12 - Special Calvin & Jennifer

15.8K 910 5
                                        

"Rumah lo yang mana?".tanya Calvin begitu mobilnya memasuki pekarangan komplek rumah Jennifer.

"Nanti lo lurus aja, terus ntar di pertigaan belok kiri. Jaraknya dua rumah aja kok".jawab Jennifer dengan sedetail mungkin.

Sedari tadi, Calvin dan Jennifer terus saja bersiteru. Tidak ada satupun dari mereka yang diam. Apalagi, Calvin typical laki laki yang berbakat dalam soal bercanda. Tak henti hentinya Jennifer tertawa hanya karena candaan Calvin yang menurutnya lucu. Melihat Jennifer seperti ini membuat Calvin merasakan sesuatu yang aneh pada hatinya.

Mungkinkah dia jatuh cinta pada pesona Jennifer?

"STOP!!".teriak Jennifer tiba tiba.

Mendadak, Calvin mengerem mobilnya itu membuat keduanya tersentak. Apalagi Jennifer, dia tak henti hentinya mengusap usap dadanya.

"Apaan sih jen?!".tanya Calvin kesal.

Jennifer memasang tampang sengitnya. Terlihat sekali seperti Jennifer yang dulu, namun sedikit berbeda karena Jennifer yang sekarang tidak lagi menggunakan makeup setebal baja.

"Lo dari tadi gue suruh berhenti gak denger, eh taunya lo malah ngelamun. Cari mati sih itu namanya".sungut Jennifer.

Calvin terkekeh pelan. "Maaf maaf deh, tadi gue ngelamunin elo".

Pemuda mendadak menutupi mulutnya dengan satu tangan. Sialnya, dia malah keceplosan membuat Jennifer memandang Calvin dengan tatapan terkejutnya.

"Mi-mikirin gue?".

Mampus deh lo vin, ngapain pake asal keceplosan segala sih arrghh!.gerutunya dalam hati.

"Eh.. i-itu.. a-anu..duhh.. i-iya sih.. g-gue tiba tiba aja ngelamunin l-lo..nya".ucap Calvin terbata bata.

Blush!

Mendengar omongan jujur yang keluar dari mulut Calvin membuat gadis itu menundukkan kepala seperti saat Kylie menundukkan kepalanya. Rona merah begitu terlihat di kedua pipi Jennifer yang mulus.

"Eh ta-tapi.. gue gak maksud kok jen. Ma-maaf kalau lo gak suka".kata Calvin lagi.

Menyadari bahwa orang di sebelahnya tidak mengeluarkan suara, membuat Calvin menoleh ke samping dan mendapati Jennifer sedang menundukkan kepala. Meskipun Jennifer berusaha menyembunyikan rona merah di kedua pipinya itu, Calvin tau bahwa Jennifer sedang blushing.

Keheningan yang sempat tercipta itu berubah kala Calvin tertawa terbahak bahak dengan tiba tiba. Membuat gadis di sebelahnya menatapnya bingung.

"Ih kok malah ketawa sih? Aneh".gerutu Jennifer.

"Gue tau lo blushing. Gausah sok disembunyiin gitu deh".

Lagi, rona merah muncul di kedua pipi Jennifer. Jarang sekali bagi Jennifer terlihat seperti seorang perempuan yang terlihat kalem seperti ini. Apalagi, Jennifer terkenal dengan sifat centilnya dan kadang dia jarang baper alias bawa perasaan seperti ini.

"Eh g-gue turun deh.. udah nyampe lagian".kata Jennifer berusaha mengalihkan suasana.

"Rumah lo yang ini?".tunjuk Calvin sesaat mengetahui mobilnya berhenti tepat di samping rumah berbentuk minimalis itu.

Jennifer mengangguk. "Mau masuk dulu?".

"Gausah deh, gue mau balik sekolah aja".

"Oh yaudah, gue turun ya. Lo hati hati".kata Jennifer seraya membuka pintu mobil Calvin.

Jennifer menutup mobil itu kembali dan menatap Calvin dari kaca mobil yang terbuka lebar itu.

"Hati hati".kata Jennifer lagi ketika Calvin tersenyum lalu menarik pedal mobilnya.

EXPECTED ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang