"Apa ini juga taktik Arga?" Pikir Emelin. Emelin menatap mata Arga lekat lekat.
"Emelin" lirih Arga pelan
"Aku sayang sama kamu" Arga mendekat kearah Emelin dan Arga langsung mencium kening Emelin. Emelin memejamkan matanya sejenak. Membiarkan moment ini mengalir begitu sama.
"Aku.. ragu sama kamu, Arga" Emelin langsung menundukan wajah. Tak berani menatap mata Arga yang teduh itu.
"Apa yang kamu raguin dari aku?Apa penjelasan aku yang kemarin nggak bisa yakinin kamu?" Emelin menganggukan kepala
Arga memegang dagu Emelin dan menyuruh Emelin untuk menatap nya.
"Aku serius sama kamu"
"Tapi.. hati aku bilang kalau kamu punya rencana nggak baik sama kamu" Arga menggelengkan kepala
"Aku serius, Emelin!"
"Sudah jangan bahas ini. Terserah kamu percaya atau nggak"
***
Arga POV
Harus fokus pada rencana pertama, Arga. Rencana kamu bikin Emelin terbang setinggi mungkin setelah itu jatuhkan dia.
"Arga!" Arga menoleh ke sumber suara
"Apaan Doni?"
"Lo masih kekeh sama rencana lo itu?" Aku tersenyum sinis ke arah Doni.
"Kenapa?" tanyaku singkat
"Emelin terlalu baik buat lo sakitin. Jangan sampai lo terjebak sama permainan lo sendiri, Arga" aku mendekat ke arah Doni sambil menepuk bahunya.
"Rencana gue akan berhasil. Dan gue pastiin ga bakal terjebak sama permainan gue sendiri" Doni menggelengkan kepala dan menatap Arga yang sudah berlalu pergi dari hadapannya
***
Emelin POV
"Apa sih mau Arga?" Pikirku
"Aku harus temuin kak Doni siapa tau dia punya ide buat ngejebak Arga" aku langsung berdiri dan mencari kak Doni
"Nah itu dia" aku berlari menghampiri kak Doni
"Kak Doni tunggu!" Doni yang merasa dipanggil menoleh ke sumber suara
"Emelin ada apa?"
"Aku mau ngomong sama kakak. Tapi ga disini. Ayoo ikut aku" aku reflek menarik tangan kak Doni
"Kita ngomong nya di halaman sekolah yaa kak" Doni menganggukan kepala
"Kak Doni punya cara nggak buat ngejebak Arga?"
"Pake cara ini aja"
"Bla...blaaa...blaaa" bisik kak Doni di telinga kiriku.
"Aku setuju ide nya kak"
***
Author POV
Terlihat Doni menyusuri koridor bersama Emelin sambil bergandengan tangan. Apa maksudnya?
"Guyss kenalin nih cewek gue" kini semua mata menatap Doni. Semua orang yang di kantin kaget dengan pernyataan Doni. Gadis yang ia kenalkan itu Emelin Ayudia.
"Maksud lo apa? Ini cewek gue!" Bentak Arga tepat dihadapan Doni
"Sini lo berdua ikut gue"
"Maksud lo apaan Doni? Jelas Jelas Emelin itu cewek gue!" Doni tersenyum sinis ke arah Arga. Doni menarik Arga menjauh dari Emelin.
"Emelin itu cewek gue!barusan aja gue sama Emelin jadian. Lo ga punya hak bilang gitu"
"Gue berhak! Gue itu---"
"Apaa? Cowok Emelin? Haha tapi itu kan cuma bohongan. Gue itu cowok Emelin, beneran!"
BUKK..BUKK
Satu tonjokan berhasil mendarat dipipi Doni. Emelin langsung menghampiri Doni.
"Kak Doni" lirih Emelin pelan
"LO DENGERIN GUE DONI! GA BOLEH ADA COWOK LAIN YANG JADI PACAR EMELIN, KECUALI GUE" Doni meringis kesakitan
"TAPI KALAU EMELIN LEBIH SUKA GUE. LO BISA APA, ARGA?"
BUKK..BUKK
"LO JAGA OMONGAN LO ITU. GUE GA BAKAL BIARIN EMELIN SUKA SAMA ELO" Arga pergi meninggalkan Doni dan Emelin
"Lo cemburu sama gue? Sorry men lo ga ada hak cemburu sama gue!" sahut Doni lagi
"Skenario apalagi yang sudah dibuat arga?"
Bel pulang sekolah berbunyi. Emelin menyusuri koridor sendirian karna Caca sudah dijemput sama sopirnya.
"Lo Emelin ya?" tanyanya dan Emelin menganggukan kepala
"Biasa aja sih! Tapi anehnya kenapa Arga sama Doni bisa jatuh hati sama gadis yang tampilan nya kayak elo gitu"
"Cinta memang sudah butain mata Arga sama Doni" orang itu tertawa terbahak bahak.
Akhirnya Emelin langsung meninggalkan cewek itu dan menghiraukan semua yang dia katakan.
"Kenapa masalahnya jadi ribet kayak gini"
"Emelin tunggu!"
"Arga"
Emelin mempercepat langkah kakinya. Berniat menghindari Arga.
"Gue mau ngomong!" Langkah kaki Emelin langsung berhenti. Emelin membalikan badan dan menghampiri Arga.
"Lo benaran jadian sama Doni?" Emelin menganggukan kepala
"Lo itu cewek gue!"
"Hanya pura pura kak. Kita jadian tapi kita tidak saling cinta"
"Karna itu gue yang bakal buat lo cinta sama gue" Emelin menggelengkan kepala
"Aku pulang dulu. Jangan bahas ini dulu"
Emelin langsung masuk ke taksi yang berhenti didepannya.
"Sial! Rencana gue hampir gagal gara gara Doni!"
Wah segini aja dulu yaaa. Kalau nanti malem ada waktu luang bakal aku lanjut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Waiting For you
Novela JuvenilBerawal dari tantangan untuk mendekati Emelin yang di berikan oleh Gio dan John kepada Arga. Emelin Ayudia, gadis cantik dan mempunyai mata sipit. Hari demi hari, Arga terus mendekati gadis itu, berusaha membuat gadis itu jatuh hati kepada dirinya...
