Dering ponsel yang berbunyi dari dalam tas berwarna hitam itu mencuri perhatian Ve yang kini terlihat sedang fokus ke arah jalanan yang ada di depannya,sesekali Ve juga terlihat gelisah. tak ingin dering itu terputus Ve segera menepikan mobilnya lalu mengambil ponsel miliknya.
Papa
itu lah nama yang tertera di layar ponsel Ve yang kini masih berdering di dalam genggamannya.
"Hallo pa" sapa Ve yang kini sudah mengangkat telfon tersebut
"Ve kamu dimana?kenapa jam segini kamu belum juga datang ke kantor?" tanya sang papa dengan suara yang terdengar tegas
sedangkan Ve sendiri terlihat bingung dengan ucapan sang papa
"aku lagi dijalan menuju Bandung pa,tadi pagi orang kantor hubungi Ve kalau hari ini ada meeting di Bandung dan itu atas perintah papa" jawab Ve yang masih dengan perasaan bingungnya
"Meeting?di Bandung?" beo sang papa
"iya pa" jawab Ve
"Ve tidak ada meeting untuk hari ini sayang bahkan di Bandung sekalipun dan papa tidak menyuruh siapapun untuk mengubungimu meeting disana"
Deg!
Naomi
mendengar ucapan sang papa membuat perasaan Ve semakin gelisah akan Naomi yang hanya tinggal sendiri dirumah.
"hallo Ve kamu masih ada disana?"
suara sang papa disebrang sana menyadarkan Ve dari lamunannya.
"emm maaf p-pa nanti Ve hubungi papa lagi"
Tut!
dengan cepat Ve memutuskan telfon tersebut lalu menyimpan asal ponsel miliknya. setelah itu Ve kembali menyalakan mobilnya dan berputar arah untuk kembali ke rumah. Ve mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh karena jaraknya saat ini benar-benar sudah sangat jauh.
sedangkan disebrang sana Naomi yang di ikat kedua tangannya dengan tubuh yang setengah telanjang itu sedang dicumbu oleh sosok perempuan yang kini sudah merenggut sesuatu yang berharga milik Naomi.sesuatu yang selama ini selalu Naomi jaga namun pagi itu semuanya telah hilang. perempuan itu sudah merenggutnya,merenggut kehormatannya.
"hikss" tangis Naomi
"jangan menangis sayang,nikmatilah semua ini. apa yang kamu tunggu lagi hmm si sombong itu tidak akan menyentuhmu bukan? dan menjadi pemenangnya. tapi aku!! aku lah pemenangnya HAHAHAHAHA" tawa perempuan itu
"Aakkkkk ss-ssakitt" rintih Naomi saat 3 jari perempuan itu masuk kembali ke dalam lubang kemaluannya
"ahhhhh ini rasanya nikmat sayang,aku suka sekali dengan ini dan lihatlah darah segar yang mengalir ditanganku ini dia akan menjadi saksi bahwa aku lah pemenangnya atas dirimu" ucapnya yang kini mendekatkan wajahnya di kemaluan Naomi sambil mencium darah segar yang mengalir dari kemaluan Naomi ditangannya
"kamu jahat hikks" ucap Naomi yang nyaris lebih terdengar dengan bisikkan
perempuan itu menaikan sebelah alisnya
"kamu bilang apa tadi?aku jahat?haha Naomi Naomi,aku itu gak jahat sayang. aku itu baik dan cinta sama kamu" katanya sambil membelai rambut Naomi
"kalau kamu cinta sama aku kenapa kamu lakuin ini semua hikss" tanya Naomi yang masih dengan tangisnya
"karena aku sudah tidak bisa lagi menahannya Naomi,hatiku sangat sakit saat melihatmu menikah dengannya dan semakin sangat sakit karena kalian akan memiliki anak"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kita dan Dia [END]
Fanfiction(+18) Menikah adalah impian dari setiap manusia di dunia ini,terlebih menikah dengan seseorang yang kita cintai.akan tetapi menikah dengan sesama jenis sungguh tidak pernah terbayangkan oleh siapapun. itulah yang di alami oleh wanita cantik bernama...
![Kita dan Dia [END]](https://img.wattpad.com/cover/88415954-64-k598689.jpg)