Pagi ini aku tak menemukan kedua orang tuaku di rumah, dan saat ku hubungi ibu, dia bilang saat ini dia ada di Jepang.
Catat, Je-pang!
Untuk apa?
"Sayang, ibu dan ayah tidak ingin mengganggu kalian berdua. Kami juga butuh liburan. Jadi, nikmati hari-hari kalian berdua ya! Oh, ya, Bibi Hwang juga ibu suruh libur sebulan ini agar tidak mengganggu kalian."
Itu yang dikatakan ibuku.
Kesal? Tentu saja! Aku dijebak. Ditipu. Oleh orang tuaku sendiri.
"Kau kesal sekali? Ini masih pagi."
"Terserah aku! Sudah duduk dan makan sarapanmu!" Ketusku pada Kyuhyun.
"Tunggu!" Aku menginterupsi Kyuhyun yang hendak memakan nasinya.
"Kau bekerja?" Kyuhyun menaruh kembali sendoknya dan mengikutiku melihat pakaiannya.
"Ya." Jawabnya menatapku.
"Lalu aku akan sendirian?"
"Kenapa? Lalu kau ingin ikut denganku?"
"Kau gila?" Kyuhyun hanya mengangkat bahunya.
"Tapi... Bolehkah?"
"Apa?"
"Ikut ke kantormu?" Kyuhyun melihatku bingung.
"Ya, aku... Tidak ada yang bisa aku lakukan hari ini. Yoora bekerja. Kau bekerja. Ibu dan ayah..." Aku menggantungkan ucapanku.
"Kenapa ibu dan ayah mu?"
"Mereka sedang berlibur di Jepang."
"Berlibur?"
"Ya. Jadi, aku ikut denganmu ya?"
"Kau serius?" Tanya Kyuhyun kaget.
"Aku janji tidak akan mengganggumu."
"Terserah."
"Yeah!"
Aku dan Kyuhyun kembali menyantap sarapan kami. Setelah itu aku mengganti pakaianku dengan sebuah blouse berwarna army dipadukan dengan skinny ripped jeans dan sepatu adidas berwarna putih. Juga tas tangan Prada berwarna putih.
"Ayo!"
***
Aku berjalan di belakang Kyuhyun saat memasuki kantornya. Ini pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di gedung K Group. Gedungnya mewah, besar, dan terlihat sangat nyaman karena ada taman di tengah-tengah gedung perusahaan ini.
"Selamat pagi, Presdir."
Sapaan itu selalu terdengar sepanjang kami berjalan menuju lift. Aku juga mendengar bisikan para pekerja Kyuhyun seperti, "Siapa wanita itu?" Bisikan tentangku.
Kami menaiki lift ke lantai tiga puluh. Dan lift ini transparan, jadi saat menaikinya kita akan disuguhkan pemandangan kota dan juga Sungai Han yang menakjubkan. Jujur saja aku takut. Ini mengingatkanku pada wahana Sky X kemarin. Seram.
Ting!
Bunyi denting lift menyadarkanku. Kami belum sampai. Ada sekitar enam orang karyawan kantor yang masuk ke dalam lift setelah sebelumnya menyapa Kyuhyun. Aku berdiri semakin mendekat ke Kyuhyun. Kami berdiri di paling belakang.
Aku memerhatikan karyawan pria yang berdiri di sebelahku. Dan saat itu dia tengah melihatku juga, reflek aku mengalihkan pandanganku dan menarik pelan jas yang dikenakan Kyuhyun. Mungkin Kyuhyun merasakan jasnya tertarik sehingga ia melihat ke arahku.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Enemy
Fiksi PenggemarTanpa kau sadari, cinta itu datang karena terbiasa.
