It's You Again?!

5.8K 443 6
                                        

Italian Restaurant, Cheongdamdong, Gangnam-gu, Seoul, South Korea
Sunday, 16th February - 11.50 am

Kim Hyejin POV

Cling... Cling...

"Ayo, Paman! Aku sudah lapar!" Teriak seorang anak kecil sambil berlari memasuki restaurant italia ini.

"Sabar dulu, Gaeul!"

Suara itu? Apa yang dia lakukan di sini?

Gila! Apa saat ini aku harus bertemu lagi dengannya? Apa dia tidak memiliki tempat lain untuk makan siang? Ya Tuhan, ini benar-benar menyebalkan!

"Ya Tuhan!" Pekik Yoora. Oh, pastilah sahabatku itu kaget melihat orang itu.

"Hyejin, apa aku tidak salah lihat? Itu Kyuhyun Oppa kan? Tampan sekali!" Ujarnya sambil sesekali menoleh ke arah ku kemudian kembali lagi menatap Kyuhyun. Aku hanya memperhatikan tingkah Yoora malas dan memilih untuk menyicipi Fruit Punch milikku.

"Kyuhyun-ssi, halo, apa kabar?" Sapa Yoora. Sial! Kenapa gadis ini malah menyapanya.

"Apa kita pernah bertemu?" Tanyanya dingin.

"Belum, tapi aku adalah orang yang memberikanmu hadiah kemarin. Aku memberikanmu sekotak bento dan juga kue coklat. Aku menitipkannya pada temanku." Yoora tiba-tiba menarik tanganku. Mau tidak mau aku pun menatap laki-laki menyebalkan itu.

"Hyejin, ayo sapa Kyuhyun Oppa!" Suruh Yoora.

"Tidak! Untuk apa? Aku tidak mengenalnya!" Ketusku.

"Cih! Aku juga tidak butuh sapaanmu!" Balas Kyuhyun.

"Paman, kapan kita akan duduk dan makan?" Seorang gadis kecil yang sejak tadi memperhatikan kami - kurasa - mulai bersuara.

"Maaf, Paman lupa. Ayo!" Laki-laki menyebalkan itu berlalu menuju meja yang berada di belakangku. Entah di sebelah mana aku tidak peduli.

Makanan kami akhirnya tiba. Aku segera saja menyantap makananku dengan perasaan kesal.

"Ya Tuhan, Hyejin. Lihatlah betapa menggemaskannya dia bersama keponkannya itu. Benar-benar terlihat seperti ayah sungguhan." Yoora terus memperhatikan laki-laki menyebalkan itu.

"Yoora, lebih baik kau cepat memakan makananmu."

"Eeyyyy... Kau ini! Untung saja aku duduk menghadap Kyuhyun Oppa, jadi aku bisa lebih leluasa memperhatikannya."

"Terserah!"

***

Cling... Cling...

"Oh, Hyung! Di sini!" Kyuhyun sedikit berteriak memanggil laki-laki yang baru saja dilihatnya memasuki restaurant.

"Appa!!" Teriak gadis kecil yang bersama Kyuhyun sambil berlari menghampiri sosok laki-laki tersebut.

"Gaeul, ayah bilang tidak boleh berlari di tempat seperti ini." Ujar laki-laki tersebut sambil menggendong putrinya.

***

Kim Hyejin POV

Suara itu? Aku sontak menaikkan pandanganku ke arah pintu masuk restaurant. Dia di sana, menggendong anak kecil yang tadi bersama dengan Kyuhyun. Apa hubungannya dia dengan Kyuhyun? Dan apakah anak kecil itu putrinya? Putrinya bersama wanita itu?

Pandangan kami bertemu. Aku memutus pandangan kami terlebih dahulu.

"Ada apa?" Tanya Yoora.

"Tidak." Jawabku.

Yoora membalikkan tubuhnya menghadap pintu masuk karena melihat aku yang tiba-tiba menjadi lesu, tidak marah lagi.

"Ya Tuhan! Apa lagi ini? Kenapa dia bisa di sini? Dan jangan bilang jika gadis kecil itu adalah putrinya?" Tanya Hyejin padaku sesaat setelah membalikkan kembali tubuhnya menghadap ke arah ku.

"Entahlah." Aku masih melanjutkan makanku. Tidak ingin memperhatikan masa laluku kembali.

***

"Hyung!" Kyuhyun kembali memanggil sosok laki-laki yang berhasil membuat kedua sahabat itu merasakan perasaan yang campur aduk.

Seakan tersadar akan susana yang canggung, laki-laki tersebut tersenyum kembali pada putrinya dan kemudian berjalan ke arah Kyuhyun.

"Maaf lama."

"Tidak, kami juga baru saja tiba."

"Begitu,"

Kyuhyun, laki-laki tersebut, dan juga gadis kecil bernama Gaeul mulai memesan makanan.

"Hyung, kau yang teraktir kan?"

"Kau ini! Kau adalah calon penerus posisi ayahmu dan kau masih memorotiku?! Dasar kau ini!"

"Ayah, apa aku boleh makan ice cream?"

"Ya, nanti setelah kau selesai makan."

Laki-laki tersebut kembali menatap ke arah meja yang di duduki oleh Hyejin dan Yoora dengan tatapan sendu penuh rasa bersalah dan keinginan untuk menarik Hyejin dan berbicara dengannya. Ia terlalu terlarut dalam acaranya hingga tidak menyadari Kyuhyun yang sejak tadi memanggilnya.

"Hyung!" Panggil Kyuhyun untuk keempat kalinya.

"Ah, ya, maaf. Ada apa?"

"Kau ini kenapa? Kenapa memperhatikan mereka? Kau mengenal gadis menyebalkan itu?"

"Apa? Gadis menyebalkan? Siapa?"

"Itu yang berkaus putih"

Hyejin? Apa Kyuhyun mengenalnya?

"Dia? Tidak kurasa. Kau mengenalnya?"

"Entahlah."

"Huh?"

"Tidak pernah berkenalan secara langsung. Hanya pernah bertemu beberapa kali. Dan selalu dibuat sial olehnya."

"Sial?"

"Ya, selalu ada kejadian buruk jika aku bertemu dengannya."

"Begitukah?"

"Ya."

"Memang di mana kau bertemu dengannya?"

"Kampus."

"Kalian satu kampus?"

"Ya, begitulah. Ya, Hyung! Kenapa malah membicarakan gadis menyebalkan itu?!" Kyuhyun merasa kesal setelah menyadari bahwa sejak tadi Hyukjae menanyakan tentang Hyejin.

"Paman, kau tidak boleh memarahi ayahku!" Omel Gaeul pada Kyuhyun.

"Aku tidak." Sanggah Kyuhyun.

"Iya! Tadi kau berteriak pada ayah!" Gaeul tak mau kalah.

"Gaeul, sudah. Tidak boleh seperti itu!" Ujar Hyukjae menengahi. Kyuhyun yang merasa gemas pada Gaeul pun mencubit pipi tembam Gaeul sehingga membuat gadis kecil itu memekik sakit dan mengaduh pada ayahnya.

---

"Ya Tuhan, betapa dekatnya Kyuhyun Oppa dengan keponakannya itu. Eh, tapi, aku masih penasaran bagaimana bisa mereka saling kenal?" Hyejin tak menanggapi ucapan Yoora karena yang ada di pikirannya saat ini adalah cepat menghabiskan makanan dan keluar dari restaurant ini.

"Hei, Hyejin! Kenapa kau mengabaikanku?" Omel Yoora.

"Sudahlah, Yoora, mau mereka saling kenal atau tidak, itu tidak ada urusannya denganmu. Cepat habiskan! Aku harus bekerja setelah ini."

"Tapi, Hyejin..."

"Han Yoora! Stop! Okay?"

"Ya, baiklah."

Kuharap kedepannya aku tidak bertemu denganmu lagi.

***

My Lovely EnemyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang