Kiss Shite son Sichatta

1.6K 135 27
                                        

Rugi sudah dicium


*****


"Sinka-Sinka-Sinka-Sinka!!!"

"Kenapa sih?"

"Hari ini berangkat bareng kak Davi?"

"Nggak, tadi pas aku tunggu di rumah, mendadak dia telepon kalo bangun kesiangan. Jadi aku berangkat duluan aja katanya."

"Serius?"

"Iya, emang kenapa?"

"Duh..."

"Apa?" Aku berusaha untuk sesabar mungkin menunggu jawabannya. Riskha, atau aku lebih senang memanggilnya dengan nama Ikha mendadak berjalan sedikit berlari dari luar ruang kelas, rambutnya yang ia ponytail khas dengan poni depan itu memasang raut wajah yang tak biasa, aku tahu perempuan ini memang dijuluki miss gossip oleh teman-teman sekelasku, tetapi tidak semua gossip darinya bisa aku telan bulat-bulat begitu saja.

Berkali-kali aku melihat jemari kanannya menggaruk bagian kepala sambil meringis, hingga akhirnya ia memutuskan untuk duduk tegap, kemudian mencondongkan tubuhnya untuk sedikit lebih dekat denganku.

"Ada apa sih? Kok nanya kak Kinal?"

"kak Davi, tadi bonceng cewek," Bisiknya.

"Siapa? Adiknya?"

"Ish, Sinka! Kita-kita tau kali si Feni adiknya kak Davi tuh yang mana, dan nggak mungkin juga kak Davi anter adiknya ke sekolah sebelah, adiknya kan anak kelas satu, di lantai bawah."

"Sekolah sebelah, gimana maksudnya?" Entah mengapa aku sedikit tertarik mendengar berita gossip pagi ini, mengenai kak Davi, kak Kinal maksudku, siapa yang tidak mengenalnya sih? Kakak kelas milikku itu adalah senior karate di sekolah, kami sudah menjalin hubungan sejak enam bulan lalu, aku dan kak Kinal dekat karena ekskul tersebut juga.

"Inget Veranda kan?"

"Temennya Feni?"

"Nah! Veranda itu!"

"Kan, Veranda...."

Aku ingat pada Veranda, pernah beberapa kali bertemu di rumah kak Kinal sedang menunggu Feni bersiap-siap untuk pergi main. dia teman satu sekolah saat Feni masih duduk di bangku SMP, dan memang tidak ada yang aku curigai darinya, dia anak yang baik. pendiam, aku rasa.

"Jadi nggak percaya?"

"Nanti aku tanya kak Kinal dulu."

"Jadi pacar polos banget sih, lagi ditikung aja bisa santai kayak ini."

"Aku kan belum yakin kak Kinal kayak gitu, Ikha. Lagian kan itu temennya Feni, jadi mungkin ketemu di jalan, terus kak Kinal anterin ke sekolahnya, karna ngerasa itu temen adiknya juga."

"Ya elah, basi, Sinka. udah cewek yang keberapa ini?"

"Tiga."

"Tiga! Kalo sampe kak Davi bikin alesan cuma gossip murahan lagi, aku beneran datengin orangnya, aku cakar-cakar muka sok kegantengan punya dia itu!"

"Kak Kinal pacarku, Ikha..."

"Tapi pacar kamu itu kurang ajar, Sinka!" Aku merengut, memandang Ikha seolah bicara 'Kak Kinal tidak kurang ajar!'

"Udah ah, senggaknya aku udah kasih tau. Jangan lupa tanya tuh siapa yang dia bonceng tadi pagi! Aku bukannya mau kalian berantem ya, aku cuma nggak suka aja temen aku dimainin gitu, kak Davi di mata semua anak murid sini udah jelek semenjak jadian sama kamu tapi kepergok jalan sama kak Naomi, kakak kamu sendiri yang jelas-jelas sekelas sama dia. Baru sebulan kalian jadian waktu itu!"

ONE SHOOT!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang