Menangis dan menangis itulah yg ve lakukan saat ini,kepalanya yang direbahkan diatas kedua paha Naomi membuat kedua paha mulus itu basah akibat air mata Ve yang tak ada henti-hentinya mengalir. Ve menangis atas apa yang sudah menimpa Naomi membuatnya sangat merasa bersalah. terlebih saat Ve tau yang melakukannya adalah seorang wanita.
"Ve udah dong jangan nangis,aku baik-baik aja sayang" ucap Naomi dengan lembutnya bahkan tangan yang putih dan mulus itu sejak tadi membelai lembut rambut Ve
namun tiba-tiba aktifitas tangan Naomi yang berada di rambut Ve terhenti saat Ve mengangkat kepalnya dan kini Ve sendiri tengah menatap Naomi intens.
"kamu bilang apa? baik-baik aja?" kata Ve yang diangguki oleh Naomi dengan diiringi senyum tipisnya
"kamu bilang semua baik-baik aja setelah dia mengambil sesutu yang selama ini kamu jaga Naomi!" ucap Ve dengan nada meninggi
sedangkan Naomi yang mendengar hanya menyikapinya dengan senyuman. Naomi tau Ve sangat mengkhawatirkannya tetap ini semua sudah keputusan Naomi untuk melindungi Ve dari bahaya.
"kenapa kamu malah senyum? atau saat dia mengambil darimu justru kamu juga menikmatinya?" tanya Ve dengan tatapan marahnya
lagi-lagi Naomi hanya tersenyum meskipun didalam hatinya saat ini ia ingin menangis,menangis sekencang-kencangnya dipelukan Ve.
"jawab Naomi??!" tanya Ve dengan nada meninggi
tidak kali ini Naomi tidak lagi tersenyum,tanpa sadar cairan yang sedari tadi ditahannya perlahan menetes. Naomi menangis bukan karena suara Ve yang terdengar begitu kencang ditelinganya akan tetapi Naomi merasa sudah tidak sanggup untuk berpura-pura tegar akan apa yang sudah menimpanya tadi pagi.
"Maaf,aku tidak bermaksud berbicara sekencang itu padamu Naomi" ucap Ve yang kini membawa Naomi ke dalam pelukannya
dengan cepat Naomi menggelengkan kepalanya yang artinya bukan karena Ve dirinya menangis seperti itu.
"Naomi pliss maafin aku,aku benar-benar gak bermaksud seperti itu" ucap Ve lagi dengan lembutnya
Naomi masih menggelengkan kepalanya
"enggak Ve,aku nangis bukan karena suara kamu itu" jawab Naomi disela-sela tangisnya
"lalu apa?" tanya Ve yang masih dengan suara lembutnya
"aku laper hehe" jawab Naomi sambil menyengir
"bohong" sahut Ve cepat
"ishh dibilangin aku tuh laper dari tadi nungguin kamu nangis gak selesai-selesai" canda Naomi yang mengalihkan pembicaraan
Ve yang mendengar itu menepuk dahinya sendiri pelan
"Astaga! aku lupa kamu belum makan dan ini udah mau malam" kata Ve
"kalo gitu masakin buat aku ya Ve" ucap Naomi
Ve tersenyum sambil menghapus sisa bulir-bulir air mata Naomi.
"iya aku pasti masakin buat kamu,sekarang kamu ikut aku ke dapur" ajak Ve yang kini sedang berusaha membantu Naomi bangun dari duduknya
namun Naomi menolaknya "aku disini aja Ve"
"kenapa?" tanya Ve
"anu ku sakit Ve,rasanya kalo dibuat gerak sakit banget" jawab Naomi dengan sedikit meringis
Naomi benar,untuk pertama kalinya memang sakit. sama seperti yang ku rasakan dulu saat aku melakukannya dengan Keynal.gumam Ve dalam hati sambil memperhatikan Naomi
"ya udah kalo gitu" Ve sengaja memberi jeda di ucapannya
Hap
"biar aku gendong kamu sampai ke ruang makan" kata Ve yang kini sudah menggendong Naomi dengan ala bridel style
KAMU SEDANG MEMBACA
Kita dan Dia [END]
Fanfiction(+18) Menikah adalah impian dari setiap manusia di dunia ini,terlebih menikah dengan seseorang yang kita cintai.akan tetapi menikah dengan sesama jenis sungguh tidak pernah terbayangkan oleh siapapun. itulah yang di alami oleh wanita cantik bernama...
![Kita dan Dia [END]](https://img.wattpad.com/cover/88415954-64-k598689.jpg)