Alurnya cepet? biarin aja~
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
To: Demion
I told you, right? Inget janji lo. Sorry sebelumnya gue gak pernah bilang. Gue juga baru tau sehari sebelum lo nembak gue. Rasanya awkward banget kalau gue ganggu gitu kemarin.
Gue pergi dari Indonesia. Bokap nyokap ada kerjaan. Gak seru kalo gue kasih tau tempatnya. Gue gak tau kapan gue bisa pulang. Mungkin minggu depan, tahun depan, atau gak sama sekali. Gue cuman bisa berharap kalau kita bakal ketemu lagi entah bagaimana caranya.
Tau kenapa? Karena gue punya perasaan yang sama juga buat lo.
Lo itu ajaib. Cowok terajaib yang pernah gue temuin. Rahasia lo, gue tau.
One word, Dem. Eccedentesiast. Fake smile. Senyum palsu. Tetap tersenyum walaupun masalah lo numpuk. Tetap tersenyum walaupun hati lo sakit. Tetep tersenyum. Buat orang lain diberkati dengan senyuman gratis lo yang menawan.
Thanks for everything, Demion. Kalau jodoh gak lari kemana. Kalo kita jodoh, pasti kita ketemu.
Love, Vina.
*
To: Violet
First of all, thank you. Thank you udah jadi temen aku. Thank you udah jadi sahabatku. Thank you udah ngajarin banyak hal. Thank you udah bongkar rahasia kamu ke aku.
Sorry, tapi aku masih belom bisa bongkar rahasiaku ke kamu. Ini terlalu rahasia, sampe Vina aja belum tau. Tapi suatu hari nanti, dihadapan kamu, Vina, dan Demion, pasti akan aku bongkar. Tenang saja. Semua ada waktunya.
Kalau kamu mau tau, aku cemburu. Cemburu banget. Cemburu pas kamu deket sama Kenzo. Cemburu pas kamu pacaran sama dia.
Walaupun waktu beda, hati ga bisa beda. Terserah kamu mau bilang aku gombal. Terserah kamu mau bilang aku playboy.
Tapi satu hal.
Aku masih cinta sama kamu.
Suatu hari, kita pasti bakal ketemu. Dan saat kita ketemu, kamu udah berubah. Kamu bukan Vio yang dulu. Kamu Vio yang jauh lebih dewasa.
I love you always, Violet
Love, Vino
"It can't be," gumam Demion dan Vio bersamaan. "Tukeran?" tanya Demion. Vio mengangguk lalu memberikan suratnya pada Demion.
"Jadi..."
"Gue bohong sama Vino, Dem," potong Vio. "Bohong?" tanya Demion bingung. Vio mengangguk. "Gue ga pacaran sama Kenzo. Itu cuman akal-akalan gue sama Kenzo aja biar gue tau Vino cemburu atau engga. Dan ternyata dia masih cinta sama gue. Sakit, Dem!" kata Vio.
"Ya semuanya udah lewat. Mau diapain lagi? Mereka sama sekali gak ngasih tau kita dimana tempatnya," kata Demion. "Iya. Tinggal nunggu takdir," kata Vio.
****
New York
"Gue salah gak sih?" tanya Vina pada saudaranya. "Ya, gak bisa dibilang salah juga. Itu juga buat kebaikan dia, kan? Kan gak lucu kalau dia nungguin lo terus seumur hidup," jawab Vino.
"Gue merasa bersalah banget," kata Vina. "Lo merasa bersalah, gue patah hati," balas Vino. "Kita berdua sama-sama menderita, bro. Tapi ini bisa hilang, kan?" tanya Vina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eccedentesiast
Teen FictionBagaimana kalau kau mempunyai 4 orang teman yang selalu tertawa bahagia setiap kali kalian bertemu. Pasti asik, bukan? Tapi tidak dengan Zhevino, Zhevina, Demion, dan Violet. Mereka boleh tertawa dihadapan temannya masing-masing. Tapi siapa sangka...
