Part 13

5.7K 195 1
                                    

Happy reading and banyak in dong vomment nya.

  Pagi-pagi alex sudah bangun dari tidurnya dan menatap alexa bersalah lantas dia mengacak rambutnya frustasi.

  "Apa yang gue lakukan,arghh"alex berlalu lantas mandi sedangkan alexa menatap punggung alex.

  Alexa lantas menghela napas frustasi.di sambarnya iphone miliknya.

  "Hallo cha.bawakan baju ganti saya bukan seragam tapi baju kantor" alexa memutuskan sambungan telepon nya.

  Alexa kembali menelpon seseorang.

  "Nando,apa semua sudah siap?dan bagaimana perkembangannya nya?" Alexa menelpon Nando.

  "Baiklah,terima kasih Nando" alexa memutuskan sambungan teleponnya.

  Ceklek.Alex keluar dari kamar mandi sudah memakai seragam sekolahnya.

  "Kakak udah bangun?" Alexa menatap alex.Alex hanya menghela napas berat.

  "Jangan pernah menganggap gue akan menganggap loe jadi istri gue.Gue mau kita melakukan perjanjian setahun sesudah kita menikah kita akan bercerai.Dan tak usah ikut campur urusan masing-masing" alex menatap dingin alexa.

  Alexa hanya tersenyum dan mengangguk.walaupun ada di rasanya sesuatu yang meremas hatinya dan terasa sangat sakit.

  "Kita akan pindah ke rumah yang udah mereka kasih ke kita.Dan loe nggak usah nunggu gue pulang nanti,malam ini gue nggak pulang.oh ya satu lagi nggak usah panggil gue pake kakak soalnya gue bukan kakak loe" alex lantas berlalu alexa hanya tersenyum.

  'Waktu kenalan suruh panggil kakak.lah,sekarang' batin alexa.

  Alexa langsung menghubungi orang kepercayaannya.

  "Mike awasi Tuan muda.Saya sekarang menyerahkan keselamatan nya pada mu.Dan saya harap kamu tidak mengecewakan saya" alexa lantas memutuskan sambungan teleponnya.

   Alexa lantas merendam tubuhnya di bath up.

   Tak lama baru alexa keluar dengan pakaian yang sudah di kasih oleh acha.Dia langsung turun ke bawah menghampiri kedua mertuanya.

  "Pagi om,tan" alexa memamerkan senyuman manis nya.

  "Pagi sayang.Sayang panggilnya mama ama papa aja ya." Mita menatap menantu nya alexa hanya mengangguk.

  "Iya ma.oh,iya alex udah berangkat ke sekolah?" Alexa duduk di depan mita.

  "Iya baru aja.kamu nggak sekolah sayang?" Tanya mita.Alexa menggeleng.

  "Hari ini alexa harus ke amerika ma.Alexa hari ini wisuda" alexa tersenyum.sedangkan kedua orangtua itu membulatkan matanya tak percaya.

  "Kamu udah lulus sekolah sayang?trus kamu wisuda apa?jurusan apa?" Cerocos mita.Alexa hanya tersenyum dan mengangguk.

  "Udah ma.alexa wisuda S1 jurusan bisnis."alexa tersenyum melihat mama mertuanya yang berdecak kagum.

  "Pa,ma alexa pamit dulu ya.Barang-barang alexa ama al bakal diambil sama orang alexa nanti." Alexa menyalimi tangan mita dan jonathan.

  "Papa harap kamu nggak pernah melepas alex apapun itu alasannya,sayang" suara papa alexa memberhentikan langkah alexa.

  "Alexa janji pa" gumamnya yang hanya dia yang mendengarkan dan  lantas meninggalkan rumah itu.

  Alexa menuju rumah pemberian orangtua mereka lantas mengecek keadaannya.ah,lebih tepatnya rumah ini yang membeli adalah alexa tapi di minta nya untuk mengatakan pada kedua orangtuanya bahwa ini adalah pemberian kedua orangtuanya.

  [Rumah alexa alex liat mulmed]

   "Aman dan lebih enak untuk mengawasi mereka" gumam alexa.

  Alexa lantas pergi menuju bandara.

  *****

  Alex saat ini sedang berada di ruang khusus miliknya dan ketiga sahabatnya.

  "Gimana tadi malam bro?" Brayn menatap geli alex yang mencibir.

  "Ah,pasti kenyang lah ya" zayn nimbrung.

  "Sayang"teriak dea lantas mencium bibir alex.

  "Hai,udah lama sayang?" Alex membawa dea ke pangkuan nya.

  Zayn,kenzo dan brayn membulatkan matanya tak percaya.

  "Belum kok sayang.Sayang jalan-jalan yuk" dea mengeluarkan puppy eyes nya yang mampu membuat Zayn,kenzo dan brayn menatap jijik.

  "Ayo.kamu mau beli apa?aku beli in deh" alex mencium rambut dea.

  'Lebih nyaman nyium rambut alexa'batin alex.Alex lantas menggeleng mengusir pikirannya tentang alexa.

  "Kamu kok geleng-geleng sayang.kamu nggak mau ya beli in aku tas" dea menatap sendu alex.Alex lantas menatap dea.

  "Nggak bukan gitu kok sayang.aku mau kok beli in kami tas.mau tas apa?gucci? Ayo aku beli in lima buat kamu" alex langsung menggandeng tangan dea.Dea diam-diam menyeringai.

  Alex lantas membawa dea ke sebuah toko tas ternama dan membelikan pacarnya itu 5 tas limited edition yang mahal.

  'Mampus,sampe rumah langsung di cincang mama gue'batin alex.

  "Mau kemana lagi sayang?"alex menatap dea.Dea hanya tersenyum.

  "Mau pulang aja sayang aku capek" dea bergelayut manja.sedangkan alex hanya mengangguk.

  Setelah mengantar dea,alex lantas menuju rumah mama nya sebab mamanya menelpon.

  Sesampainya alex di rumah mama nya alex langsung menghampiri mamanya yang sedang berada di ruang tamu bersama papanya.

  "Mama" alex mencium pipi mama nya.

  "Abis dari mana?" Mita menatap putra nya curiga.

  "Sekolah lah ma" alex gelagaban.mita hanya tersenyum.

  "Sekolah tapi ada tagihan kredit masuk.bagus banget ya.sejak kapan di sekolah ada atm?hem"mita menatap alex yang terlihat kaget.

  "Abis dari mana kamu?" Mita berkacak pinggang di depan putranya itu.

  "Hem,itu,anu ma" alex kebingungan mencari alasan.

  "Itu anu apa?" Mita menatap garang anaknya.

  "Alex beli baju tadi" alex menghela napas setelah melihat mama nya mengangguk.

  "Ya udah sana pulang ke rumah kamu.Nih alamatnya.mama mau mesra-mesraan dulu,hush hush" mita mengusir anaknya.sedangkan alex hanya mencibir.

  Holala..gotcha...gotcha..

TROUBLEMAKER OR CEO? [tamat]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang