pipi chubby pula. Perfect!.batin Aga.
KAMU SEDANG MEMBACA
EXPECTED ✔
Teen FictionSalahkah aku jika aku memiliki kedua orangtua yang menyayangiku tanpa harus melihat statusku yang sebenarnya? Salahkah jika aku hidup dalam ketenangan dan kedamaian? Salahkan jika aku mencintai seseorang yang juga mencintaiku apa adanya? Apalah arti...
