Sad Story

1.7K 169 30
                                        

Author Pov

Jimin berlari menembus hutan. Ia merasakan panas di sekujur tubuhnya. Tak berselang lama, ia mendengar suara langkah kaki yang cepat di belakang. Ia menoleh dan dengan matanya yang tajam, ia bisa melihat Namjoon sedang mengejar langkahnya. Kesal karena sikap Namjoon dan Cherry tadi, Jimin memutuskan untuk lebih jauh masuk ke hutan.

"Jimin! Hei Park Jimin!" teriak Namjoon di belakang. Matanya berubah menjadi keemasan, ia menatap bayangan Jimin yang semakin menghilang di depannya.

Jimin dengan gesit melompati bebatuan di sungai dan menyeberang. Ia tersenyum karena berhasil meninggalkan Namjoon jauh di belakang. Jimin melambatkan langkahnya karena mulai lelah. Ketika ia yakin sudah aman dari kejaran Namjoon, sesuatu yang berukuran besar menerjangnya. Tubuh Jimin terlempar beberapa meter dan ia bangun dengan tatapan marah.

"Kau curang, Hyung!" seru Jimin pada sosok Namjoon yang sudah berubah menjadi serigala. Jimin menatap tajam serigala raksasa itu dengan pandangan sengit. Ia benar-benar membenci Namjoon.

Jimin melompat dan langsung menerjang serigala Namjoon. Mereka berwujud serigala sekarang. Jimin menyeringai kepada Namjoon yang terlihat lebih tenang. Sepertinya Namjoon membiarkan Jimin menyerangnya berkali-kali. Namjoon bangun setiap kali ia diserang oleh Jimin tanpa perlawanan balik.

"Apa yang kau lakukan Hyung?" tanya Jimin. Mereka bicara dalam batin. "Lawan aku!"

"Aku tidak ingin berkelahi denganmu, aku ingin bicara!" seru Namjoon.

"Aku tidak ingin bicara denganmu," kata Jimin. "Biarkan aku sendirian, jika kau tidak mau melawanku,"

Jimin berlari kembali memasuki hutan yang lebih dalam. Namjoon tidak mau mendengarkan ucapan Jimin dan terus mengikuti Jimin.

Jimin menghentikan langkahnya dan berhenti menatap Namjoon. Ia benar-benar terlihat marah dengan sikap alpha nya. Mereka berhadap-hadapan dan saling menyeringai. Sekali lagi, Jimin menyerang Namjoon. Ia melompat cepat dan menerjang tubuh Namjoon. Sayang, kali ini Namjoon tidak diam saja. Alih-alih menerima serangan Jimin, Namjoon menghindar dan Jimin yang berlari cepat terperosok ke dalam jurang.

Namjoon menoleh dan menatap ke dasar jurang. Ia melihat tubuh Jimin bergelantungan dalam wujud manusia di tebing. Namjoon melolong keras dan berubah menjadi sosok manusia. Ia mengulurkan tangannya pada Jimin yang dengan ragu menerima tangan Namjoon.

Dengan sekali tarikan, Namjoon berhasil membawa tubuh Jimin ke atas. Jimin masih terlihat marah dan berusaha meninggalkan Namjoon. Tetapi Namjoon menarik lengan Jimin dan menuruhnya duduk di bawah pohon.

"Kau belum sembuh ternyata," kata Namjoon.

"Apa maksudmu Hyung? " tanya Jimin tak mengerti.

Namjoon melirik lengan Jimin dan menarik perban yang membalutnya. Sebuah luka cakaran vampir terakhir kali, masih terlihat disana. Meskipun luka itu sudah kering, namun masih terlihat menyakitkan.

"Aaarrgghh," Jimin merintih kesakitan saat Namjoon membuka perbannya.

"Ternyata ini lebih berbahaya daripada yang kuperkirakan. Racun vampir itu tidak mau menghilang meskipun lukamu sudah sembuh. Karena itu kau menjadi sedikit aneh," kata Namjoon.

Jimin menarik lengannya dan meringis kesakitan. Ia melepaskan diri dari Namjoon dan menatapnya tajam.

"Apa yang kau katakan hyung? Aku sama sekali tidak mengerti," kata Jimin.

"Perasaanmu, kenapa kau membenciku berkali-kali lipat daripada sebelumnya. Kenapa kau menyukai Park Cherry berkali-kali lipat daripada sebelumnya, dan kenapa kau ingin membunuh vampir itu dengan amat sangat. Karena racun yang menyebar di tubuhmu. Perasaanmu telah diperkuat!" kata Namjoon.

Werewolf Boys [BTS FANTASY-END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang