Bagian 15

5.1K 539 5
                                        

Hari yang sebenarnya ingin Venus hindari akhirnya datang. Pernikahan. Oh pernikahan, andaikata Venus boleh memilih, dia akan pergi ke tanah lapang terdekat dan segera menguburkan diri di tempat yang banyak mendapatkan cahaya matahari. Dengan harapan, bahwa suatu saat pohon beringin akan muncul dari dalam tanah yang menjadi tempat Venus menyembunyikan diri dari para manusia agung yang kini berbalut aneka rupa kebaya serta gaun dari perancang yang tidak akan pernah Venus hafal namanya.

Mengesalkannya, yang punya hajat benar-benar paham benar bagaimana cara menyenangkan para tetamu di dalam acara resepsi pernikahan yang bertema garden party. Tampak bunga-bunga mawar berwarna putih dan merah muda menghiasi meja-meja jamuan yang ditutup dengan kain putih berenda yang dilengkapi pita-pita imut nan menggemaskan. Buah-buahan, kue, makanan ala Eropa yang ternyata sebagian banyak-atau hampir semuanya-tidak cocok di lidah Venus. Lalu, alunan piano dan suara lembut penyanyi perempuan yang mengenakan gaun merah muda sepanjang lutut, seakan menyihir semua orang yang ada di sana.

Berkali-kali Venus harus mendengarkan Miranti berkomentar, ″Nduk, nanti nek kamu nikah, kaya gini aja.″ Atau, ″Cepet kamu ambil kembang kantil yang pengantin cowok, biar ketularan.″ Harap diperhatikan, pengantin pria dan wanita mengenakan setelan bergaya Eropa, yang artinya, tidak ada kemben, tidak ada keris, tidak ada sanggul Bu Inem pelayan seksi, dan yang bisa dilihat dengan jelas: mereka berdua tidak menyematkan bunga faforit Mbak Kunti di mana pun juga. Venus bertanya-tanya, ″Sejak kapan ada yang namanya virus pernikahan dalam sebuah bunga kantil?″

Ingin sekali Venus menoyor kepalanya sendiri karena telah melakukan tindakan bodoh dengan menceburkan diri ke tengah acara yang ingin sekali Venus hindari.

Dalam balutan dress berlengan panjang warna peach yang bagian bawahnya hanya sampai lutut. Venus nampak seperti sosok putri dari negeri dongeng. Venus tak sudi mengenakan kebaya made in Jeng Leha, bisa-bisa Venus akan beralih identitas menjadi Putri Indonesia tahun XXX. Lalu, masalah sepatu high hills yang sedari tadi ingin Venus lempar ke angkasa raya, benar-benar, menjadi wanita itu ternyata lebih sulit daripada kelihatannya. Padahal kaki sedang merintih pilu, namun sang pemilik kaki jenjang tidak boleh menampakkan wajah meringis menahan tangis.

Alasan pertama Venus tidak suka ke acara resepsi pernikahan atau yang lebih kerennya di sebut dengan kondangan, yaitu masalah pakaian. Secara Venus yang terkenal dengan wanita berhati es, wanita single abad dua satu alas jomlo, dan baru-baru ini dia mendapatkan julukan baru yakni Yuki Onna si setan kece dari Jepang, lebih menyukai pakaian santai yang nyaman di badan semisal T-Shirt, celana jins, blus, atau apa pun yang tidak berhubungan dengan korset. Juga masalah alas kaki, Venus sangat menggemari sepatu bersol datar dan sandal jepit. Sementara jika ke kondangan, Venus dipaksa memakai sepatu yang membuat kakinya ber-nyut-nyut ria.

Lalu yang kedua, mari kita gunakan analogi Venus. Pernikahan sama dengan tempat berkumpulnya pasangan, jadi intinya acara kondangan adalah ajang bergengsi, di mana semua orang bisa pamer pasangan mereka. Sementara bagi para kaum jomblo, harap bersiap pasang stok senyum 220 volt.

Contoh Anggita, adik Venus yang terkenal populer di keluarga dan baru-baru ini didaulat menjadi wakil ketua OSIS di SMA-nya. Dia kini tengah bersuka ria memamerkan pacar barunya yang bernama Sebastian. Sungguh, di telinga Venus nama itu terdengar seperti nama guk-guk. Anggita bangga sekali mengenalkan Sebastian kepada sanak saudara. Secara, Sebastian pacar Anggita itu tingginya sekitar seratus tujuh puluh lima dan mungkin akan bertambah tinggi karena masih dalam masa pertumbuhan. Lalu wajahnya yang sedikit bule, bisa dibayangkan betapa bangganya Nyonya Miranti melihat salah satu putrinya memiliki pangeran berkuda putihnya sendiri.
Venus?

Jangan ditanya. Beberapa tante menawarkan Venus untuk ikut biro jodoh, mandi kembang tujuh rupa, puasa Senin dan Kamis, hingga ke paranormal, para normal? Parah normal? Venus hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum palsu demi menjaga hati para penasihatnya.
Lalu, yang paling menyebalkan di kondangan bagi para jomblo adalah bertemu teman ataupun sanak saudara yang berumur sepantaran dengan Venus. Oknum pertama bernama Kinarsih, yang tidak lain merupakan sepupu jauh Venus. Tanpa ragu dia langsung bertanya, ″Ven, kapan nyusul?″

Venus (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang