Kinjirareta Futari

3.3K 200 72
                                        

-KINJIRARETA FUTARI, Dua Orang Yang Terlarang-


Kakak yang  di pojok, enjoy the story ya! kelar lagi nih hahahhaa....



*****



Ada satu hal yang selalu dilakukan dua gadis yang berbeda umur dua tahun ini sebelum keberangkatan paginya menuju rutinitas kampus seperti biasa. Tidak boleh sampai terlewat, bahkan sang adik yang memiliki tubuh lebih tinggi beberapa sentimeter dibanding sang kakak ini hanya terdiam memejamkan mata sambil duduk bersila kala kedua pergelangan tangannya di genggam lembut oleh sang kakak.

Kamar yang selalu nyaris tanpa penerangan cahaya, meski pada pagi hari seharusnya sinar sang surya akan menerobos jendela kamar seperti cerita-cerita pada umumnya, pengecualian karena gordain hitam itu menutup dan menyerap akses sinar mentari untuk masuk dan mengganggu aktivitas mereka.

"Siap?"

"Ya..."

Kedua mata mereka terpejam, dengan satu batang lilin menyala diantara dua tubuh yang berhadapan dan masih saling menggenggam kedua tangan, mereka menunduk dengan sang kakak yang kini tengah melafalkan sesuatu dengan nada menggumam, nyaris tak bersuara.

Ritual, atau bentuk mereka mengabdikan kehidupan pada roh-roh suci yang mereka yakini telah membawa kekuatan-kekuatan pada diri mereka rutin mereka lakukan sebelum keduanya melangkahkan kaki keluar dari kediaman mereka dan sebelum mereka terlelap tidur. Tidak ada yang istimewa dari ritual tersebut, bahkan sang adik hanya cukup terdiam sementara sang kakak menyelesaikan matera. Kedua mata mereka terbuka, sang kakak mengigit ujung ibu jarinya hingga tetesan darah ia jatuhkan pada pentagram yang tergambar pada sebuah kain hitam di hadapan mereka.

"Selesai. Kita pergi sekarang?"

"Yuk."


*****


Sekilas, kakak beradik ini akan tampak seperti masiswi seperti biasanya. Memakai baju yang casual dan membaur dengan yang lain. Memakan makanan dan mempunyai pola hidup yang sama dengan manusia pada umumnya. Hanya saja, mereka mudah lelah jika berada dalam keramaian, mereka percaya bahwa keramaian dapat menyerap energi mereka dan itu membuat kedua kakak beradik ini enggan menyukai keramaian.

"Hai, Mi! Eh, Sinka... baru dateng?"

"Kinal... iya nih, baru dateng soalnya tadi harus nunggu taksi dulu."

"Tau gitu aku jemput deh, hehehe... udah nyelesein tugas paper buat uas nanti?"

"Udah... eh, temenin Sinka sebentar ya? Aku harus ke toilet dulu nih, Nal."

"Oke, nanti aku langsung anterin Sinka ke kelasnya sebelum masuk kelas deh."

"Oh, iya. Maaf yah, aku hari ini nggak bisa anterin kamu buat cari referensi buku. Langsung ke kelas aja ya nanti." Kinal mengangguk, kemudian menatap kepergian Naomi hingga dirinya bahkan nyaris tak berkedip. Siapa yang tidak tergila-gila pada kecantikan Shinta Naomi? Perawakannya yang tidak terlalu tinggi itu telah memikat hati seorang Devindra Kinal Dewantara yang merupakan teman satu kelasnya sejak saat masa-masa putih abu-abu dahulu.

"Kak Kinal mau disini terus sampai kapan? Aku udah mau masuk kelas..." Bukan tidak sopan membuat orang yang berada satu angkatan dengan sang kakak ini tersentak. Hanya saja ia tidak suka dengan tatapan Kinal pada sang kakak. Tidak suka, karena setiap kali ia melihat Kinal begitu akrab dengan Naomi, hatinya sakit. Berlebih...

ONE SHOOT!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang