Author Pov
Pagi datang dengan semburat cahaya jingga di langit. Udara pagi yang masih berat karena penuh embun terasa begitu segar. Seorang gadis cantik berambut pendek kemerahan berdiri di depan pagar rumahnya. Ia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar sembari menghirup udara. Bibir merahnya tertarik melukiskan seulas senyum manis di wajahnya yang pucat. Di sampingnya terparkir sebuah sepeda.
"Jimin aaahh," teriak gadis bernama Park Cherry itu. Ia membalik badan dan menatap ke arah rumahnya. "Noona bermain sepeda dulu!" Ia menyambung teriakannya kemudian menggeleng dan bergumam, "Apakah bocah itu masih tidur? Ah, jinjja,"
Dengan kecepatan pelan, Cherry mengayuh sepedanya. Sudah enam bulan ia meninggalkan desanya untuk kuliah di Seoul. Dan ini pertama kalinya ia berkeliling dengan sepeda sejak enam bulan lalu. Bibir merah itu masih terus tersenyum, sejenak ia melupakan kejadian-kejadian aneh yang menimpanya kemarin.
Matanya tak jemu memandang ke kanan dan ke kiri, untuk memastikan perubahan-perubahan yang mungkin ia lihat di desanya. Entah sadar entah tidak, sepeda yang ia kayuh perlahan memasuki hutan di dekat situ. Sejak kecil, ia terbiasa keluar masuk hutan untuk bermain bersama Jimin, adiknya. Baru kemarin sejak ia pulang, ia merasa ada perubahan di hutan itu. Karenanya, ia memutuskan untuk mencari tahu.
"Seharusnya aku mengajak Jimin kesini," gumamnya. "Disini sedikit menakutkan sekarang. Apa karena aku sudah lama tidak datang?"
Cherry menuntun sepedanya dan membawanya turun dari hutan. Jalanan hutan sedikit berbatu jadi Cherry tidak berani menaikinya. Ia memutuskan untuk pulang karena ternyata ia tidak cukup berani berkeliling di hutan. Jalanan sudah cukup ramai ketika Cherry pulang ke rumahnya. Ia berpapasan dengen beberapa orang yang sedang berlari. Dalam hati ia kesal pada Jimin karena betah sekali tidur bukannya malah berolahraga.
Cherry menarik rem tiba-tiba saat membelok di gang rumahnya. Hampir ia terjatuh jika tidak segera mendaratkan kakinya. Bola matanya tertuju ke arah seorang namja yang tengah berdiri di depan pagar rumahnya. Namja bernama Kim Namjoon itu terlihat sedang menunggu sesuatu, atau seseorang. Ia memainkan kakinya dengan menendang-nendang pagar rumah.
"Mwoya? Apa yang ia lakukan disitu? Haaiisssh," gumam Cherry.
Bingung apa yang harus ia lakukan, Cherry hanya berdiri di tempatnya. Tiba-tiba namja bernama Namjoon itu menoleh dan mendaratkan padanganya ke arah Cherry. Nafas Cherry tercekat dan ia gelagapan dibuatnya. Senyum Namjoon mengembang melihat Cherry di ujung belokan.
Karena sudah ketahuan berada disana, Cherry tak punya pilihan lain. Ia juga sudah lelah dan ingin segera pulang. Tidak perlu melakukan apapun, hanya harus melewati Kim Namjoon saja, batin Cherry.
Cherry PoV
Aku menuntun sepedaku dan berjalan ke arah Namjoon Oppa. Ia terus menatapku dengan matanya yang indah. Menyebalkan, mengapa pagi buta ia sudah muncul di depanku? Apakah ia mencariku? What? Itu tidak masuk akal. Aku menunduk untuk menghindari tatapan Namjoon Oppa.
Tanpa memandangnya, aku membuka pagar rumah. Namun tangannya yang besar tiba-tiba menarik pagar dan menjaganya tetap tertutup. Aku melotot ke arahnya, pandangan kami bertemu sesaat karena aku tidak bisa berlama-lama menatapnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanyaku ketus.
"Kau? Ah, sekarang begitu," kata Namjoon Oppa.
"Aku mau masuk, singkirkan tanganmu,"
"Aku ingin bicara,"
"Aku tidak ingin bicara dengan Oppa, biarkan aku pergi," kataku tajam. Aku menatapnya. "Apa Oppa kesini hanya untuk menemuiku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Werewolf Boys [BTS FANTASY-END]
FanfictionFollow sebelum baca ❤ Jangan lupa vote dan komentar yaa biar makin semangat!!! *** Aku tak menyangka!!! Selama ini aku tidak pernah mendengar mitos apapun disini. Namun ternyata mereka nyata. Makhluk yang kukira hanya bagian dari khayalanku itu tern...
![Werewolf Boys [BTS FANTASY-END]](https://img.wattpad.com/cover/74565323-64-k128658.jpg)