18

12.6K 760 1
                                        

Sudah 3 bulan lamanya semenjak kejadian di Bali bahwa Aga menyatakan perasaannya kepadaku, hubunganku dengan Aga berangsur semakin membaik. Tanpa ada pertengkaran, perselisihan ataupun sesuatu hal yang dapat membuat hubungan kami berdua kandas. Apalagi, di setiap harinya Aga selalu saja memperhatikanku. Tidak seperti biasanya.

Well, terkadang meskipun aku jenuh tetapi aku masih bisa mendapatkan perhatian Aga yang jarang sekali diberikannya oleh seorang perempuan. Dan mungkin aku adalah seorang wanita yang paling beruntung di Dunia karena telah bisa mendapatkan Aga seutuhnya.

"Sayang, kamu mau makan apa?".tanya Aga sambil memegang buku menu restoran ini.

Aku dan juga Aga tengah berada di sebuah restoran. Sepulang sekolah, Aga menarikku ke mobil dan membawaku entah kemana. Sampai pada akhirnya, Aga membawaku ke restoran bintang lima yang terkenal di Jakarta ini.

"Steak barbeque with potato deh".

"Yakin gak mau makan nasi?".

Aku menggeleng. Aga tersenyum lalu melakukan hal yang sama kembali sepertiku. Memberikan jawaban pesanannya kepada pelayan restoran ini.

"Aku pesenin kamu orange juice tadi".

"Oke, gapapa. Lagi juga aku lupa mesen tadi".jawabku.

"So, udah 3 bulan aja ya kita kaya gini. Gak kerasa".

Aku mengulum senyum. "Yes, semoga setiap harinya semakin baik aja deh".

"Iya sayang, aku harap juga begitu".

Sambil menunggu pesanan datang, aku dan Aga mengisi rasa bosan dengan berbagai obrolan yang sangat tidak penting untuk dibahas. Maklumlah, Aga memang terlampau pintar dalam mencari sesuatu agar tidak menciptakan keadaan hening yang tercipta diantara aku dan Aga. Hingga obrolan kami terputus ketika pelayan datang sambil membawa nampan berisi pesanan aku dan Aga.

♧♧♧

"Rumah kamu sepi banget tuh".seru Aga sambil melirik rumah bernuansa serba abu abu yang keliatan sangat sepi dari balik jendela mobilnya.

Aku ikut menoleh kepada pandangan Aga. Memang benar, rumahku kali ini tampak sangat sepi. Seperti rumah kosong yang tanpa penghuni. Mungkin, kak Leon sedang kuliah atau menyelesaikan pekerjaannya sebagai status mahasiswa. Ataupun Mama dan Papa yang mungkin sedang pergi berdua. Secara, mereka terlalu sering bepergian hanya berdua.

"Gak tau tuh, kak Leon lagi kuliah kali. Mungkin cuma ada pembantuku kali di dalam".jawabku sekenanya.

Aga menganggukkan kepalanya. Aku turun dari dalam mobilnya bersamaan dengan Aga.

"Mau masuk?".tawarku.

Aga mengangguk mengiyakan. Aku tersenyum lalu membuka pintu pagar rumahku yang tinggi menjulang. Hanya akan terlihat bagian lantai dua saja.

Aku berjalan menuju dapur untuk memanggil bi Surti yang sudah bekerja di rumahku selama bertahun tahun. Bahkan, dari saat nenekku tinggal di rumah ini sampai turun temurun dari Mama lalu kepadaku. Bi Surti tetaplah awet muda seperti dulu. Raut wajahnya tidak pernah berubah sejak dahulu kala.

"Ada tamu ya non?".tanya Bi Surti ketika melihatku berjalan ke arahnya yang sedang membersihkan buah buahan.

Aku tersenyum. "Iya Bi, Bi tolong buatin makanan-eh tapi gausah deh Bi baru makan juga. Buatin minum aja deh".perintahku.

Bi Surti terkekeh pelan. "Baik non, mau Bibi yang antarkan apa non sendiri?".

"Aku aja Bi".

Bi Surti mengangguk lalu membuatkan dua gelas orange juice untukku dan juga untuk Aga. Setelah selesai, aku meletakkan kedua juice itu di atas nampan besi dengan semangkuk cemilan yang kubeli dari Bali kemarin. Aku berjalan menghampiri Aga yang kini tengah berbaring di atas sofa sambil memainkan PS milik kak Leon. Semenjak aku dan Aga menjalin hubungan, Aga sudah tampak terbiasa dengan keadaan keluargaku. Bahkan, dia juga tidak segan segan melakukan apa saja dirumahku. Dia sudah menganggap rumahku sebagai rumahnya sendiri. Karena itulah, Aga sering sekali mampir ke rumahku hanya untuk sekedar bersantai.

EXPECTED ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang