"Sayang..".panggilku untuk seorang perempuan yang tengah duduk di kursi santai yang berada di tempatku berada.
Taman komplek perumahan rumahnya. Yang dipanggil menoleh dengan lengkungan senyumnya yang mampu membuat siapapun meleleh termasuk aku.
"Kamu ngagetin deh".ucapnya sambil mencebikkan bibir.
Aku duduk di sebelahnya, memandangi Kylie dengan rasa gemas. Wajah Kylie terlihat seperti anak kecil. Kedua pipinya mudah memerah dan terlihat chubby. Ciri khas Kylie yang sangat kusuka.
"Kamu kok disini?".tanyanya kaget.
"Ketemu kamu lah, jadi mau ngapain lagi?".
Kupandangi Kylie sekilas. Dia menundukkan kepalanya menahan senyum. Rasanya, aku tidak ingin berpisah dari perempuan yang ada dihadapanku kini. Rasanya, aku ingin sekali berada di dekatnya setiap hari, setiap waktu, setiap menit bahkan setiap detik.
"Bisa aja deh. Oh iya, kamu udah belajar? Minggu depan kan kita bakalan UN".kata Kylie.
Aku mengkerutkan kening. Baru menyadari bahwa seminggu lagi adalah waktunya untuk menyelesaikan Ujian Nasional.
Kalian tau, sekarang ini aku sudah menduduki bangku kelas 3 SMA. Dan itu artinya, waktuku di SMA ini tidak akan lama lagi. Meskipun aku tau, banyak sekali para mahasiswa yang ingin balik ke masa SMA. Masa dimana anak anak lebih banyak bermain dan tidak akan dihantui tugas dari dosen setiap harinya. Ya meski kadang, tugas itu juga diberikan oleh guru yang mengajar. Tapi setidaknya, itu tidak akan lebih sulit dari menyusun skripsi yang menentukan akhir dimana kita--err.. ngomong apa sih gue?
"Belum deh. Aku lupa kalau minggu depan kita bakalan UN".
"Dasar kamu nih, makanya jangan kebanyakan pacaran".
"Yeee.. siapa suruh mau jadi pacar aku".
"Kamu yang nyuruh".
"Ngeselin banget ya".ucapku lalu mencubit kedua pipi Kylie gemas.
Kylie membalas tingkahku dengan balik mencubiti pinggangku dengan tawanya yang menggelegar. Tanpa rasa malu, aku juga ikut tertawa bahagia bersamanya.
Bahagia itu, menurutku cukup sederhana. Gak perlu sesuatu meriah yang mampu membuat kita bahagia, cukup dengan usaha sendiri pasti hasilnya bakal lebih berbeda daripada menggunakan barang yang tidak terlalu berharga mungkin?
"DOR!".
Aku dan Kylie terlonjak kaget saat merasakan punggung kami ditepuk oleh seseorang dengan suara jeritan yang serempak bagaikan saat sedang latihan paduan suara. Aku dan Kylie menoleh ke belakang dan mendapatkan Jennifer serta Calvin tengah tertawa terbahak bahak.
Ganggu banget gila.
"Ngagetin aja lo pada!".gerutu Kylie.
"Tau, ngeselin banget sih ah ilah".
"Lagi juga pacaran disini. Gak modal banget sih lo berdua".
"Yee.. biarin aja. Bukan urusan lo juga kali".cibirku tak kalah.
"Lagian juga lo berdua ngapain disini?".tanya Kylie.
"Ya pacaran juga lah. Emang cuma lo pada yang boleh pacaran disini".jawab Calvin sedikit sewot.
"Gak ada yang bilang kaya gitu".
"Tadi katanya pacaran disini gak modal. Kok jadi pada mau pacaran disini".sindir Kylie dengan nada tak kalah sewot.
"Bukan urusan lo berdua juga".ujar Jennifer lebih sewot.
"Tunggu deh.. sejak kapan lo berdua punya hubungan?".
KAMU SEDANG MEMBACA
EXPECTED ✔
Teen FictionSalahkah aku jika aku memiliki kedua orangtua yang menyayangiku tanpa harus melihat statusku yang sebenarnya? Salahkah jika aku hidup dalam ketenangan dan kedamaian? Salahkan jika aku mencintai seseorang yang juga mencintaiku apa adanya? Apalah arti...
