Heoseok PoV
(Kembali ke hari setelah Daegil bertemu Jae Joong)
Aku kembali masuk ke bar aneh bersama namja bernama Glove. Ia sudah mengenalkan aku pada sosok Kim Jae Joong. Sepertinya mereka percaya padaku dan tidak curiga. Untuk beberapa saat, aku bisa bernafas lega. Tetapi, ketika aku memasuki ruangan milik Kim Jae Joong, hawa dingin menyambutku dan aku bisa melihat beberapa orang, entahlah aku masih belum bisa membedakan antara vampir dan manusia. Karena aku terlalu sibuk mendengarkan detak jantungku sendiri, aku tidak bisa fokus dengan mereka.
Jae Joong tersenyum menyeringai di depan kami. Di sampingnya berdiri Kyurie Noona. Tidak seperti biasanya ia berada disini. Ia melirikku sinis dan langsung mengalihkan pandangannya. Aku juga tidak berani menatapnya.
"Kalian dengar, kekasihku sudah memberitahu dimana pastinya Park Cherry tinggal," kata Jae Joong. Aku membelalakkan mata, kenapa? Kenapa Kyurie Noona memberitahukan hal itu pada Jae Joong? "Aku ingin mendapatkan gadis itu lebih cepat. Pernikahanku sudah semakin dekat. Benarkan sayang?"
Jae Joong merangkul Kyurie Noona kuat-kuat. Kyurie Noona tidak menatap ke arah jae Joong. Aku bisa melihat ada air mata menggenang di pelupuknya. Apa yang terjadi?
"Beberapa hari lagi. Saat matahari tak terlihat aku akan keluar sendiri dan menangkap Park Cherry," kata Jae Joong.
Saat matahari tak terlihat lagi? Apa maksudnya? Aku mencoba mencerna ucapannya. Tetapi sama sekali tidak mengerti.
"Aku penasaran akan sesuatu," kata Jae Joong, ia tersenyum pada Kyurie. "Apa yang bisa kita lakukan pada serigala-serigala itu?"
Aku menelan ludah, tubuhku gemetar. Wajah Kyurie Noona terlihat memucat. Ia benar-benar tak berdaya di samping Jae Joong. Aku kasihan padanya, tetapi aku juga tidak bisa melakukan apapun untuk menolongnya. Aku hanya berharap tidak ketahuan hari ini.
"Haruskah kita menyingkirkannya? Tidak, tidak, aku tidak mau mengotori tanganku dengan darah binatang itu. Kalian semua urus serigala-serigala tersebut, targetku hanya Park Cherry," kata Jae Joong.
Orang-orang di sampingku mengangguk. Kapan? Kapan penyerangan itu dilakukan? Apa aku saja yang tidak mengerti? Aku menggigit bibir bawahku geram. Untuk apa aku berada disini jika aku tidak mendapatkan info apapun! Pabbo!
Jae Joong melepaskan rangkulannya pada Kyurie Noona dan berjalan mengitari ruangan. Ia mendekatiku dan Glove kemudian tersenyum.
"Daegil ah, kau ingin melihat sesuatu yang menarik?" tanyanya padaku.
"Apa yang ingin Tuan tunjukkan padaku?" tanyaku gemetar.
"Kehidupan," kata Jae Joong. "Ikuti aku."
Aku menelan ludah dan dengan gugup mengikuti langkah Jae Joong. Glove tidak bersamaku. Ia membicarakan entah apa dengan namja si ruangan tadi. Baru kali ini aku berdua saja dengan Jae Joong. Ia membawaku ke tempat bartender dan duduk di salah satu kursi.
"Duduklah," kata Jae Joong.
Ragu-ragu, aku duduk di sampingnya. Ia memberi kode pada bartender untuk menyuguhkan minuman pada kami. Tak lama, dua gelas minuman terhidang di depan kami. Jae Joong mengulurkan gelas kepadaku.
Bau amis tercium dari gelas tersebut. Aku gemetaran menerimanya. Aku tahu, itu adalah darah segar. Jae Joong tertawa melihatku memegang gelas dengan tangan gemetar, aku meletakkan gelas tersebut di atas meja.
"Kenapa kau ingin hidup selamanya Daegil ah?" tanya Jae Joong.
"Apa?"
"Kau akan kehilangan segalanya, aku bisa memastikan itu. Rasa hampa akan menyelimutimu ketika orang-orang yang kau sayangi mati dan meninggalkanmu lebih dulu. Aku pernah merasakannya," kata Jae Joong. Ia mengguncangkan gelasnya agar cairan darah itu tercampur rata kemudian meneguknya. "Apakah kau siap menjalani itu Daegil?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Werewolf Boys [BTS FANTASY-END]
FanfictionFollow sebelum baca ❤ Jangan lupa vote dan komentar yaa biar makin semangat!!! *** Aku tak menyangka!!! Selama ini aku tidak pernah mendengar mitos apapun disini. Namun ternyata mereka nyata. Makhluk yang kukira hanya bagian dari khayalanku itu tern...
![Werewolf Boys [BTS FANTASY-END]](https://img.wattpad.com/cover/74565323-64-k128658.jpg)