Richard masih terengah-engah saat menyentak tubuh Olivia hingga berada diatas tubuhnya dan menciuminya membabi buta. Dia baru saja menikmati pelepasannya setelah mulut manis Olivia mencumbu miliknya. Siang ini adalah siang terpanas dalam hidupnya. Dia sudah tiga kali mencapai puncak sedangkan Olivia hanya merasakannya sekali. Belum lagi pakaian Olivia yang masih utuh. Ya, siang ini Olivia memang lebih banyak bertindak dibandingkan Richard.
Pada akhirnya mereka kembali kerumah untuk menuntaskan gairah Richard. Sepanjang jalan Richard tidak berhenti merutuki sikap Olivia yang menjengkelkan.
"Lagi?" bibir bengkak Olivia yang memerah dan juga seksi bertanya nakal.
Richard tersenyum miring, "No, thanks." Dikecupnya bibir Olivia sekali lalu mengambil segelas air dari meja kayu disamping ranjang dan masuk kedalam kamar mandi.
Olivia berbaring lelah, bibirnya sedikit kebas karena harus memuaskan Richard sejak tadi. Dia sudah hampir terlelap kalau saja getaran ponsel Richard di ranjang tidak mengusiknya. Olivia meraih ponsel itu dan menemukan nama Helena di layarnya. Dia kenal dengan si pemilik nama itu. salah satu teman Richard yang datang ke rumah yang dia tempati beberapa hari lalu.
"Angkat tidak ya?" gumamnya ragu. Diliriknya kamar mandi yang masih tertutup rapat. "Angkat saja, siapa tahu penting." Gumamnya. "Ha,"
William, bisa kau temani aku malam ini?
Ada isakan dalam permintaan itu. Olivia yang mendengarnya merasa serba salah.
"Siapa?"
Tersentak, ponsel ditangannya terjatuh. Dia seperti seorang pencuri yang baru saja ketahuan mencuri sesuatu oleh si pemilik. "I, ini... Helana menelepon." Jawab Olivi gugup. Dia terlalu lancang dengan mengangkat panggilan untuk Richard. Untungnya Richard hanya mengambil alih ponselnya tanpa melayangkan tatapan murkanya.
Olivia mendesah lega saat Richard sedikit menjauh darinya dan berbicara pada Helena. "Dasar Olivia bodoh." Rutuknya.
Setelah lima belas menit lamanya Olivia menghabiskan waktu di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, dia tidak menemukan Richard di kamar mereka. Padahal sebelumnya Richard masih disana. Olivia bergegas turun untuk mencarinya dengan hanya memakai bathrobe. Tapi disetiap sudut rumah yang dihampiri Olivia, tidak kalipun dia mendapati keberadaan Richard.
"Kemana dia?" gumam Olivia. Dia teringat dengan Helena yang menelepon tadi. Suara Helena terdengar parau seperti sedang menangis. Apa mungkin Richard menemui Helena?
"Nona sedang apa?"
Teguran Philip menyadarkan Olivia dari lamunannya. Dia tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya.
"Nona ingin makan siang?"
"Tidak, aku sudah makan siang sebelumnya bersama Richard."
"Kalau begitu bagaimana dengan segelas teh? Kurasa Nona membutuhkannya."
"Oke."
Olivia senang dirumah itu ada Philip yang bisa menjadi temannya mengobrol. Meski berbeda generasi tapi Philip sangat menyenangkan disetiap obrolan mereka. Bahkan Olivia lebih sering bicara bersama Philip dibandingkan bersama Richard di kesehariannya.
"Kau mengenal Helena?" tanya Olivia pada Philip.
"Helena Hudson?"
"Hm... ya, mungkin. Aku tidak tahu nama lengkapnya. Tapi dia teman Richard."

KAMU SEDANG MEMBACA
Mistresses
RomanceSebagian cerita sudah di hapus, cerita lengkap bisa di baca di dreame. Mencintai kegelapan adalah hal yang mustahil di lakukan oleh wanita. Tetapi tidak dengan Olivia. Karena kegelapan memang telah menjadi teman hidupnya sejak lama.